Kepulauan Riau tak hanya dikenal sebagai wilayah industri dan gerbang wisata bahari, tetapi juga menyimpan jejak spiritual yang kuat. Di antara hiruk-pikuk kota dan panorama pesisirnya, berdiri sejumlah vihara megah yang menjadi pusat ibadah sekaligus destinasi wisata religi umat Buddha. Arsitekturnya yang megah, patung-patung berukuran raksasa, hingga pagoda menjulang tinggi menjadikan tempat-tempat ini tak hanya sakral, tetapi juga memukau secara visual.
Berikut lima destinasi wisata religi umat Buddha yang ada di Kepulauan Riau dan layak untuk dikunjungi.
1. Vihara Ksitigarbha Bodhisattva – “Seribu Patung Buddha”
Dikenal luas sebagai Vihara Seribu Patung Buddha, tempat ini menjadi salah satu ikon wisata religi di Tanjungpinang. Vihara ini menampilkan 500 patung Lohan dengan ekspresi wajah berbeda-beda dan 40+ patung dewa, menjadikannya salah satu vihara terbesar di Asia Tenggara.
Keunikan vihara ini terletak pada detail pahatan setiap patung yang dibuat unik tanpa ada yang benar-benar sama. Suasana yang tenang dengan latar perbukitan menghadirkan pengalaman spiritual yang mendalam bagi pengunjung.
2. Vihara Budhi Bhakti – Sleeping Buddha
Di kawasan Tanjungpinang juga terdapat patung ''The Sleeping Buddha'' atau Buddha tidur yang berukuran besar dan menjadi daya tarik utama Vihara Budhi Bhakti. Patung ini melambangkan momen parinirvana, yaitu saat Buddha mencapai pencerahan sempurna.
Dengan posisi berbaring yang anggun dan detail ukiran yang halus, patung ini menghadirkan suasana hening dan khusyuk. Banyak pengunjung datang untuk berdoa sekaligus mengagumi kemegahan karya seni religius ini.
3. Pagoda Taman Suci Sasana – Pagoda Sasta Sahasra
Pagoda ini dikenal juga sebagai Pagoda Sasta Sahasra. Tingginya yang menjulang dan arsitekturnya yang megah membuatnya mendapatkan pengakuan rekor MURI sebagai salah satu pagoda tertinggi di Indonesia.
Dari kejauhan, pagoda ini sudah tampak berdiri megah menghiasi lanskap kota. Selain menjadi tempat ibadah, pagoda ini juga sering dijadikan lokasi wisata religi dan fotografi karena keindahannya yang ikonik.
4. Vihara Gunung Dewa Siantan
Terletak di kawasan perbukitan Siantan, vihara ini menawarkan suasana yang sejuk dan pemandangan kota dari ketinggian. Lokasinya yang berada di atas bukit memberi nuansa spiritual yang lebih mendalam dan tenang.
Arsitekturnya yang khas dengan ornamen Tionghoa membuatnya terlihat menonjol dari kejauhan. Tempat ini kerap menjadi tujuan umat Buddha untuk berdoa sekaligus menikmati ketenangan alam sekitar.
5. Maha Vihara Duta Maitreya
Sering disebut sebagai salah satu vihara terbesar di Asia Tenggara dari segi kompleks modernnya. Terletak di Batam, vihara ini memiliki area luas, aula ibadah besar, dan banyak patung Maitreya "The Laughing Buddha". Skala kompleks yang besar, kombinasi arsitektur Tionghoa tradisional dan modern, serta fasilitas lengkap mulai dari aula pertemuan, taman, hingga area meditasi, menjadikan Maha Vihara Duta Maitreya tidak hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial dan budaya.
Semua faktor ini – luas area, kapasitas besar, patung ikonik, dan arsitektur megah – membuatnya layak disebut sebagai salah satu vihara terbesar di Asia Tenggara, sekaligus destinasi wisata religi yang menarik bagi pengunjung domestik maupun mancanegara.
Keberadaan vihara-vihara megah di Kepulauan Riau membuktikan bahwa wilayah ini bukan hanya kaya akan destinasi wisata bahari, tetapi juga memiliki kekayaan spiritual dan budaya yang luar biasa. Dari Seribu Patung Buddha hingga vihara terbesar di Batam yang dikenal luas di Asia Tenggara, semuanya menghadirkan pengalaman religius yang khusyuk sekaligus memikat secara visual.
Bagi siapa pun yang ingin merasakan wisata religi dengan nuansa damai dan arsitektur megah, lima destinasi ini layak masuk dalam daftar kunjungan saat berada di Kepulauan Riau.
Baca Juga
-
Sajian Khas Imlek Tionghoa Pesisir di Bintan dan Kepulauan Riau, Mana Favoritmu?
-
Sudah Tahu Belum? 7 Tradisi dan Pantangan Imlek Pembawa Keberuntungan
-
Refleksi Imlek: Membedah Pemikiran Soe Hok Gie dalam Catatan Seorang Demonstran
-
Relawan Pesta Adat: Jerih Lelah yang Tidak Dibayar Demi Martabat Keluarga
-
Fenomena Kelas Menengah Pilih Sekolah Swasta: Tren atau Kecemasan?
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Mau Dinner Valentine? Ini 5 Ide OOTD Dress ala Seleb yang Bisa Kamu Sontek
-
Hidangan Imlek Penuh Makna: 5 Makanan Khas yang Identik dengan Imlek
-
4 Rekomendasi Parfum Gourmand Brand Lokal Buat Kencan Valentine
-
Sajian Khas Imlek Tionghoa Pesisir di Bintan dan Kepulauan Riau, Mana Favoritmu?
-
5 Tempat Dinner Romantis di Bandung, Bikin Momen Valentine Makin Berkesan
Terkini
-
Payung Merah Patah Tangkai
-
Terminator Zero Dibatalkan Netflix Usai Season 1, Kreator Beri Penjelasan
-
Blak-blakan, Guntur Triyoga Tepis Isu Pernah Nikahi Delia Yasmine
-
Hidup dari Standar Media Sosial: Algoritma dan Ilusi Kebahagiaan
-
Lee Chae Min Digaet Bintangi Drama Adaptasi Webtoon My Reason to Die