Libur panjang Idul Fitri membuat jalanan ibu kota terasa sepi karena banyaknya warga Jakarta yang mudik ke kampung halaman. Menjelang berakhirnya masa liburan, Wakil Ketua Umum Kadin Perindustrian Saleh Husin bersama Pramono Anung dan kelompok sepeda Kopi Durian memanfaatkan momen lengangnya Jakarta dengan bersepeda mengitari kota sejauh 60 kilometer pada Selasa (24/3/2026) pagi.
Kegiatan yang dimulai sehabis salat subuh ini menjadi momen olahraga perdana bagi Saleh Husin di lintasan. Sebelumnya, selama bulan puasa Ramadan, ia total istirahat bersepeda karena padatnya kegiatan.
Mengitari rute ibu kota dengan kecepatan rata-rata 35 km/jam, momen gowes kali ini sekaligus dimanfaatkan sebagai ajang "detoks" fisik setelah berhari-hari menyantap hidangan khas hari raya.
"Kali ini memang sudah disepakati kecepatannya sedang-sedang saja. Buat saya bersepeda pagi ini sekaligus untuk membakar lemak-lemak setelah lebaran kemarin, dimana kita lebih banyak makan makanan khas Idul Fitri seperti opor, rendang dan lain lain yang memang banyak santannya," ujarnya.
Saleh mengatakan, dengan bersepeda membuat badan kita terasa lebih fit dan bugar serta pikiran jadi lebih rileks. Apalagi sehari sebelumnya ia juga melakukan pemanasan berupa interval walking sejauh 6 kilometer.
Menjelang kembalinya rutinitas bekerja pasca-libur panjang, ia menekankan pentingnya transisi gaya hidup sehat guna memulihkan produktivitas.
"Maka dari itu saya mengajak bapak ibu semua untuk selalu berolahraga agar badan sehat dan pikiran fresh sehingga muncul pikiran-pikiran positif yang bermanfaat buat pekerjaan di kantor," kata Saleh.
Lebih dari sekadar mencari keringat, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi sebelum kembali beraktivitas padat.
"Sehabis bersepeda kami bertiga belas ada Pak Toto, Pak Adri , Pak Rivo dan kawan kawan istirahat ngeteh dan ngopi sejenak untuk melepas letih sambil ngobrol. Tentu dengan konsumsi makanan yang terjaga agar sehatnya dapat silaturahminya juga dapat," tambah Saleh.
Manfaat Bersepeda Pasca-Libur Lebaran
Apa yang dilakukan oleh para tokoh publik ini sejalan dengan anjuran gaya hidup sehat. Bersepeda, terutama setelah masa liburan panjang yang identik dengan makanan tinggi kolesterol, memiliki sejumlah manfaat yang terbukti secara ilmiah, di antaranya:
- Membakar Kalori secara Efektif: Mengayuh sepeda secara rutin selama satu jam dengan kecepatan sedang dapat membakar sekitar 400 hingga 600 kalori.
- Menyehatkan Jantung dan Pembuluh Darah: Bersepeda membantu melancarkan sirkulasi darah dan mengurangi risiko penumpukan kolesterol jahat yang kerap melonjak tajam usai menyantap hidangan khas hari raya.
- Menurunkan Tingkat Stres: Olahraga memicu pelepasan hormon endorfin di dalam otak. sehingga pikiran menjadi lebih jernih (fresh) dan siap untuk kembali menghadapi tekanan atau beban pekerjaan di kantor.
Baca Juga
-
Memaksimalkan Potensi di Tengah Keterbatasan, Belajar dari Novel Rasa
-
Review The Defects: Ketika Anak Bisa 'Diretur' seperti Barang Rusak
-
Menjaga Kebiasaan Baik Pasca-Ramadan dan Lebaran: Tantangan Konsistensi
-
8 Rekomendasi Drama China Berlatar Republik untuk Temani Libur Lebaran
-
Xiaomi SU7 Generasi Baru Resmi Meluncur: Sedan Listrik Rasa Supercar, Jarak Tembus 900 Km
Artikel Terkait
-
5 Fakta Gila Bugatti Factor One, Sepeda Sultan yang Harganya Setara Veloz Hybrid
-
Pramono Anung Resmi Terapkan WFA ASN Usai Lebaran, Presensi Daring Wajib Tanpa Bolos
-
Kisah Haru Ayah dan Anak Boncengan Naik Sepeda Ontel, Mudik Jakarta- Tegal
-
Pramono Sebut Kebun Binatang Ragunan Bakal Tutup Saat Hari Pertama Lebaran, Buka Kembali Lusa
-
Pramono Anung dan Bang Doel Bakal Salat Idul Fitri di Balai Kota, Khatib Diisi Maruf Amin
Lifestyle
-
Xiaomi SU7 Generasi Baru Resmi Meluncur: Sedan Listrik Rasa Supercar, Jarak Tembus 900 Km
-
Misi Menolak Jadi Kaum Rebahan: 6 Cara Memaksimalkan Waktu Libur Lebaran
-
4 Tone Up Cream SPF untuk Kulit Sensitif Auto Cerah saat Lebaran Idulfitri
-
Rahasia Kulit Cerah: 5 Day Cream untuk Glow Up Maksimal
-
Badan Remuk usai Mudik? Ini 5 Langkah Biar Stamina Kembali On Fire!
Terkini
-
Memaksimalkan Potensi di Tengah Keterbatasan, Belajar dari Novel Rasa
-
Review The Defects: Ketika Anak Bisa 'Diretur' seperti Barang Rusak
-
Menjaga Kebiasaan Baik Pasca-Ramadan dan Lebaran: Tantangan Konsistensi
-
8 Rekomendasi Drama China Berlatar Republik untuk Temani Libur Lebaran
-
Rutan Kosong, Rumah Penuh: Akankah Status Tahanan Rumah Jadi Tren Pejabat?