Toge (Tauge) atau kecambah merupakan salah satu jenis tanaman yang populer di Indonesia. Tanaman ini sering digunakan sebagai bahan pangan dan digolongkan sebagai sayur-sayuran yang kaya akan manfaat. Sudah banyak pihak atau petani yang mengelola tanaman tersebut menjadi suatu kegiatan ekonomi (bisnis), seperti budidaya kecambah. Guna meningkatkan dan mendukung produksi hasil tanaman ini, diperlukan teknologi dalam menjalankannya.
Umumnya, cara penyiraman tanaman kecambah saat ini masih dilakukan secara manual. Hal tersebut banyak menguras waktu dan tenaga terutama jika jumlah tanaman yang dibudidayakan cukup banyak. Sehingga dibutuhkan implementasi dari sistem tertanam (Embedded System) agar proses penyiraman tersebut dapat dilakukan secara otomatis dengan smartphone Android berbasis mikrokontroler Arduino Uno dan sensor kelembaban tanah sebagai kontrol utama dalam perangkat ini. Karena kelembaban tanah dapat dengan mudah berubah setiap waktu tergantung cuaca dan persediaan air dalam tanah.
Proses kerja pada perangkat ini dimulai dari pembacaan sinyal sensor terhadap kelembaban tanah yang kemudian diterima oleh Arduino Uno. Kemudian menggunakan NodeMCU yang cocok sekali untuk menerapkan perangkat berbasis IoT (Internet of Things). Karena NodeMCU sudah dilengkapi fitur WiFi dan harganya relatif murah serta mudah digunakan. Fungsi NodeMCU disini untuk menerima data dari Arduino Uno tadi. Adapun inovasi yang dikembangkan selanjutnya adalah pemanfaatan aplikasi Android dilengkapi sistem informasi yang mendukung sehingga pengguna atau petani kecambah bisa memantau perangkat ini melalui smartphone nya secara online.
Oleh: Ramadhini Maghfira Putri, Ridwan Siskandar M.Si.
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Teknologi Penyiraman Tanaman Otomatis Berbasis Mikrokontroler
-
Lewat Krionik, China Mencoba 'Menipu Kematian', Seperti Apa?
-
Jelang Akhir Tahun, Persaingan Produsen Video Game Kian Sengit
-
Teknologi Pembatasan Jumlah Penumpang Angkutan Umum dengan Perangkat IoT
-
Teknologi Timbangan Berat Badan Ideal dengan Sensor Suara
News
-
Sisi Gelap Internet: Ketika Privasi Menjadi Ruang Nyaman bagi Para Predator
-
Rekor Baru! Sabastian Sawe Jadi Manusia Pertama Lari 42 Km di Bawah 2 Jam
-
Kurangi Ketergantungan Diesel, IESR Desak Prioritaskan PLTS di Daerah Terpencil
-
Dari Gubuk Seng di Pinggir Rawa ke Universitas Glasgow: Perjalanan Hengki Melawan Keterbatasan
-
5 Moisturizer Paling Sering Direkomendasikan Dermatolog, Andalan untuk Skin Barrier Sehat
Terkini
-
DIY Kalung Makrame untuk Anabul: Modal 25 Ribu, Hasilnya Mewah!
-
Pendidikan Tinggi, Tapi Ekspektasi Lama: Dilema Perempuan di Dunia Akademik
-
Rel Padat dan Sistem Renggang: Catatan Kritis dari Kecelakaan KRL di Bekasi Timur
-
Bukan Sekadar Film Laga, Mengapa 'Ikatan Darah' Justru Bikin Merinding?
-
Saya Memihak Menteri PPPA: Menempatkan Lelaki di Depan Bukan Diskriminasi, Tapi Logika Perlindungan