Baseus kembali memperluas lini perangkat audio nirkabelnya dengan meluncurkan earbud terbaru bernama MC2 NC di pasar Tiongkok. Menariknya, perangkat ini hadir dengan konsep yang cukup berbeda dibandingkan earbud TWS pada umumnya karena menggunakan desain clip-on atau jepit telinga, tetapi tetap dibekali fitur Active Noise Cancellation (ANC).
Baseus MC2 NC dibanderol 783 yuan atau sekitar Rp1,8 jutaan jika dikonversikan secara kasar. Perangkat ini merupakan penerus dari MC2 versi non-NC yang pertama kali diperkenalkan di Tiongkok pada April 2026, sebelum kemudian dipasarkan secara global pada Agustus.
Dari sisi desain, Baseus MC2 NC tidak masuk ke dalam lubang telinga seperti earbud konvensional. Perangkat ini menggunakan struktur berbentuk huruf C yang menjepit bagian luar telinga. Pendekatan tersebut ditujukan untuk memberikan rasa lebih terbuka sekaligus tetap menjaga earbud agar tidak mudah terlepas ketika digunakan.
Untuk menunjang kenyamanan, Baseus menggunakan struktur penyangga empat titik dan rangka internal berongga. Hasilnya, masing-masing earbud memiliki bobot hanya sekitar 5,9 gram. Baseus juga membekali perangkat ini dengan bantalan silikon yang dapat dilepas dan dicuci.
Bantalan tersebut tersedia dalam empat ukuran sehingga pengguna dapat menyesuaikannya dengan bentuk telinga masing-masing. Selain aspek kenyamanan, desain ini juga berperan penting dalam membantu sistem peredam bising pada MC2 NC.
Baseus MC2 NC memiliki sertifikasi IP67 yang membuatnya lebih terlindungi dari debu dan air. Pengguna juga dapat memilih dua pilihan warna, yakni Interstellar Black dan Star Moon Beige.
Beralih ke sektor audio, earbud ini menggunakan driver dinamis berbahan serat karbon berukuran 12 mm. Baseus turut menghadirkan dukungan codec LDAC dan sertifikasi Hi-Res Audio Wireless untuk meningkatkan kualitas suara, terutama ketika digunakan bersama perangkat dan sumber audio yang mendukung codec tersebut.
Menariknya, Baseus tidak hanya mengandalkan pengaturan equalizer standar. MC2 NC dibekali teknologi pendengaran yang dapat menguji sensitivitas pendengaran pengguna pada berbagai frekuensi. Hasil pengujian tersebut kemudian digunakan untuk membuat profil suara yang disesuaikan dengan karakter pendengaran masing-masing pengguna.
Salah satu fitur paling menarik tentu adalah ANC. Teknologi ini tergolong tidak biasa untuk earbud clip-on karena desain terbuka umumnya membuat isolasi suara lebih terbatas dibandingkan earbud in-ear.
Namun, Baseus mengklaim MC2 NC mampu menghasilkan pengurangan kebisingan hingga -50 dB. Sistem tersebut mengombinasikan bantalan silikon sebagai penghalang fisik dengan ANC adaptif yang menyesuaikan diri terhadap bentuk telinga dan kondisi lingkungan sekitar.
Untuk kebutuhan panggilan telepon, Baseus menyematkan enam mikrofon. Sistem tersebut dirancang untuk membantu meredam suara angin dan kebisingan dari lingkungan. Sementara itu, teknologi audio terarah digunakan untuk mengurangi kebocoran suara sehingga musik yang diputar tidak terlalu mudah terdengar oleh orang di sekitar.
Tidak berhenti di fitur audio, Baseus juga membawa sejumlah kemampuan berbasis kecerdasan buatan. Melalui aplikasi pendampingnya, MC2 NC dapat mengakses sejumlah fitur yang didukung model AI dari DeepSeek, Alibaba Qwen, dan Doubao.
