Satu-satunya perwakilan ganda putra Indonesia, Ahsan/Hendra melakoni laga semifinal. Ahsan dan Hendra Setiawan berhadapan dengan lawann digrup terdahulunya, Aaron/Soh, (31/7/2021).
Babak pembuka, Ahsan/Hendra dan Aaron/Soh mendapat poin yang sama 2-2. Tidak selang lama, pasangan Malaysia pun menjauhkan poin dengan 2-4. Aaron/Soh menutup interval babak pertama dengan memimpin 8-11.
Lepas dari interval babak pertama, Ahsan/Hendra secara perlahan merebut tiga angka secara berturut-turut. Namun, Aaron/Soh tidak tinggal diam. Mereka pun berusaha sekeras untuk bisa merebut poinnya.
Ahsan/Hendra pun melebarkan sayapnya menjadi 16-14. Namun return service yang diterima Hendra tidak sampai sehingga angka buat lawan 16-15.
Angka demi angka didapatkan oleh pasangan Ahsan/Hendra. Variasi smash Ahsan/Hendra dilakukan untuk menggepur serangan pada lawannya.
Pasangan Indonesia pun menyentuh game point dibabak pertama dengan unggul empat poin 20-16. Namun, Aaron/Soh tidak patah semangat dan merebut satu angka menjadi 20-17. Ahsan/Hendra pun menutup gim pertama dengan kemenangan 21-17.
Membuka gim kedua, pasangan Malaysia mengubah permainannya dengan unggul 1-4. Pengamatan yang salah dari Hendra pun terus menambah poin untuk lawan menjadi 2-5.
Pertahanan yang cukup kuat pun dibentuk oleh pasangan Indonesia. Ahsan/Hendra pun merebut poin satu demi satu.
Sempat tertinggal tiga poin, Ahsan/Hendra unggul dengan 9-6. Pasangan Indonesia pun, menutup interval gim kedua dengan 11-7.
Memperkecil poin, Aaron/Soh melanjutkan usahanya usai interval menjadi 10-12. Terus menggempur pertahanan Indonesia, Aaron/Soh pun berbalik unggul menjadi 12-13.
Smash kencang yang dilayangkan oleh Aaron pada Hendra berhasil menambah poin menjadi 15-13. Tensi permainan semakin cepat, kesalahan Aaron pun menjadi keuntungan bagi Indonesia 15 sama.
Service Aaron yang dibiarkan Ahsan, ternyata menjadi bomerang bagi pasangan Indonesia. Malaysia pun kembali mengungguli Indonesia.
Banyak melakukan kesalahan, Ahsan/Hendra tertinggal 17-20. Aaron/Soh pun menutup kemenangan dengan 17-21.
Membuka gim ketiga, Ahsan/Hendra kembali tertinggal 1-2. Kesalahan dua kali yang dilakukan Hendra pun memperjauh dengan 1-4.
Smash kenceng yang dilakukan Ahsan pada Soh memperkecil ketinggalan menjadi 4-6. Memberikan permainan yang apik, Aaron/Soh pun semakin memperjauh angkanya 4-8.
Dengan pertahanan yang kuat, Aaron/Soh memimpin hinggal interval babak ketiga dengan 6-11. Selesai interval pun Aaron/Soh leading jauh dengan 12-18.
Pasangan Malaysia menyentuh match poin dengan 14-21. Aaron/Soh pun menyeggel perunggu Olimpiade Tokyo 2020 dengan kemenangan 14-21.
Tag
Baca Juga
-
Turnamen di Bali, 5 Pemain Bulu Tangkis Luar Negeri Banjir Hadiah dari Fans Asal Indonesia
-
Jelang Turnamen, 5 Pemain Bulu Tangkis Ini Memboyong Keluarga ke Bali
-
3 Durasi Permainan Terlama di Thomas Uber Cup 2020, Ada Jonatan Christie
-
Tajir Melintir, 4 Bisnis Arief Muhammad dari Makanan hingga Properti
-
Profil Fajar Alfian dan Rian Ardianto, Pebulu Tangkis Berprestasi yang Tak Dikenal Menpora
Artikel Terkait
-
Terhenti di Perempat Final All England, Gregoria Mariska: Saya Kesulitan Mengimbangi Lawan
-
Mengapa All England? Sejarah di Balik Nama Kejuaraan Bulu Tangkis Tertua
-
All England 2025: Sabar/Reza Optimis Dilatih Hendra Setiawan
-
Hendra Setiawan Debut di All England 2025 Sebagai Pelatih, Ini Kata SabRez
-
Hendra Setiawan Siap Debut di All England 2025, Jadi Pelatih Sabar/Reza
News
-
Kode Redeem Genshin Impact Hari Ini, Hadirkan Hadiah Menarik dan Seru
-
Pasar Literasi Jogja 2025: Memupuk Literasi, Menyemai Budaya Membaca
-
Bukan Hanya Kembali Suci, Ternyata Begini Arti Idulfitri Menurut Pendapat Ulama
-
Contoh Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa yang Menyentuh dan Memotivasi
-
Hikmat, Jamaah Surau Nurul Hidayah Adakan Syukuran Ramadhan
Terkini
-
Review Anime My Stepmoms Daughter Is My Ex: Ketika Mantan Jadi Saudara Tiri
-
Novel Four Aunties and A Wedding: Pesta Pernikahan Berubah Menjadi Mencekam
-
Kembali Naik Peringkat, Timnas Indonesia Berpotensi Tempel Ketat Vietnam di Ranking FIFA
-
Review Film Broken Rage: Ketika Takeshi Kitano Menolak Bertele-tele
-
Hidup Itu Absurd, Jadi Nikmati Saja Kekacauannya