Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dikenal tegas. Di era kepemimpinannya, dia sudah beberapa kali menertibkan bangunan serta pedagang kaki lima yang dianggap mengganggu ketertiban umum.
Tak sedikit warga yang kesal dengan sikap arogan mantan Bupati Belitung Timur ini. Namun, seorang pedagang Ketoprak bernama Soleh yang biasa mangkal di depan Masjid Cut Mutia, Menteng, Jakarta Pusat ini justru punya pendapat lain.
Sebagai pedagang kaki lima, dirinya memang kerap menjadi korban penertiban yang dilakukan Ahok. Kendati demikian, dirinya tetap mendukung Ahok maju sebagai Gubernur di Pilkada 2017 mendatang.
"Biarin lah mas, Ahok jangan diganggu. Biar dia kerja dulu, lah wong kerjanya bener ya nggak apa apa," ucapnya.
"Saya sih dukung dia lagi nggap apa apa, meski saya juga sering kena razia. Saya nonton saja sambil minum kopi sekalian mantau kalau tiba-tiba ada Kamtib mau nertibin," katanya lagi.
Teks dan foto: Solihin
Tag
Baca Juga
-
4 Sleeping Moisturizer Atasi Kulit yang Kering dan Kemerahan Hanya Semalam
-
Kritik Pemerintah Tak Berarti Ngebet Ganti Presiden: Salah Kaprah Demokrasi
-
Sinopsis Misty Green, Garapan Chris Rock Tayang 9 November di Netflix
-
Ulasan Exhuma: Tentang Dosa Masa Lalu yang Tak Bisa Dikubur Sedalam Apa Pun
-
Ulasan Cerpen Senyum Karyamin: Ironi Kemiskinan dan Kritik Ahmad Tohari
Artikel Terkait
News
-
Dugaan Penyadapan Ilegal Prabowo: Fakta, Pelaku, dan Misteri di Baliknya
-
Solusi Disrupsi AI, UGM dan Uni Eropa Dorong Kolaborasi di EHEF 2026
-
EHEF 2026 Resmi Digelar di UGM, Hadirkan 90 Kampus Eropa dan 1.000 Beasiswa
-
Jarang Komentari Politik, SBY Sindir Pedas: Kok Begini Liar Politik Kita?
-
Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 2026: Saatnya Cinta Jadi Tindakan Nyata
Terkini
-
4 Sleeping Moisturizer Atasi Kulit yang Kering dan Kemerahan Hanya Semalam
-
Kritik Pemerintah Tak Berarti Ngebet Ganti Presiden: Salah Kaprah Demokrasi
-
Sinopsis Misty Green, Garapan Chris Rock Tayang 9 November di Netflix
-
Ulasan Exhuma: Tentang Dosa Masa Lalu yang Tak Bisa Dikubur Sedalam Apa Pun
-
Ulasan Cerpen Senyum Karyamin: Ironi Kemiskinan dan Kritik Ahmad Tohari