Hayuning Ratri Hapsari | Yas Julia
Ilustrasi membaca Alquran (Freepik/Freepik)
Yas Julia

Ramadan bukan cuma soal menahan lapar dan dahaga. Di era serba digital, bulan suci juga bisa jadi momentum untuk menebar kebaikan lewat cara yang lebih kreatif dan relevan dengan generasi sekarang. Salah satunya? Mengadakan lomba Ramadan secara online.

Konsep lomba daring makin diminati karena fleksibel, hemat biaya, dan bisa menjangkau peserta dari berbagai daerah tanpa harus berkumpul secara fisik. Buat kamu yang aktif di komunitas, sekolah, kampus, atau bahkan pengurus remaja masjid, berikut beberapa rekomendasi ide lomba Ramadan online yang seru, edukatif, sekaligus penuh makna.

1. Lomba Video Kultum Kreatif

Kultum (kuliah tujuh menit) sudah jadi tradisi Ramadan. Tapi bagaimana kalau dikemas lebih segar? Peserta bisa diminta membuat video kultum dengan durasi 7 menit bertema Ramadan, toleransi, atau refleksi diri.

Agar lebih menarik, beri tantangan tambahan seperti penggunaan ilustrasi visual, animasi sederhana, atau storytelling personal. Penilaian bisa mencakup isi materi, cara penyampaian, kreativitas, dan kualitas visual. Video dapat diunggah di Instagram atau TikTok dengan hashtag khusus agar jangkauannya lebih luas.

2. Lomba Cerpen atau Opini Ramadan

Ramadan sering melahirkan cerita-cerita sederhana tapi bermakna. Mulai dari kenangan sahur bareng keluarga hingga pengalaman berbagi dengan sesama.

Lomba menulis cerpen atau opini bertema Ramadan bisa jadi ruang refleksi yang kuat. Peserta diminta mengirimkan tulisan 500–1.000 kata. Penilaian bisa difokuskan pada orisinalitas, kedalaman pesan, serta kekuatan narasi. Hasil karya terbaik dapat dipublikasikan di website atau blog komunitas.

3. Lomba Desain Poster Ramadan Digital

Buat generasi yang suka desain grafis, lomba poster digital bisa jadi wadah ekspresi. Tema bisa seputar ajakan berbuat baik, jadwal imsakiyah kreatif, atau kampanye anti-food waste saat buka puasa.

Peserta cukup mengirimkan karya dalam format JPEG/PNG. Hasil terbaik bisa dipublikasikan di media sosial komunitas atau dijadikan materi kampanye Ramadan. Selain mengasah kreativitas, lomba ini juga bisa berdampak sosial.

4. Lomba Fotografi Tema Ramadan 

Tak semua lomba harus berbasis teks atau video. Fotografi juga bisa jadi pilihan. Peserta cukup mengirimkan satu foto yang menggambarkan suasana Ramadan di rumah atau lingkungan sekitar, lengkap dengan caption reflektif.

Dari foto sahur sederhana sampai potret berbagi takjil di pinggir jalan, semua bisa punya cerita. Lomba ini sederhana tapi emosional.

5. Lomba Konten Edukasi Ramadan di Media Sosial

Di tengah maraknya konten hiburan, lomba membuat konten edukasi Ramadan bisa jadi alternatif positif. Peserta diminta membuat reels atau video pendek berisi tips ibadah, adab berbuka, atau fakta menarik tentang Ramadan.

Kriteria penilaian bisa meliputi akurasi informasi, kreativitas, dan engagement. Model lomba ini juga membantu menyebarkan pesan baik secara lebih luas.

6. Lomba Meme Ramadan Positif

Siapa bilang meme cuma buat lucu-lucuan? Meme juga bisa jadi media dakwah ringan. Tantang peserta membuat meme bertema Ramadan yang tetap sopan dan mengandung pesan baik.

Misalnya tentang drama bangun sahur, godaan diskon online, atau perjuangan menahan emosi. Humor yang relevan justru bikin pesan lebih mudah diterima.

Mengikuti lomba Ramadhan online bukan sekadar soal menang atau kalah. Ada proses belajar, mengasah kemampuan, sekaligus memperluas relasi. Kamu juga bisa lebih produktif selama puasa, daripada hanya scroll media tanpa arah.

Di tengah dunia yang makin digital, Ramadan tetap bisa terasa hangat. Tinggal bagaimana kita mengemasnya. Jadi, sudah siap bikin Ramadan tahun ini lebih produktif dan penuh karya?