Para personel Warkopi meminta maaf kepada Warkop DKI. Permintaan maaf ini disampaikan sebagai tanggapan dari pernyataan Indro Warkop yang keberatan dengan adanya Warkopi.
“Kalau Pakde nonton, sebelumnya saya minta maaf, enggak langsung ngobrol ke Pakde, tapi saya pengen banget sebelum saya viral juga pengen ketemu Pakde Indro, “ ujar Alfin Dwi Krisnandi atau Alfin Warkopi saat menjadi bintang tamu di podcastCeloteh Nyai yang dipandu Nikita Mirzani di kanal YouTube Langit Entertainment, Kamis, 23 September 2021.
Alfin yang disebut mirip dengan Indro muda datang bersama dua temannya yang lain, yakni Dimas Alfred dan Sepriadi Chaniago, yang disebut mirip dengan Kasino dan Dono. Mereka bertiga meminta maaf secara terbuka pada Indro dan berharap bisa bertemu dengan idola mereka. “Karena saya mengidolakan dari kecil, pengen bimbingannya, ilmunya supaya kita lebih berkembang dan lebih baik ke depannya,” ujar Alfin lagi.
Sebelumnya, Indro Warkop menilai kemunculan tiga orang berwajah mirip dengan personel Warkop DKI, yakni Dono, Kasino, dan Indro bukan tanpa tujuan. Kemunculan mereka yang menamakan diri Warkopi itu disengaja dan telah dibuat manajemen sendiri untuk mencari keuntungan, tanpa memberitahu Indro Warkop dan para ahli waris Warkop DKI.
Menanggapi pernyataan Indro ini, Alfin mengatakan kalau ia sebenarnya sudah pernah mencoba menghubungi Indro. Komunikasi ia lakukan melalui Harley, putra bungsu Indro via pesan di Instagram. “Dari awal, sudah DM-an ama anaknya pakde Indro, bang Harley. Saya meminta gimana saya pengen ketemu pakde, mohon arahannya, mohon izin, mau bikin konten YouTube. Diarahin ke orang terdekat pakde Indro, dikasih kontaknya,” tutur Alfin.
Alfin mengakui ia baru menghubungi orang terdekat Indro setelah Warkopi tampil di televisi. Permintaanya untuk bertemu dengan Indro ditolak karena Indro baru sembuh dari Covid dan belum bisa menerima orang banyak. “Sudah ada itikad baik, pengen ketemu pakde Indro minta bimbingannya,” ujar pria yang berprofesi sebagai guru Taekwondo ini.
Mengenai permintaan pihak Lembaga Warkop DKI yang meminta Warkopi menghentikan kegiatan komersilnya, Alfred mengaku sudah melakukannya. Pihak Patria TV, sudah menghapus konten-konten sketsa yang meniru sketsa yang pernah dimainkan oleh Warkop DKI. “Mungkin kegiatan komersial dihentikan, bicara baik-baik dengan pakde Indro dan Lembaga Warkop DKI,” ujar Alferd.
Hanna, putri Kasino menjelaskan, pada 10 September lalu, Lembaga Warkop DKI menerima surat permintaan bertemu dari manajemen Warkopi. Mereka bermaksud meminta pandangan dan saran mengenai kemunculan figur tiga orang yang mirip Dono, Kasino, dan Indro itu. "Patut disayangkan, mereka tampil di media dulu baru berkirim surat kepada kami," kata Hanna.
Lembaga Warkop DKI pun memberikan tanggapan atas surat itu. Dalam surat itu, Lembaga Warkop DKI meminta Warkopi menghentikan dulu kegiatan mereka sampai diskusi selesai. "Sayangnya, permintaan kami tidak ditanggapi secara positif dari manajemen Warkopi," katanya.
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Mirip Warkop DKI, Warkopi Langgar HAKI?
-
Patria TV Tidak Menghapus Keseluruhan Video Warkopi di YouTube
-
Belum Dapat Izin Warkop DKI, Warkopi Nekat Bikin Konten YouTube
-
Minta Maaf, Warkopi Akui Sudah Minta Izin ke Pihak Warkop DKI
-
Viral Kasus Warkopi Diduga Langgar HAKI, Dirjen KI Kemenkumham Ternyata Soroti Hal Ini
News
-
Lebaran Masih Lama, tapi Pesugihan Massal Udah Mulai di Bioskop: Review Film Setannya Cuan!
-
Bukan Kaleng-Kaleng! Inilah Hypercar Swedia Hampir Rp100 Miliar yang Terparkir di Sidoarjo
-
Flash Sale dan Ledakan Transaksi Online: Saat Diskon Ramadan Lebih Menggoda daripada Aroma Opor
-
Lebaran Jalur Narik: Ketika Jaket Hijau Lebih Sibuk dari Panitia Zakat
-
Mengapa Kampus Lebih Sibuk Kejar Akreditasi daripada Jaga Nyawa Mahasiswa?
Terkini
-
Sinopsis Warung Pocong, Gaji Rp50 Juta Per Bulan Berujung Teror Mencekam
-
Penting! Optimalkan Energi dan Fokus ke Teknik Biohacking di Bulan Ramadan
-
5 Hydrating Toner untuk Segar dan Lembap Sepanjang Puasa
-
Honor MagicPad 4 Resmi Rilis: Tablet Super Tipis dengan Snapdragon 8 Gen 5
-
Salah Kaprah Feminisme di Media Sosial: Benarkah Masih tentang Kesetaraan?