Pandemi Covid-19 sudah memasuki bulan kesembilan. Sampai tanggal 8 November 2020, Indonesia telah melaporkan sebanyak 437.716 kasus positif Covid-19. Tentu ini bukanlah jumlah yang sedikit, sehingga memaksa kita untuk tetap waspada dan taat protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Hal ini juga yang menjadi pertimbangan bagi perguruan tinggi untuk tetap melaksanakan perkuliahan secara daring bagi seluruh mahasiswanya. Dosen dan mahasiswa dipaksa untuk memaksimalkan proses pembelajaran secara daring dengan memanfaatkan teknologi informasi yang ada beserta perlatan pendukungnya.
Akan tetapi proses pembelajaran secara daring masih memiliki beberapa kendala baik bagi dosen maupun mahasiswa khususnya mahasiswa baru. Semestinya semester pertama dapat digunakan untuk beradaptasi dengan lingkungan kampus dan menjalin relasi pertemanan baru, akan tetapi keadaan memaksa mereka untuk melakukan itu semua secara daring.
Berkenalan dengan teman sekelas melalui WhatsApp Group dan mengenali lingkungan kampus via Youtube atau akun media sosial yang dimiliki kampus. Tentu hal ini adalah sebuah pengalaman baru dan bagi sebagian mahasiswa ini bukanlah hal yang mudah. Mereka harus bisa mengkondisikan diri agar bisa segera beradaptasi sehingga proses perkuliahan dan ilmu yang diserap maksimal seperti perkuliahan tatap muka.
Kendala yang lain dalam perkuliahan secara daring adalah susah sinyal atau jaringan yang tidak stabil, karena tidak semua mahasiswa tinggal di daerah dengan koneksi internet yang bagus. Kemudian kondisi perangkat yang digunakan misalnya kamera perangkat rusak atau speaker yang bermasalah.
Kendala berikutnya adalah muncul rasa bosan saat perkuliahan secara daring. Rasa bosan dapat ditimbulkan dari kurangnya interaksi antara dosen dan mahasiswa. Selain itu, mengikuti perkuliahan daring dari rumah juga dapat menimbulkan rasa bosan karena sendirian tidak ada teman untuk diajak sharing secara langsung.
Dengan adanya perkuliahan daring tentu dosen juga akan memberikan kuis atau ujian secara daring pula. Permasalahan yang dihadapi adalah ujian memiliki batasan waktu, sedangkan sebelum mengupload mahasiswa perlu men-scan jawaban untuk kemudian dikirim. Saat mahasiswa mengirim di waktu yang terbatas dan jaringan tidak stabil tentu akan terlambat mengirim jawaban.
Perkuliahan secara daring memang memiliki beberapa kendala. Tetapi bukan berarti kendala tersebut didiamkan atau tidak dapat diatasi. Dosen tentunya juga ingin memberikan yang terbaik untuk mahasiswanya. Begitu juga mahasiswa akan berusaha untuk dapat mengikuti perkuliahan daring dengan maksimal. Kendala yang ada biasanya diatasi dengan mengkombinasikan pembelajaran tatap maya dengan memberikan materi sehingga mahasiswa dapat belajar mandiri.
Saat kuis atau ujian dosen memberikan tambahan waktu untuk scan dan upload jawaban. Untuk mengatasi rasa bosan, disaat tidak ada kuliah mahasiswa dapat mendengarkan musik, rutin berolahraga, atau melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat membangkitkan semangat.
Tidak pernah ada yang menginginkan berada dalam kondisi pandemi seperti ini. Dari keadaan ini kita dapat belajar untuk menjadi manusia yang kuat, tangguh, dan tentunya sabar saat menghadapi kondisi yang sulit dan mengembangkan sikap tolong-menolong.
Kita harus percaya kondisi seperti ini tidak selamanya, tetap taat melakukan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 karena ketaatan kita melindungi diri kita sendiri, keluarga, dan orang-orang di sekitar kita. Mahasiswa angkatan 2020 adalah mahasiswa yang istimewa, di tengah pandemi Covid-19 kalian tetap semangat untuk menuntut ilmu dan meraih cita-cita. Tetaplah kuat, tetaplah semangat, bersama kita bisa!
Baca Juga
Artikel Terkait
-
KPK Periksa 9 Saksi, Kasus Dugaan Korupsi Penerimaan Mahasiswa Unsoed Meluas
-
Ternyata Sudah Diingatkan KPK! Rektor Unsoed Tetap Nekat Korupsi
-
KPK Ungkap Dugaan Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru Tak Hanya Terjadi di Unsoed
-
Semarak MPKMB 63 SV IPB University Ditutup dengan Bekal, Musik, dan Inspirasi
-
Cerita Mahasiswa Baru di UPH Festival 2026: Bertumbuh, Menemukan Arah, Melayani, dan Berdampak
News
-
Diminta OTP dan Pasang APK Saat Melamar Kerja? Fix, Itu Loker Palsu!
-
Evaluasi Problem Ekonomi: AEI Soroti Risiko Fiskal hingga Deforestasi
-
Make Munir Live Again: Merawat Ingatan Kasus HAM di Aksi Kamisan Jogja
-
Good Talk GNFI di UAD: Pendidikan RI Dianggap Hanya Cetak Tenaga Kerja
-
Bukan Bikin Rileks, Ini 3 Dampak Mematikan Etomidate pada Paru-paru dan Otak
Terkini
-
Ulasan Berani Tidak Disukai: Belajar Jadi Diri Sendiri Tanpa Perlu Validasi
-
Gambut Bukan Sekadar Lahan Basah, Ia Penentu Masa Depan Karbon Dunia
-
Trailer Baru The Apothecary Diaries Season 3 Ungkap Lagu Penutup oleh Eve
-
Jelang Duel Panas di GBK, Striker Naturalisasi Malaysia Sesumbar Permalukan Timnas Indonesia!
-
4 Moisturizer Peptide Dukung Produksi Kolagen untuk Jaga Kekencangan Kulit