Sebagai pencinta musik elektronik, jujur saja saya sering merasa "haus" dengan rilisan lokal yang pas di telinga. Di Indonesia, referensi saya biasanya mentok di Weird Genius. Tapi bagi saya pribadi, kadang lagu-lagu mereka terasa terlalu berat ke arah DJ set.
Saya tipe pendengar yang mencari sentuhan elektronik tapi tetap punya nyawa melodic yang kuat. Nah, di tengah pencarian itu, saya akhirnya menemukan The Midnight Darlings.
Grup ini bukan sembarang kolaborasi. Ini adalah pembuktian baru bagi Vanesha Prescilla. Selama ini kita mengenal Vanesha lewat aktingnya yang ikonik, namun kini ia resmi mengukuhkan eksistensinya di industri musik sebagai vokalis tetap dalam trio bersama sang kakak, Jevin Julian (keys), dan Aldrienko Pakusadewo (gitar). Lewat single terbaru mereka bertajuk “Am I Loving You Alone?”, Vanesha menunjukkan bahwa vokalnya punya tempat tersendiri di genre dreamy electronic.
Chemistry Kakak-Adik yang "Klik"
Sebenarnya, kolaborasi Vanesha dan Jevin bukan hal baru. Sebelumnya, mereka pernah merilis lagu "Lost in Motion". Namun, di The Midnight Darlings, posisinya berbeda karena ini adalah sebuah trio.
Dari sisi aransemen, Jevin Julian memang tidak perlu diragukan. Begitu lagu dimulai, telinga kita langsung disambut dengan intro synth yang dreamy banget, khas 90-an. Jevin tahu betul cara meramu musik yang modern tapi tetap membawa memori nostalgia.
Bedah Lirik: Curhatan Pengagum Rahasia
Lagu ini adalah "lagu wajib" buat kalian para pengagum rahasia alias secret admirer. Liriknya sangat menggambarkan bagaimana fantasi-fantasi kecil berputar di kepala saat kita menyukai seseorang.
Pada Verse 1, kita diajak masuk ke perasaan kagum yang membuat seseorang bertingkah konyol:
Hey you, pretty looking
Got me acting stupid over and over
Oh, I’ve been wanting to tell you
That I need you
And I crave you
And I wanna be closer
Masuk ke bagian Pre-Chorus, di sini saya merasa suara Vanesha sangat match dengan musiknya. Karakter vokalnya tidak "menyerang" atau berusaha pamer teknik yang berlebihan, melainkan tenang dan melengkapi nuansa yang dibangun Jevin dan Aldrienko.
All I want is us
All I want is you, yeah you...
Antara Fantasi dan Realita
Puncak emosinya ada di bagian Chorus. Ini adalah momen ketika sang pengagum mulai mempertanyakan status perasaannya.
Say you feel it when you’re next to me
Tell me this is more than fantasy
Would you be with me?
Am I loving you alone?
Di Verse 2, lagunya terasa semakin personal. Ada penggambaran tentang rasa gugup yang luar biasa saat orang yang disukai memanggil nama kita. Rasanya ingin kabur, tapi di sisi lain hati merasa sangat senang sampai "mati dengan senyuman".
I’m petrified when you call my name
Saying hi to me
Can’t even look at you ’cause I might
Die with a smile on my face
Penutup
Keputusan Vanesha untuk serius menjadi vokalis di The Midnight Darlings menurut saya adalah langkah yang cerdas. Ia tidak mencoba menjadi penyanyi pop, melainkan memilih jalur elektronik yang lebih berkarakter.
Bagi kalian yang sedang jatuh cinta atau terjebak dalam fantasi mencintai sendiri, lagu ini bakal terasa sangat relate. Dengan perpaduan gitar dari Aldrienko yang manis dan beat elektronik dari Jevin, "Am I Loving You Alone?" sukses menjadi angin segar di industri musik tanah air.
Baca Juga
-
Ulasan Taman Bunga Siantar: Tempat Asyik Mengukir Kenangan Bersama Teman
-
Katanya AI Mau Gantiin Manusia? Atlet Excel Ini Buktikan Robot Gak Ada Apa-apanya!
-
Obral Izin Masuk Berujung Bencana: Ketika Bandar Judi Internasional Menyamar Jadi Wisatawan
-
Percabulan di Pati: Pak, Anjing Saya Saja Tidak Seperti Itu
-
Sinopsis Film Backrooms: Teror Ruangan Kosong yang Penuh Gore dan Misteri
Artikel Terkait
-
Dramatis! NMIXX Ekspresikan Cinta yang Mendalam di Lagu Heavy Serenade
-
Rilis Tracklist, aespa Gandeng G-Dragon di Album Penuh Kedua 'LEMONADE'
-
ADOR Buka Suara soal Gugatan Plagiarisme Lagu How Sweet Milik NewJeans
-
Membaca Realitas Pekerja Kota Besar dari Lagu Hatchu!! Karya Salma Salsabil
-
Lo Lagi Lo Lagi! Plot Twist Formasi Anyar Hellcrust
Ulasan
-
Pindang Bikcik Way Mayang: Kuah Segar Meresap, Makan Enak Gak Pake Tapi
-
Film Mortal Kombat II dan Nostalgia Era Rental PS2 yang Sulit Dilupakan
-
Menilik Kukungan Mama Atas Nama Kasih Sayang Film Crocodile Tears
-
Saat Mimpi Dianggap Dosa: Luka Anak yang Diabaikan dalam Novel Marveluna
-
Millennials Kill Everything: Cara Pikir yang Mengubah Peta Bisnis Dunia
Terkini
-
Di Balik Modal Sarjana: Pendidikan Tinggi dan Racun Bernama Prestise Sosial
-
Perlukah VAR di LCC MPR RI? Belajar dari Insiden Kecurangan yang Terekam Live
-
3 Serum Kakadu Plum dengan Kandungan Vitamin C Tinggi untuk Kulit Lebih Cerah
-
Tayang Mei 2026, Ra Mi Ran Bintangi Film Fantasi Adaptasi Novel Jepang
-
Bukan Cuma Mortal Kombat! 4 Film Ini Siap Bikin Kamu Merinding dan Baper Pekan Ini