Di tengah meningkatnya tren wearable device, banyak orang kini tidak lagi memakai perangkat kesehatan hanya untuk melihat jumlah langkah atau notifikasi. Perlahan, kualitas tidur, tingkat stres, detak jantung, hingga recovery tubuh mulai menjadi bagian dari gaya hidup modern yang dipantau setiap hari.
Fenomena ini membuat WHOOP semakin ramai dibicarakan. Berbeda dari smartwatch biasa, WHOOP hadir tanpa layar dan fokus membaca kondisi tubuh pengguna selama 24 jam penuh.
WHOOP juga tidak dirancang untuk hiburan atau notifikasi seperti smartwatch pada umumnya. Perangkat ini lebih berfokus pada analisis kesehatan dan performa tubuh melalui aplikasi yang terus memantau data pengguna setiap hari.
Perangkat ini populer di kalangan atlet profesional, penggemar gym, hingga figur publik dunia. Salah satu nama besar yang kerap terlihat menggunakan WHOOP adalah Cristiano Ronaldo.
Popularitas WHOOP juga meningkat di kalangan penggemar biohacking, longevity, dan budaya self improvement modern. Perangkat ini dirancang untuk memantau kualitas tidur, Heart Rate Variability (HRV), recovery tubuh, detak jantung, suhu tubuh, tingkat stres, hingga beban aktivitas fisik atau strain.
Semua data tersebut dianalisis lewat aplikasi smartphone untuk memberikan gambaran kondisi tubuh pengguna setiap hari. Secara spesifikasi, WHOOP 5.0 hadir dengan desain lebih kecil dan ringan dibanding generasi sebelumnya serta memiliki daya tahan baterai hingga sekitar 14 hari.
Perangkat ini juga mendukung pemantauan lebih dari 145 aktivitas olahraga. Selain itu, WHOOP mampu membaca kualitas deep sleep dan REM sleep pengguna secara lebih detail.
Salah satu fitur yang paling sering dibahas adalah Recovery Score, yakni indikator yang menunjukkan seberapa siap tubuh seseorang menjalani aktivitas berdasarkan kualitas tidur dan kondisi fisik setelah beraktivitas. Kini banyak pengguna mulai mengecek skor recovery mereka sebelum bekerja, berolahraga, atau menjalani aktivitas harian lainnya.
WHOOP juga menghadirkan fitur personalized coaching berbasis AI yang memberikan rekomendasi terkait tidur, recovery, dan latihan fisik pengguna. Sistem AI tersebut akan menganalisis kebiasaan tubuh pengguna untuk memberikan saran yang lebih personal dari waktu ke waktu.
Untuk versi tertinggi seperti WHOOP MG, perangkat ini bahkan sudah mendukung fitur ECG (electrocardiogram), deteksi AFib, hingga Blood Pressure Insights. Hal inilah yang membuat WHOOP tidak lagi dipandang sekadar gelang kesehatan biasa.
Menariknya, WHOOP menggunakan sistem subscription sehingga pengguna bukan hanya membeli perangkat, tetapi juga membayar membership tahunan. Biaya langganannya sendiri berkisar mulai sekitar 199 hingga 359 dolar AS tergantung fitur kesehatan yang dipilih.
Di balik popularitasnya, WHOOP memperlihatkan perubahan gaya hidup modern yang semakin dekat dengan data tubuh. Tubuh kini tidak lagi sekadar dirasakan, tetapi juga diukur dan dianalisis lewat data setiap hari.
Meski menuai kritik karena dinilai bisa membuat orang terlalu bergantung pada angka kesehatan, WHOOP tetap menjadi simbol perubahan budaya digital modern. Jika dulu orang hanya mendengarkan tubuhnya, kini banyak yang mulai membaca tubuhnya lewat data.
Baca Juga
-
Film Mortal Kombat II dan Nostalgia Era Rental PS2 yang Sulit Dilupakan
-
Verstappen Effect? Nrburgring 24H Ludes untuk Pertama Kali dalam Sejarah
-
Smartwatch Kini Bisa Baca Risiko Diabetes? Ini Fitur Huawei Watch Fit 5 Pro
-
Makna Lagu Ancika Ariel NOAH, OST Dilan ITB 1997 yang Bikin Nostalgia
-
Strategi Rockstar "Menganaktirikan" Gamer PC? GTA 6 Rilis di Console Dulu!
Artikel Terkait
Lifestyle
-
6 Alasan Mengapa Kamu Suka Menggoyangkan Kaki Saat Duduk, Ada Hubungannya dengan Kepribadian?
-
3 Serum Kakadu Plum dengan Kandungan Vitamin C Tinggi untuk Kulit Lebih Cerah
-
Tumit Kasar Jadi Mulus: Ini 5 Foot Cream Andalan untuk Kulit Pecah-Pecah!
-
Tecno Camon Slim 5G Segera Rilis: HP Super Tipis Pakai Baterai Jumbo, Inovasi Baru di Kelas Menengah
-
5 Tone Up Cream Korea untuk Wajah Glowing ala Eonni, Mulai Rp100 Ribuan
Terkini
-
Review Am I Loving You Alone: Vanesha Prescilla Resmi Jadi Vokalis Trio
-
Pindang Bikcik Way Mayang: Kuah Segar Meresap, Makan Enak Gak Pake Tapi
-
Di Balik Modal Sarjana: Pendidikan Tinggi dan Racun Bernama Prestise Sosial
-
Perlukah VAR di LCC MPR RI? Belajar dari Insiden Kecurangan yang Terekam Live
-
Tayang Mei 2026, Ra Mi Ran Bintangi Film Fantasi Adaptasi Novel Jepang