Lintang Siltya Utami | Arifa R.
Visualisasi MacBook Neo (dok. Apple)
Arifa R.

Apple baru saja melakukan sesuatu yang selama ini dianggap mustahil oleh banyak orang, merilis laptop "murah" tanpa mengorbankan identitas Mac. Melalui MacBook Neo yang diperkenalkan pada 4 Maret 2026, Apple resmi mendobrak batasan harga dengan menghadirkan perangkat yang membawa performa "monster" khas Apple Silicon, namun terjangkau dari segi budget.

Dibalut dengan Sentuhan Warna "Pop"

MacBook Neo tidak terasa seperti produk "murah". Dibuat dari aluminium kokoh dengan bobot hanya 1,23 kg, laptop ini sangat portabel untuk dibawa ke kampus atau kafe. Apple juga memberikan pilihan warna yang beragam: Silver, Blush (Pink), Citrus (Kuning), dan Indigo.

Visualnya pun tetap premium dengan layar Liquid Retina 13 inci yang memiliki resolusi 2408 x 1506 dan kecerahan 500 nits. Dengan dukungan 1 miliar warna, layar ini diklaim jauh lebih cerah dan tajam dibandingkan kebanyakan laptop Windows di rentang harga yang sama.

Performa A18 Pro

Rahasia dapur MacBook Neo terletak pada chip A18 Pro. Meski biasanya chip seri "A" digunakan pada iPhone, optimasi Apple pada MacBook Neo membuatnya mampu melibas tugas sehari-hari hingga 50 persen lebih cepat dibandingkan laptop PC dengan prosesor Intel Core Ultra 5 terbaru.

Adapun berdasarkan data Geekbench, MacBook Neo mencatatkan skor yang sangat impresif:

  • Single-Core Score (3461): Skor ini mengukur seberapa cepat satu inti CPU menyelesaikan tugas tunggal, seperti membuka aplikasi atau memuat halaman web. Menariknya, performa ini hampir menyamai MacBook Air M4 (2025) yang berada di angka 3.696.
  • Multi-Core Score (8668): Skor ini mengukur kerja sama seluruh inti CPU dalam menangani beban kerja berat, seperti video editing atau multitasking. Angka ini setara dengan performa legendaris MacBook Air M1 yang selama ini dikenal sebagai standar emas laptop efisien.

Artinya, meski dikategorikan sebagai "laptop dengan budget murah", MacBook Neo tidak kalah bertenaga dibandingkan lini MacBook Air yang menggunakan chipset seri M.

Era Baru dengan Apple Intelligence

Bukan produk 2026 namanya kalau tanpa kecerdasan buatan. Berkat Neural Engine 16-core pada chip A18 Pro, MacBook Neo mendukung penuh fitur Apple Intelligence pada macOS Tahoe.

Pengguna bisa menikmati fitur seperti Writing Tools untuk merangkum catatan, fitur Clean Up di aplikasi Foto, hingga integrasi Google Gemini dan Circle to Search. Semuanya berjalan secara on-device, sehingga privasi data pengguna tetap terjamin aman.

Fitur Esensial dan Ketahanan Baterai

Meskipun hadir dengan harga yang jauh lebih ekonomis, Apple tidak serta-merta memangkas fitur-fitur esensial yang selama ini menjadi standar kenyamanan lini MacBook.

Pengguna tetap akan dimanjakan dengan pengalaman mengetik yang presisi menggunakan Magic Keyboard, lengkap dengan touch ID untuk sistem keamanan dan autentikasi yang cepat serta aman.

Urusan komunikasi visual pun tetap menjadi prioritas, MacBook Neo menyematkan kamera FaceTime HD 1080p yang didukung pemrosesan gambar canggih.

Sektor hiburan juga tidak dianaktirikan, berkat kehadiran sistem speaker pancar dua sisi yang mendukung Audio Spasial dan Dolby Atmos, memberikan kualitas suara yang jernih dan menghanyutkan untuk mendengarkan musik maupun menonton film.

Yang paling krusial, efisiensi luar biasa dari chip A18 Pro memungkinkan MacBook Neo memiliki ketahanan baterai hingga 16 jam dalam sekali pengisian daya.

Harga di Pasaran

Dari situs resmi Apple, MacBook Neo dipasarkan dengan harga mulai dari 599 dolar AS (sekitar Rp 10 jutaan) untuk varian 8/256GB dan 699 dolar AS (sekitar Rp 11,8 jutaan) untuk varian 8/512GB.

Harga ini menjadikannya MacBook paling terjangkau yang pernah dibuat oleh Apple, namun dengan kualitas performa yang tetap berada di kelas premium.