Bimo Aria Fundrika
Film 'Pelangi di Mars'. (Dok. Istimewa)

Industri film anak Indonesia kedatangan gebrakan baru lewat kehadiran Pelangi di Mars, film petualangan fiksi ilmiah yang diproduksi selama lima tahun dengan teknologi Extended Reality (XR). Dirilis oleh Mahakarya Pictures, film ini siap menjadi tontonan keluarga paling ambisius di momen Lebaran 2026.

Film ini mengangkat kisah perjalanan seorang anak Indonesia di Planet Mars yang mengemban misi penting demi mengatasi krisis air di Bumi.

Menghadirkan Alternatif Cerita untuk Anak Indonesia

Produser Dendi Reynando mengungkapkan bahwa kehadiran film ini berangkat dari kepeduliannya terhadap keterbatasan pilihan tontonan keluarga di Tanah Air.

“Pelangi di Mars lahir karena menurut saya film untuk anak dan keluarga masih sangat terbatas (under supply). Saya ingin memberikan satu alternatif untuk anak Indonesia, agar anak-anak kita memiliki cerita mereka sendiri,” ujarnya.

Baginya, film ini menjadi ruang agar anak-anak Indonesia tetap memiliki keterikatan dengan identitas dan imajinasi mereka melalui medium sinema.

Anak Indonesia sebagai Pusat Cerita

Berbeda dari narasi film anak pada umumnya, Pelangi di Mars menempatkan anak Indonesia sebagai penggerak utama cerita. Tokoh utama, Pelangi, diperankan oleh Messi Gusti, digambarkan sebagai sosok aktif yang memimpin dan membawa solusi bagi persoalan besar.

Sutradara Upie Guava menyebut pendekatannya banyak dipengaruhi kegemarannya pada film fiksi ilmiah sejak kecil. Melalui film ini, ia ingin mengembalikan hak anak-anak untuk memiliki imajinasi tanpa batas.

“Saya ingin anak-anak percaya bahwa tidak ada batas yang tidak bisa ditembus. Di sini, anak-anak adalah pahlawannya,” tegas Upie.

Diperkuat Teknologi XR dan Animasi 3D

Diproduksi di Studio DossGuavaXR dengan dukungan animasi 3D dan robot interaktif, seluruh kecanggihan teknologi tersebut diposisikan sebagai alat untuk memperkuat pesan dan emosi cerita. Narasi “Pahlawan lahir dari keberanian” menjadi napas utama film ini.

Trailer resminya sudah memperlihatkan perjalanan Pelangi sebagai manusia pertama yang lahir di Mars, setelah terdampar bersama ibunya, Pratiwi. Bersama robot-robot sahabatnya, Pelangi melanjutkan misi sang ibu untuk menemukan mineral Zeolith Omega—yang diyakini menjadi solusi krisis air bersih di Bumi—sekaligus mencari ayahnya.

Suasana konferensi pers semakin semarak dengan kehadiran para pengisi suara robot ikonik, termasuk Kristo Immanuel dan Gilang Dirga. Bahkan, lima robot dari film tersebut dihadirkan secara nyata di lokasi acara, menyapa awak media dan menghadirkan pengalaman imersif bagi para tamu.

Kristo menyatakan kekagumannya terhadap kualitas produksi film ini. “Anak-anak dan orang dewasa Indonesia layak mendapatkan konten berkualitas tinggi, dan Pelangi di Mars hadir untuk itu,” ujarnya.

Tayang Serentak Lebaran 2026

Pelangi di Mars dijadwalkan tayang serentak di seluruh Indonesia pada momen Lebaran, 18 Maret 2026. Film ini digadang-gadang menjadi pilihan utama keluarga untuk mengisi libur Hari Raya dengan petualangan penuh imajinasi dan pesan keberanian.