Hayuning Ratri Hapsari | Ken Hitana
Ilustrasi Gas Air Mata (unsplash/Norbu GYACHUNG)
Ken Hitana

Ada 1 hal yang melekat dengan demo, apa itu? Yap, gas air mata! Gas air mata kerap kali digunakan oleh aparat untuk mengendalikan massa. Jadi, hampir semua peserta demo pasti pernah merasakan 'sensasi' gas air mata ini, mulai dari mata perih, iritasi, hingga sesak napas.

Sayangnya, banyak orang-orang yang baru turun ke jalan atau orang-orang di pinggir jalan yang terkena sasaran gas air mata, masih belum tahu apa yang harus dilakukan saat terkena gas ini. Banyak dari mereka malah melakukan sesuatu yang malah memperburuk keadaan tubuh mereka. Yuk, hindari 5 kesalahan fatal ini saat terkena gas air mata!

1. Mengucek Mata

Ilustrasi Mengucek Mata (unsplash/ahmad gunnaivi)

Mata adalah target utama gas ini. Gas ini bekerja untuk membuat matamu terasa perih dan tidak nyaman. Meskipun begitu, justru kamu tidak boleh menguceknya.

Partikel gas yang menempel di dekat matamu akan semakin menyebar dan bercampur dengan kotoran di tanganmu. Hal ini malah akan memperparah kondisi matamu dan bisa menyebabkan iritasi. Lebih baik, kamu mencari air bersih untuk membersihkan wajah dan matamu dari gas air mata.

2. Menahan Napas Terlalu Lama

Ilustrasi Menutup Hidung (unsplash/ev)

Saat kamu tahu gas air mata itu berbahaya, secara alami kamu akan menahan napas agar tidak menghirup gas tersebut. Ternyata, hal ini tidak akan mencegahmu untuk tidak menghirup gas air mata. Hal ini malah akan membuatmu kehabisan napas di kerumunan dan akhirnya akan jatuh pingsan.

Kamu tetap bisa menahan napas sesekali agar gas tidak banyak terhirup. Tapi, usahakan untuk bernapas lewat mulut juga agar tubuhmu tetap mendapat pasokan oksigen. Untuk menghindari ini, kamu juga bisa pakai pelindung wajah, seperti masker, kain, atau topi.

3. Tidak Melepas Pakaian Sesegera Mungkin

Ilustrasi Mandi (unsplash/Victor Furtuna)

Pakaian adalah benda yang tidak terhindarkan terkena paparan gas air mata saat demo, entah terciprat langsung atau saat berdesakan dengan pendemo lain. Karena menempel langsung dengan tubuh, gas air mata bisa mengiritasi kulit atau terhirup hidung.

Jadi, kamu harus segera melepas pakaianmu yang penuh gas air mata setelah demo. Pastikan juga kamu membersihkan tubuhmu dengan air mengalir sampai bersih, ya.

4. Panik dan Berlarian Tak Tentu Arah

Ilustrasi Demonstrasi (unsplash/Tony Zhen)

Saat gas air mata mulai disemprot, banyak orang yang panik karena merasakan efeknya. Jika kamu juga demikian, jangan panik! Dengan hati-hati, jauhi kerumunan dan tenangkan dirimu. Kamu bisa basuh wajahmu dengan air bersih atau hirup udara segar sejenak agar tak sesak napas.

5. Mengabaikan Gejala Serius

Ilustrasi Dokter dan Pasien (unsplash/National Cancer Institute)

Bagi sebagian orang, efek gas air mata bisa berkepanjangan. Misalnya, orang yang memiliki riwayat penyakit pernapasan, seperti asma, bisa menimbulkan gejala sesak napas yang lebih parah.

Orang yang tidak memiliki riwayat penyakit pun berpotensi untuk merasakan gejala jangka panjang gas air mata ini. Untuk itu, setelah terpapar gas air mata, kamu perlu pergi ke dokter untuk konsultasi atas keluhan yang kamu rasakan.

Gas air mata memang digunakan untuk menertibkan dan memukul mundur para pendemo. Dengan paparan gas ini, pendemo akan merasa tidak nyaman. Namun, hal ini tidak jadi masalah jika kamu sudah tahu apa yang harus dilakukan.

Jadi, hindari hal-hal di atas untuk mengurangi dampak buruk gas air mata, ya. Tetap hati-hati dan utamakan keselamatan! Stay safe!