Di era pandemi sekarang ini, tentu tidak hanya sektor kesehatan yang terkena imbasnya, sektor ekonomi juga perlu mendapat perhatian. Akibat dari pandemi Covid-19, banyak karyawan yang dirumahkan, UMKM mengalami penurunan penjualan, dan juga industri yang tidak bisa beroprasi. Kondisi ini tidak akan langsung membaik setelah pandemi selesai. Pada titik ini, peranan pemerintah sangat dibutuhkan.
Pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah No 23 tahun 2020 tentang program Penanggulangan Ekonomi Nasional untuk mengatasi krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19. Ada empat program utama dari PP ini, yaitu penyertaan modal negara, penempatan dana, investasi pemerintah, dan penjaminan. Lantas apakah langkah yang diambil pemerintah akan efektif ?
Menurut saya, langkah yang diambil pemerintah sudah tepat, di negara manapun saat terjadi krisis ekonomi pemerintahnya pasti akan menggelontorkan dana untuk memberika stimulus ekonomi. Namun yang perlu ditekankan adalah sektor yang harus diberi stimulus.
Kanker ekonomi pada saat ini sudah menekan mesin industri dalam negeri. Banyak industri yang kesulitan berproduksi akibat kerugian selama pandemi. Saya setuju dengan pendapat Bapak Mardigu WP bahwa industrilah yang harus segera dibangun kembali, terutama industri yang modalnya dalam rupiah dan bahan bakunya semua berasal dari dalam negeri. Maka perlu dipilah dulu industrinya, mana yang layak mendapat gelontoran dana dan mana yang tidak.
Mengapa sektor industri ? bukan sektor jasa atau perdagangan ? Sektor industri memiliki multiplier efek yang lebih bagus dari pada sektor lainnya. Suplier bahan baku akan kembali bergairah, para pekerja akan kembali terserap, sehingga daya beli masyarakat juga berangsur-angsur akan kembali. Ekonomi akan cepat pulih.
Sekali lagi, pemilihan sektor yang akan dibantu dengan gelontoran dana menjadi penting. Ini akan menentukan efektivitas dan efisiensi dari program pemulihan ekonomi nasional. Semoga bermanfaat.
Oleh : Naufal Arif – Mahasiswa Tugas Belajar DIV PKN STAN
Artikel Terkait
News
-
Kembangkan Literasi Digital Siswa, Dosen UNP Kediri Ciptakan Model Belajar Berbasis AR dan AI
-
Menumbuhkan Rimba Bawah Laut: Perjuangan Sunyi Nyoman Nadiana dari Desa Les
-
Di Tangan Nyoman Nadiana, Tradisi Garam Desa Les Terus Hidup dan Lekat dengan Masyarakat
-
Kasus Pertanahan Capai 56.844, Mengapa Masyarakat Perlu Melek Soal Tanah?
-
Dari Kemiren untuk Kemiren: Kiprah Kang Edai Bersama Astra
Terkini
-
Membongkar Dosa Besar Para Anak Rantau Lewat Lagu Sesi Potret
-
Period Poverty dalam Ketimpangan Kelas: Menggugat Hak Dasar Tubuh Perempuan
-
Viral Karena TikTok, Menkes Ungkap Manfaat Luar Biasa Umbi Kimpul untuk Kesehatan
-
HUT ke-81 RI dan Kebebasan Digital: Saatnya Merdeka dari Scroll Tanpa Henti
-
4 Facial Wash Anti-Aging Rawat Elastisitas Kulit, Harga Murah Rp30 Ribuan