Celana cutbray kembali mencuri perhatian di tengah tren fashion yang belakangan banyak menghadirkan kembali gaya-gaya dari era lama.
Menariknya, celana jadul ini tidak melulu memberikan kesan retro, tapi juga tetap bisa membuat penampilan terlihat lebih modern jika dipadukan dengan item yang tepat.
Namun, di balik popularitasnya, masih ada anggapan bahwa cutbray hanya cocok untuk orang dengan bentuk tubuh tertentu.
Pemilik tubuh mungil, berisi, atau memiliki pinggul lebar sering kali dianggap harus menghindari model celana ini. Memang dalam penggunaannya, celana cutbray membutuhkan beberapa trik untuk membuatnya jadi terlihat 'pas' di tubuh.
Lantas, apakah anggapan tersebut benar? Simak dulu ulasan berikut ini!
Cutbray Tidak Hanya untuk Bentuk Tubuh Tertentu
Satu hal yang harus dipahami, tidak ada aturan khusus yang mengatakan bentuk tubuh tertentu tidak boleh memakai cutbray. Hampir semua orang bisa mengenakan model celana ini, tapi juga perlu memperhatikan potongan dan proporsinya.
Masalahnya, cutbray memiliki siluet yang cukup tegas. Bagian bawah celana yang melebar cenderung dapat mengubah tampilan proporsi tubuh.
Jika ukuran, panjang, atau modelnya tidak sesuai, celana bisa membuat tubuh terlihat lebih pendek atau bagian tertentu tampak lebih besar.
Jadi, masalahnya bukan hanya soal cocok atau tidak dengan bentuk tubuh, melainkan bagaimana memilih dan memadupadankan cutbray agar sesuai dengan tubuh.
Cutbray Bukan Musuh bagi Tubuh Mungil
Pemilik tubuh mungil sering khawatir cutbray akan membuat kaki menjadi terlihat semakin pendek. Padahal, model ini justru bisa menciptakan ilusi kaki yang lebih panjang jika dikenakan dengan tepat.
Lantas, bagaimana caranya? Pilih cutbray dengan potongan high waist. Posisi pinggang yang lebih tinggi membuat garis kaki terlihat dimulai dari bagian yang lebih atas sehingga memberikan kesan jenjang.
Panjang celana juga penting. Cutbray yang terlalu pendek dapat menghilangkan efek memanjangkan kaki. Sebaliknya, panjang yang mendekati atau sedikit menutupi sepatu bisa menciptakan ilusi kaki yang lebih panjang.
Tubuh Berisi Gak Perlu Worry
Sama seperti Si Petite, tubuh berisi juga bukan alasan untuk menghindari cutbray. Justru potongan yang mengikuti bentuk tubuh di bagian paha kemudian melebar ke bawah dapat menciptakan siluet yang menampilkan tubuh proporsional.
Akan tetapi, ada satu hal yang perlu diperhatikan, pilih ukuran cutbray yang tepat, yakni tidak terlalu ketat atau tidak terlalu longgar.
Cutbray yang pas di bagian pinggang dan paha, kemudian melebar secara proporsional, bisa membuat tampilan terlihat lebih rapi.
Untuk atasan, kamu bisa memasukkannya ke dalam celana atau pilih baju yang panjangnya tidak terlalu menutupi pinggul. Hal yang sama juga berlaku untuk pemilik pinggul lebar.
Bagaimana dengan Pemilik Kaki Panjang?
Apakah efek kaki jenjang pada celana cutbray justru akan membuat pemilik kaki panjang jadi terlihat menjulang atau kurus?Tentu saja tidak.
Bagi mereka yang memiliki tubuh tinggi atau kaki panjang, pilihan cutbray justru lebih fleksibel. Maksudnya, mereka bebas menggunakan ukuran cutbray, tanpa terlalu khawatir dengan efek yang ditimbulkan.
Hanya saja, pemilihan ukuran yang terlalu pendek akan membuat penampilan jadi kurang rapi.
Dari ulasan di atas, jelas bahwa bentuk tubuh bukan satu-satunya faktor yang menentukan apakah seseorang cocok menggunakan cutbray atau tidak. Ada beberapa hal yang justru lebih berpengaruh.
Di samping itu, fashion tidak selalu soal mengikuti aturan. Cutbray bisa dikenakan oleh berbagai bentuk tubuh selama pemakainya bisa memadupadankannya dan merasa nyaman dengan gaya tersebut.
Kesimpulannya, anggapan bahwa hanya bentuk tubuh tertentu yang cocok memakai cutbray lebih tepat disebut mitos. Yang penting bukan bentuk tubuhnya, melainkan bagaimana memilih potongan dan memadukannya agar menghasilkan tampilan yang 'pas'.
Baca Juga
-
MotoGP Australia 2026 Gagal Total: Selamat Tinggal Phillip Island!
-
Marc Marquez Pimpin Klasemen Sementara, Gelar Juara Dunia Sudah di Tangan?
-
Butterscotch Minggir Dulu! Sudah Coba Markas Sebatok Jahe Merah di Nganjuk?
-
Jadwal MotoGP Malaysia 2026: Apakah Jorge Martin Bisa Membalikkan Keadaan?
-
Motor MotoGP akan Ikut Tampil di Ajang F1 Amerika 2026, Balapan Bareng?
Artikel Terkait
-
Teknologi Grooming Naik ke Runway, Perawatan Diri Jadi Bagian dari Ekspresi Gaya
-
Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga
-
Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum
-
Saat Dunia Fashion Bertemu Keahlian Medis, The Solitaire Bicara soal Kecantikan Tanpa Batas
-
Fashion Meets Music, A|X Armani Exchange Hadirkan Club Partnership Pertama di Jakarta
Lifestyle
-
Super Gemas! 5 Lip Scrub Kemasan Jar Mungil untuk Bibir Halus dan Lembap
-
Tak Hanya Menyembuhkan, 5 Dokter ini juga Bagikan Inspirasi Lewat Tulisan
-
5 Exfoliating Toner Lokal yang Affordable dan Ramah untuk Kulit Sensitif
-
5 Body Lotion dengan Kandungan Aloe Vera, Memberi Sensasi Sejuk di Kulit!
-
5 Cara Elegan Menghadapi Anggota Kelompok yang Pasif, Bebas Drama dan Nggak Bikin Baper!
Terkini
-
Tantangan Finansial Gen Z: Gaji Buat Hidup, Tagihan, Healing, dan Tabungan
-
Dark Abis! XLOV Unjuk Transformasi Terliar dalam Diri di Lagu Terbaru, Hush
-
Sinopsis Jumanji 3: Penutup Trilogi Era Dwayne Johnson, Tayang 25 Desember
-
Anggaran MBG Membengkak, Apakah Semua Anak Benar-Benar Membutuhkannya?
-
Bukan Tak Peduli, Ketika Masyarakat Adat Takut Membela Tanahnya Sendiri