Pengguna dapat memanfaatkan fitur seperti transkripsi rekaman suara, asisten real-time, hingga penerjemahan tatap muka. Fitur terjemahan tersebut diklaim mendukung hingga 21 bahasa, sehingga berpotensi berguna ketika pengguna melakukan percakapan lintas bahasa.
Untuk konektivitas, Baseus MC2 NC sudah menggunakan Bluetooth 6.0 dan mendukung multipoint. Artinya, earbud dapat terhubung dengan dua perangkat sekaligus sehingga pengguna bisa berpindah antara, misalnya, smartphone dan laptop dengan lebih praktis.
Baseus juga memilih tombol fisik sebagai metode kontrol dibandingkan panel sentuh. Pilihan ini dapat membantu mengurangi risiko perintah yang tidak sengaja aktif ketika pengguna sedang memasang atau menyesuaikan posisi earbud di telinga.
Sektor baterai menjadi salah satu keunggulan lainnya. Dengan casing pengisian daya USB-C, Baseus MC2 NC menawarkan total waktu pemakaian hingga 60 jam ketika ANC dimatikan. Sementara ketika ANC aktif, daya tahan totalnya mencapai sekitar 42 jam.
Jika sedang terburu-buru, pengguna juga tidak perlu menunggu lama. Pengisian selama 10 menit disebut mampu memberikan tambahan waktu pemutaran hingga sekitar tiga jam.
Kehadiran Baseus MC2 NC menunjukkan bahwa desain clip-on mulai berkembang dari sekadar menawarkan kenyamanan menjadi perangkat audio dengan fitur yang sebelumnya lebih identik dengan TWS premium. Setelah QCY menghadirkan Crossky C70 dengan driver ganda, LDAC, ENC 54 dB, dan baterai hingga 50 jam, serta Vivo memperkenalkan earbud clip-on pertamanya dengan driver 12 mm dan Hi-Res Audio, persaingan di kategori ini tampaknya semakin menarik.
Dengan kombinasi ANC -50 dB, LDAC, fitur AI, Bluetooth 6.0, sertifikasi IP67, serta baterai hingga 60 jam, Baseus MC2 NC menawarkan konsep berbeda bagi pengguna yang menginginkan earbud terbuka tanpa harus sepenuhnya meninggalkan fitur audio modern.
Baca Juga
-
Asus ProArt P16 dan P14 Rilis dengan RTX Spark, Seganas Apa Performanya?
-
Exynos 2700 Sudah Diproduksi, Apakah Galaxy S27 Ultra akan Pakai Chip Ini?
-
WhatsApp Siapkan Fitur Baru Sembunyikan Chat dari Perangkat Terhubung
-
Tak Perlu Mahal, 6 HP Rp2 Jutaan Ini Sudah Dibekali Fitur NFC
-
Bukan Cuma RGB, Headset Gaming Terbaru iQOO Ini Punya Fitur Mengejutkan
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Asus ProArt P16 dan P14 Rilis dengan RTX Spark, Seganas Apa Performanya?
-
Butuh Bahan Bacaan? Ini 5 Rekomendasi Novel tentang Kehidupan
-
Stop Kebanyakan Scroll! Saatnya Kamu Memberi Jeda untuk Diri Sendiri
-
Exynos 2700 Sudah Diproduksi, Apakah Galaxy S27 Ultra akan Pakai Chip Ini?
-
Lenovo Lecoo N27 Pro Resmi Meluncur: PC All-in-One 27 Inci yang Tampil Modern dan Intel Core i5
Terkini
-
Mengulas Film 'Fall 2: Deadpoint' dan Ketakutan yang Tidak Selesai
-
Review Film Reawakened Man: Kombinasi Fantasi dan Laga yang Sangat Pas!
-
Anime Walking Home with You Bagikan Visual Teaser, Tayang April 2027
-
Ulasan Perahu Kertas: Kisah Cinta, Mimpi, dan Perjalanan Menemukan Diri
-
Usia 20-an Bukan Batasan: Kita Boleh Melangkah Lebih Pelan saat Dunia Sibuk Berlari