Beberapa waktu lalu, Samsung sempat menuai gelombang kritik dari para penggunanya. Hal ini berawal dari kebingungan para pengguna Samsung Health yang khawatir akan dihapusnya data sensitif mereka apabila menolak berpartisipasi dalam pelatihan teknologi AI perusahaan.
Raksasa teknologi asal Korea Selatan tersebut akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait pembaruan sistem persetujuan kecerdasan buatan (AI) pada aplikasi Samsung Health. Langkah ini diambil guna meluruskan kesalahpahaman sekaligus memastikan bahwa privasi data pelanggan tetap aman.
Masalah ini pertama kali mencuat pada awal Juli 2026, ketika para pengguna Samsung Health mulai mendapati pesan pop-up baru setelah melakukan pembaruan aplikasi.
Pesan tersebut meminta kesediaan pengguna untuk memberikan izin akses data kesehatan mereka agar bisa digunakan dalam pelatihan dan pemodelan sistem AI Samsung.
Meskipun dalam pengantar awalnya Samsung menyatakan bahwa persetujuan ini bersifat opsional dan dapat dibatalkan kapan saja, polemik besar muncul ketika pengguna mencoba menolak persetujuan tersebut.
Pada lembar dialog pembatalan, terdapat teks peringatan yang menyatakan bahwa menarik persetujuan akan menghapus seluruh data Samsung Health yang tersimpan di server Samsung, sekaligus menonaktifkan fitur sinkronisasi dengan Samsung Cloud.
Pemilihan kalimat yang ambigu ini langsung memicu kekhawatiran massal. Banyak pengguna merasa dihadapkan pada pilihan buah simalakama: terpaksa merelakan privasi data mereka demi pelatihan AI, atau mempertahankan privasi tetapi kehilangan seluruh data kesehatan historis serta fitur sinkronisasi antarperangkat.
Klarifikasi Resmi Samsung
Menanggapi kekhawatiran yang terus bergulir, Samsung langsung merilis pengumuman resmi di dalam aplikasi pada 14 Juli 2026 untuk meluruskan kesalahpahaman tersebut.
Melansir dari SamMobile, pihak perusahaan menegaskan bahwa sistem pelacakan data mereka tidak bekerja seburuk yang dibayangkan oleh para pengguna.
Inti dari klarifikasi resmi Samsung menegaskan dua poin krusial berikut:
- Pemisahan Data Sejak Awal: Data yang dikumpulkan secara khusus untuk keperluan pelatihan dan pemodelan pengembangan AI dikelola sepenuhnya di jalur yang terpisah dari data kesehatan utama yang digunakan untuk menjalankan fungsi harian aplikasi Samsung Health.
- Data Eksisting Tetap Aman: Jika seorang pengguna memutuskan untuk menarik kembali persetujuan AI mereka, maka hanya data yang dikumpulkan secara terpisah untuk pengembangan AI saja yang akan dihapus dari server. Sementara itu, data kesehatan eksisting milik pengguna yang tersimpan untuk layanan utama Samsung Health dipastikan aman, tidak akan dihapus, dan tidak akan terpengaruh sama sekali.
Melalui pemberitahuan bertajuk “Notice for the Consent to the Use of Health Data for AI Training and Modeling”, Samsung berupaya meyakinkan komitmen transparansi mereka.
"Samsung Health mengoperasikan proses persetujuan terpisah untuk informasi kesehatan yang digunakan demi tujuan pengembangan AI guna memastikan informasi kesehatan pelanggan dikelola secara lebih aman dan transparan. Persetujuan ini bersifat opsional... Anda juga dapat menarik persetujuan Anda kapan saja setelah memberikannya," tulis Samsung dalam surat pemberitahuan resminya.
Selain masalah keamanan data, ketakutan pengguna mengenai berhentinya fungsi cadangan ke cloud juga terbukti tidak benar.
Berdasarkan pengujian mandiri yang dilakukan oleh tim Sammobile, fitur sinkronisasi Samsung Cloud tetap berjalan sepenuhnya normal setelah persetujuan AI dinonaktifkan. Tombol pengaktifan sinkronisasi tetap berada dalam posisi aktif dan data kesehatan antarperangkat tetap terbarui tanpa kendala.
Hal ini memperjelas fakta bahwa polemik yang sempat memicu kritik ini murni lahir akibat penyusunan kalimat yang buruk pada kotak dialog awal, dan bukan karena adanya pembatasan fitur secara sengaja oleh Samsung.
Pihak Samsung sendiri menyatakan telah menyadari kekeliruan redaksional tersebut. Dalam pengumuman yang sama, mereka menyatakan sedang aktif memperbaiki teks pemberitahuan pada aplikasi agar para pelanggan dapat menangkap informasi privasi dengan lebih jelas, serta tidak lagi memicu kesalahpahaman di masa mendatang.
Baca Juga
-
4 Body Serum dengan Kandungan Superfood untuk Kulit Cerah Bernutrisi
-
Kim Se Jeong hingga Cho Han Gyeol Bintangi Drama Baru Bertema High School
-
Tayang 26 Agustus di Bioskop, The Journey to Gyeongju Angkat Tema Revenge
-
Usung Genre Romcom, Drama Korea-Jepang 'Merry Berry Love' Tayang Oktober
-
BTS Absen di Grammy Awards 2027, Buntut Kategori Baru Musik Asia?
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Kulit Bebas Breakout! 5 Low pH Cleanser Tea Tree yang Ramah Skin Barrier
-
Berkaca dari Konten Maudy Ayunda, Mengapa Stoikisme Sangat Relevan Menjaga Kewarasan?
-
Capek Pantau Medsos tapi Susah Berhenti? Kenali yang Namanya Doomscrolling!
-
Kulit Remaja Bebas Jerawat Tanpa Kuras Dompet! 4 Acne Serum Rp30 Ribuan
-
Auto Glowing! 5 Rekomendasi Brightening Ampoule Pembasmi Noda Jerawat
Terkini
-
Bedah Buku 'Sebilah Lidah': Ketika Puisi Menelanjangi Sisi Gelap Manusia Modern
-
Mengulas Memoar Educated: Ketika Pendidikan Menjadi Jalan Keluar
-
Menilik Sisi Rapuh Stray Kids Lewat Lagu Sorry, I Love You, Bikin Nyesek!
-
Karier atau Kesehatan Mental, Haruskah Selalu MemilihThe more I see things like this, Salah Satunya?
-
SSS-Class Revival Hunter Dapat Adaptasi Anime, Tayang Januari 2027