Komunitas Sudah Dong mengadakan public screening terkait film pendek bertemakan bullying di media sosial berjudul ‘Violet Violence’. Acara dilaksanakan di Dreamhub Coworking Space, Equity Tower 22th floor, SCBD, pada tanggal 28 Agustus 2019. Melalui acara ini, Komunitas Sudah Dong dan didukung oleh Dreamhub Coworking Space mengajak anak muda agar lebih sadar tentang dampak buruk dari bullying, sehingga dapat menjaga perilaku dimanapun mereka berada.
Violet Violence mengabadikan kisah tragis seorang anak perempuan yang mengalami tindak bullying di dunia maya. Berusaha menyampaikan pesan bahwa dampak dari perundungan dapat menurunkan motivasi seseorang, menghambat prestasi, meningkatkan agresivitas, menimbulkan depresi, hingga dapat memunculkan keinginan bunuh diri. Mengkhawatirkannya, ternyata masih banyak masyarakat yang belum menyadari bahaya dari bullying itu sendiri. Bullying memang bukan merupakan fenomena baru, akan tetapi masih banyak yang menganggap hal ini sebagai tindakan remeh.
Adiyat Yori, Wakil Ketua Yayasan Kawula Madani, perwakilan Sudah Dong, menyatakan bahwa, “Isu bullying merupakan isu yang sangat krusial untuk diberi perhatian, juga butuh bantuan seluruh pihak dalam prosesnya. Bullying bisa terjadi dimana saja dan oleh siapa saja. Banyak kasus yang tidak terselesaikan, bahkan menyebabkan terjadinya peristiwa bunuh diri oleh sang korban. Ini sangat memprihatinkan dan tentunya menjadi pengingat bagi kita semua, termasuk pemerintah untuk bisa beri perhatian lebih. Sosialisasi kepada masyarakat juga penting dilakukan dalam upaya pencegahan, mengurangi jumlah korban bullying yang bisa berdampak pada kematian”.
Pemutaran film pendek ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan membekali anak muda akan dampak dari bullying dan cyberbullying, serta mengajak anak muda lebih bijak dalam menggunakan media sosial. “Film pendek berjudul Violet Violence terdiri dari dua kata yang memiliki artinya masing-masing. Violet dalam filosofinya berarti sebuah ilusi dan Violence diambil dari Bahasa Inggris berarti kekerasan. Jika kedua kata itu digabung membuat arti kekerasan ilusi. Dengan adanya film ini, saya ingin menyampaikan bahwa tindakan bullying di dunia maya itu memang tidak terlihat secara fisik, namun dapat mematikan karakter seseorang,” jelas Syahna Andita, creator dari film pendek Violet Violence.
Duan Akelyaman, CMO dan Co Founder DreamHub Coworking Space, menyatakan, “Sebagai coworking space yang mendukung penciptaan lingkungan yang sehat kami bekerjasama dengan berbagai komunitas yang punya semangat yang sama. Diharapkan dengan diadakannya acara ini di Dreamhub dapat membantu masyarakat lebih sadar dan paham akan bahaya bullying.”
Pemutaran film menjadi acara utama. Kegiatan lain akan mencakup panel discussion, yang dihadiri oleh Komunitas Sudah Dong, Duan Akelyaman (CMO dan Co Founder Dreamhub Coworking Space), Ingrid Saidbun (Co Founder Spotlight & Producer Drama Musikal Kirana), Khotimatus Sholikhati, MA (Dosen Komunikasi Psikologi LSPR Jakarta), Syahna Andita & crew short film Violet Violence.
Tag
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Ketika Nobar Jadi Ruang Kumpul Komunitas dan Hiburan Digital
-
Nobar Piala Dunia 2026 BRI Berkesan: Hangat dan Penuh Kebersamaan, Dari Medan Sampai Jakarta
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Norwegia Tersingkir dari Piala Dunia, Cak Imin Pindah Haluan Dukung Argentina
-
Sihir Nobar: Saat Orang Asing Menjadi Kawan Hanya Karena Satu Gol
News
-
Disuruh Jajan demi Selamatkan Negara? Dompet Kita: Giliran Gue Lagi?
-
Konsolidasi Kaderisasi di Tanah Papua, UNIMUTU Gelar Baitul Arqam Pertama Kali
-
Bakar Semangat Belajar Siswa Desa, KKN Unisri Sukses Gelar Aksi Inspiratif di SDN 1 Slogo Tanon
-
Mengenal 'Heat Dome' dan Bahaya Arsitektur Kuno: Alasan Gelombang Panas di Eropa Sangat Mematikan
-
Dari Rp500 Ribu Jadi Skandal Rp24,5 Miliar: Begini Cara "Orang Dalam" Bobol BPJS Ketenagakerjaan
Terkini
-
Makna Lagu 'Petal' Ariana Grande: Luka Jadi Bahan Bakar untuk Tumbuh
-
Akses Pendidikan Perempuan: Sudahkah Merdeka Belajar Benar-benar Setara?
-
Intip 4 OOTD Y2K Pop-Punk ala Choi Yena, Gaya Lebih Cute dan Rebel!
-
Mengapa The Yellow Wallpaper Dianggap Karya Sastra dengan Kritik Feminisme?
-
Rilis Surfin' Boy, Red Velvet Warnai Musim Panas dengan Suasana Romantis