ASUS resmi memperkenalkan ASUS Pad (T3201) dalam ajang Computex 2026. Perangkat ini menjadi penanda kembalinya ASUS ke pasar tablet Android setelah cukup lama tidak menghadirkan produk baru di kategori tersebut.
Bukan hanya menjadi momen comeback, ASUS Pad juga menarik perhatian karena membawa teknologi layar yang berbeda dari kebanyakan tablet OLED yang beredar saat ini.
Melansir laman resmi Asus pada Kamis (4/6/2026), tablet ini hadir dengan layar 12,2 inci beresolusi 2.8K atau 2800 x 1840 piksel. ASUS menggunakan teknologi dual-layer OLED atau tandem OLED, yakni panel yang memanfaatkan dua lapisan OLED sekaligus untuk menghasilkan tingkat kecerahan lebih tinggi, efisiensi daya yang lebih baik, serta usia pakai panel yang lebih panjang dibanding OLED konvensional.
Layar tersebut juga mendukung refresh rate hingga 144Hz, cakupan warna 100 persen DCI-P3, serta sertifikasi TÜV Rheinland untuk membantu meningkatkan kenyamanan mata saat digunakan dalam waktu lama.
Dari sisi performa, ASUS Pad ditenagai chipset MediaTek Dimensity 8300 yang dipadukan dengan RAM LPDDR5X hingga 16GB dan penyimpanan UFS 3.1 hingga 256GB. ASUS juga masih mempertahankan slot microSD yang mendukung kapasitas hingga 1TB untuk memperluas ruang penyimpanan.
Untuk kebutuhan hiburan, tablet ini dibekali empat speaker dengan dukungan Dolby Atmos. Sementara itu, sektor kamera mengandalkan kamera belakang 13MP dan kamera depan 5MP untuk kebutuhan panggilan video maupun dokumentasi ringan.
ASUS Pad turut dibekali baterai berkapasitas 9.000mAh dengan dukungan pengisian cepat 45W melalui USB Type-C. Tablet ini menjalankan Android 16 dan dilengkapi sejumlah fitur seperti Google Gemini, Circle to Search, Face Login, serta ASUS GlideX yang mendukung konektivitas antarperangkat.
Dari segi desain, ASUS Pad memiliki ketebalan 6,5 mm dengan bobot sekitar 523 gram. Ukurannya yang relatif tipis membuat perangkat ini tetap nyaman digunakan untuk bekerja, belajar, maupun menikmati hiburan saat bepergian.
Hingga saat ini ASUS belum mengumumkan harga resmi maupun jadwal penjualan ASUS Pad di Indonesia. Meski demikian, kehadiran perangkat ini menunjukkan keseriusan ASUS untuk kembali bersaing di pasar tablet Android dengan menawarkan teknologi layar yang menjadi pembeda utama.
Dengan mengandalkan tandem OLED yang masih jarang ditemukan pada tablet Android, ASUS Pad hadir sebagai opsi menarik bagi pengguna yang mengutamakan kualitas visual tanpa mengabaikan aspek produktivitas dan hiburan sehari-hari.
Baca Juga
-
Fakta Menarik Trofi Emas Piala Dunia: Pernah Dicuri, Bukan Milik Sang Juara
-
Timberland Boots: Berawal Dari Sepatu Tukang Jadi Ikon Rapper Dunia Hip Hop
-
JisuLife Ultra 2: Kipas Portable Premium dengan Berbagai Fungsi Menarik!
-
ROG Zephyrus Duo, Laptop Dua Layar dengan RTX 5090 Seharga Mobil Bekas!
-
Bawa Argentina Menang 3-0, Messi Cetak Hattrick Pertama di Piala Dunia 2026
Artikel Terkait
-
Budget Rp1 Jutaan Dapat Tablet Apa? Cek 5 Pilihan dengan Spek Gahar, Baterai Badak Kuat Seharian
-
Asus ProArt P16 Resmi Meluncur: Laptop Kreator Konten di Era AI dengan Superchip Nvidia RTX Spark
-
Asus ROG Swift OLED PG32UCWM: Monitor Gaming 4K Generasi Baru dengan Teknologi Tandem RGB OLED
-
ASUS Kenalkan Monitor Gaming OLED dengan Refresh Rate 540 Hz, Sasar eSports
-
Asus ProArt OLED PA27USD Meluncur: Monitor Impian Editor Video dan Colorist
Lifestyle
-
Bye-Bye Muka Tomat! Ini 4 Soothing Gel Mugwort Khusus Kulit Berminyak, Cuma 30 Ribuan
-
Bebas Kemerahan, 5 Sunscreen Korea Cica yang Bikin Kulit Calm dan Lembap
-
Lawan Kulit Kering! 4 Hydrating Mist Jaga Wajah Tetap Lembap Sepanjang Hari
-
Tak Perlu Mesin POS Mahal, 5 Tablet LTE Ini Cocok untuk Kasir Cafe dan UMKM
-
Cari Wangi Vanilla yang Gak Bikin Pusing? Coba 5 Rekomendasi Body Mist Ini!
Terkini
-
Gebrakan Baru! Sinema Desa Resmi Disulap Jadi Motor Ekonomi Baru di 2026
-
Manga You Are a Four Leaf Clover Diadaptasi ke Anime
-
Skincare Routine ke Beauty Consumerism: Self-Care Dijadikan Alasan Belanja?
-
Bertabur Bintang! Kim Yeon Koung, Lee Junho, dan Kazuha Resmi Jadi Staf Baru di Kian's Bizarre B&B 2
-
Bukan Hanya Romance: Bagaimana Trilogi 'Before' Memotret Realisme Hubungan