Persaingan smartphone di Indonesia kembali memanas setelah iQOO resmi memperkenalkan iQOO Z11 dengan kapasitas baterai yang tidak biasa untuk sebuah ponsel pintar.
Jika rata-rata smartphone saat ini hadir dengan baterai 5.000mAh, iQOO Z11 justru membawa baterai jumbo 9.020mAh yang membuat banyak pengguna menyebutnya lebih mirip powerbank daripada HP biasa.
Kapasitas tersebut bahkan disebut menjadi salah satu yang terbesar untuk smartphone mainstream yang resmi hadir di Indonesia. Tidak sedikit komunitas gadget di media sosial mulai menyoroti bagaimana tren baterai smartphone kini berkembang jauh lebih agresif dibanding beberapa tahun lalu.
Dengan angka hampir menyentuh 10.000mAh, iQOO Z11 menawarkan daya tahan yang jauh di atas rata-rata smartphone modern.
Untuk penggunaan normal seperti media sosial, streaming, hingga chatting, kapasitas sebesar itu diperkirakan mampu bertahan lebih dari satu hari tanpa perlu mengisi daya berulang kali. Sementara untuk kebutuhan gaming dan multitasking berat, kapasitas tersebut menjadi daya tarik utama perangkat ini.
Menariknya, meski membawa baterai sangat besar, desain iQOO Z11 tidak tampil setebal smartphone rugged lawas. Hal tersebut karena perangkat ini sudah menggunakan teknologi baterai silikon-karbon generasi baru yang memungkinkan kepadatan daya lebih tinggi dalam bodi yang tetap relatif tipis.
Sebelum kemunculan iQOO Z11, beberapa smartphone di Indonesia juga sempat dikenal karena kapasitas baterainya yang besar.
Tecno Pova juga cukup dikenal karena fokus pada daya tahan baterai dengan kapasitas 6.000mAh hingga 7.000mAh di kelas harga terjangkau. Bahkan sebelum Z11 hadir, iQOO sendiri sebenarnya sudah memperkenalkan iQOO Z10 dengan baterai sekitar 7.300mAh.
Namun, angka tersebut kini terasa “dilompati” cukup jauh lewat kehadiran iQOO Z11 dengan baterai 9.020mAh.
Selain kapasitas baterai jumbo, iQOO Z11 juga hadir dengan spesifikasi yang menyasar pengguna muda dan penggemar performa tinggi.
Perangkat ini dibekali chipset Snapdragon 7s Gen 4, layar AMOLED dengan refresh rate tinggi hingga 144Hz, serta dukungan fast charging 90W yang tetap dibutuhkan mengingat kapasitas baterainya yang sangat besar.
Tidak hanya itu, perangkat tersebut juga membawa sertifikasi IP68 dan IP69 yang membuatnya memiliki ketahanan lebih baik terhadap debu dan air.
Kemunculan iQOO Z11 sekaligus memperlihatkan bagaimana fokus industri smartphone mulai mengalami perubahan. Jika beberapa tahun lalu kamera menjadi nilai jual utama, kini daya tahan baterai mulai kembali menjadi perhatian besar banyak pengguna.
Bagi sebagian pengguna, memiliki HP yang mampu bertahan lama tanpa harus terus mencari charger kini menjadi kebutuhan penting di tengah aktivitas digital yang semakin padat.
Untuk pasar Indonesia, iQOO Z11 resmi dibanderol mulai Rp4.999.000 untuk varian 8GB/128GB. Sementara varian 8GB/256GB dijual Rp5.699.000 dan versi 12GB/256GB dibanderol Rp6.899.000.
Tag
Baca Juga
-
Fakta Menarik Trofi Emas Piala Dunia: Pernah Dicuri, Bukan Milik Sang Juara
-
Timberland Boots: Berawal Dari Sepatu Tukang Jadi Ikon Rapper Dunia Hip Hop
-
JisuLife Ultra 2: Kipas Portable Premium dengan Berbagai Fungsi Menarik!
-
ROG Zephyrus Duo, Laptop Dua Layar dengan RTX 5090 Seharga Mobil Bekas!
-
Bawa Argentina Menang 3-0, Messi Cetak Hattrick Pertama di Piala Dunia 2026
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Capek Pantau Medsos tapi Susah Berhenti? Kenali yang Namanya Doomscrolling!
-
Kulit Remaja Bebas Jerawat Tanpa Kuras Dompet! 4 Acne Serum Rp30 Ribuan
-
Auto Glowing! 5 Rekomendasi Brightening Ampoule Pembasmi Noda Jerawat
-
5 Sunscreen Korea untuk Kulit Sensitif: Aman, Tanpa Alkohol dan Parfum
-
Hempas Kusam dan Noda Gelap! Ini 4 Sabun Muka Korea Kandungan Brightening
Terkini
-
Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur
-
Mekanisme Reshuffle Kabinet: Hak Prerogatif atau Batas Konstitusi?
-
4 Isu Sosial dalam Novel Klasik Pride and Prejudice,Tak Hanya Kisah Cinta!
-
Sinopsis Haiwaan, Film Kriminal Dibintangi Saif Ali Khan dan Akshay Kumar
-
Menolak Lupa September Hitam: Membedah Rentetan Pelanggaran HAM Indonesia