Hayuning Ratri Hapsari | Nugraha Nugraha
Acer Nitro V 16S AI (acer)
Nugraha Nugraha

Acer kembali memperkuat lini laptop gaming kelas menengahnya lewat kehadiran Nitro V 16S AI. Seri Nitro memang sudah lama dikenal sebagai jembatan antara laptop gaming mahal dan kebutuhan performa yang realistis. Harganya tidak sefantastis seri Predator, tetapi kemampuannya sering kali mendekati kelas atas.

Kali ini Acer membawa kombinasi baru, prosesor Ryzen generasi Hawk Point, GPU RTX 50 Series, layar 180 Hz, serta embel-embel “AI” yang mulai jadi standar perangkat modern.

Pertanyaannya, apakah laptop ini cuma terlihat keren di atas kertas, atau benar-benar layak jadi mesin kerja sekaligus mesin gaming? Mari simak sampai selesai.

Begitu melihat Nitro V 16S AI, kesan pertama yang muncul adalah simpel dan tidak lebay. Acer tidak lagi mengejar desain agresif penuh aksen merah seperti laptop gaming lawas.

Bodinya didominasi warna hitam dengan logo Nitro baru di bagian punggung layar. Materialnya kombinasi metal di bagian atas dan bawah, sementara area keyboard menggunakan polikarbonat. Hasilnya terasa kokoh, tapi tetap ringan untuk ukuran laptop 16 inci.

Dimensinya 35,7 × 26,4 cm dengan ketebalan 1,99 cm, sementara bobot laptop sekitar 2,06 kg. Memang belum bisa disebut ultrabook, tapi untuk standar laptop gaming ini sudah tergolong slim.

Charger bawaannya menambah sekitar 352 gram, sehingga total bawaan sekitar 2,4 kg. Masih masuk akal buat dibawa ke kampus, kafe, atau coworking space tanpa bikin pundak protes.

Salah satu daya tarik utama laptop ini ada di sektor layar. Acer memasang panel IPS 16 inci resolusi WUXGA 1920×1200 dengan aspek rasio 16:10. Refresh rate-nya 180 Hz, angka yang biasanya ditemui di laptop gaming premium.

Klaim 100% sRGB ternyata bukan sekadar angka marketing. Pengujian menunjukkan cakupan 98,3% sRGB dengan tingkat kecerahan hingga 440 nits. Artinya, laptop ini bukan cuma enak buat main game, tapi juga cukup akurat untuk editing foto dan video.

Bezel kanan kiri dibuat tipis sehingga tampilan terasa lebih lega. Bagian atas memang masih agak tebal karena menampung kamera 720p dan mikrofon.

Resolusi kameranya memang belum 1080p, tapi untuk meeting online masih sangat layak, apalagi sudah dibantu noise cancelling yang cukup efektif meredam suara kipas.

Masuk ke bagian paling penting, yaitu performa. Nitro V 16S AI ditenagai AMD Ryzen 5 240 Hawk Point, prosesor 6 core 12 thread dengan boost hingga 5 GHz.

Dipadukan dengan NVIDIA GeForce RTX 5050 Laptop GPU berarsitektur Blackwell, VRAM 8 GB GDDR7, serta dukungan DLSS 4 dan Multi Frame Generation. Kombinasi ini membuat laptop tidak hanya kencang untuk gaming, tapi juga serius untuk kerja ngonten atau desain.

RAM bawaan 16 GB DDR5 5600 memang masih single channel, tapi Acer menyediakan dua slot SODIMM sehingga mudah di-upgrade.

Storage 512 GB SSD PCIe Gen 4 juga masih menyisakan satu slot kosong. Fleksibilitas seperti ini penting, terutama buat pengguna yang berencana memakai laptop dalam jangka panjang.

Dalam pengujian nyata, performanya cukup mengesankan. Render Blender dengan GPU selesai sekitar 4 menit, jauh lebih cepat dibanding render CPU yang tembus lebih dari 30 menit.

Di Adobe Premiere Pro, ekspor video 4K60 dengan CUDA hanya butuh sekitar 2 menit. Ini bukti bahwa Nitro V 16S AI bukan sekadar laptop gaming, tapi juga alat kerja yang serius buat konten kreator.

Keyboard laptop ini sudah full layout lengkap dengan numpad, cocok buat yang sering berkutat dengan angka. Tombolnya empuk dan cukup senyap, nyaman untuk mengetik panjang.

Backlit RGB empat zona bisa diatur lewat aplikasi Nitro Sense. Touchpad-nya juga lega dan responsif karena sudah mendukung Windows Precision Driver.

Soal port, Acer tidak pelit. Ada Ethernet, USB Type-A, microSD, HDMI, hingga USB 4 yang mendukung display port dan power delivery. Untuk audio, tersedia dua speaker yang cukup lantang dengan karakter suara mid yang rapi, meski bass-nya tidak terlalu nendang.

Sistem pendingin memakai dua kipas dan tiga heatpipe. Saat gaming berat, suhu GPU berkisar 68–71°C, sementara area keyboard tetap nyaman di bawah 41°C.

Menariknya, di mode turbo baterai bisa sedikit terkuras meski sedang dicolok charger. Acer menyebut ini normal karena sistem mengambil daya tambahan dari baterai demi performa maksimal, tapi tetap dijaga tidak turun di bawah 30%.

Untuk pemakaian ringan, baterainya cukup awet. Pemutaran video 1080p bisa tembus sekitar 10 jam. Pengisian dayanya juga cepat, 56% dalam 30 menit dan penuh kurang dari 1,5 jam.

Di Indonesia, Acer Nitro V 16S AI varian Ryzen 5 + RTX 5050 dibanderol sekitar Rp19.499.000. Sudah termasuk Microsoft Office Home 2024, langganan Office 365 setahun, PC Game Pass 3 bulan, serta garansi 3 tahun plus accidental damage protection. Ada juga varian Ryzen 7 dan RTX 5060 dengan harga lebih tinggi.

Melihat paket yang ditawarkan, laptop ini terasa seperti titik tengah yang ideal. Performanya cukup buat melahap game AAA, kuat untuk editing 4K, layarnya akurat untuk kerja kreatif, dan desainnya masih sopan dibawa ke lingkungan profesional.

Jika yang dicari adalah laptop yang bisa diajak main game kencang sekaligus bantu “nyari duit” lewat kerjaan kreatif, Acer Nitro V 16S AI rasanya sulit untuk dilewatkan.