Sekretaris Jenderal Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi dalam webinar yang diadakan oleh Bumdes.id menyampaikan fakta bahwa pandemi telah banyak meluluhlantakkan ekonomi desa. Banyak pengangguran baru tercipta di kota-kota besar dan juga di desa. Pemutusan hubungan kerja yang massif di kota-kota besar secara tidak langsung menyumbang pengangguran di desa. Orang-orang desa yang bekerja di kota akan kembali ke desa dan menambah beban sosial desa untuk melakukan intervensi ekonomi.
Pada persoalan demikian, desa pada saat ini perlu bekerja keras menciptakan lapangan kerja baru agar pertumbuhan pengangguran di desa tidak menjadi masalah di kemudian hari. Desa dapat menciptakan lapangan kerja melalui unit usaha dan menyerap tenaga kerja agar bisa produktif.
Desa sejatinya telah memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang bisa dimaksimalkan untuk mendorong percepatan ekonomi desa. Terlebih hadirnya Peraturan Pemerintah no 21 Tahun 2021 telah memberikan wewenang BUMDes menjadi badan hukum yang dapat beroperasi secara luas, dapat bermitra dengan pemerintah daerah lain dan bahkan bermitra dengan dunia industri.
Harapan besar ini tergantung kepada pengurus BUMDes yang menjadi ujung tombak kemajuan BUMDes. Pengurus harus bermental pejuang, pekerja keras, mau belajar untuk memperbaiki diri dan tentunya tidak lelah mencari ilmu baru dari para pakar dan praktisi yang telah berpengalaman. Banyak BUMDes-BUMDes sukses justru di tengah pandemi yang bisa dijadikan pelajaran. Berikut 3 kunci sukses pengurus BUMDes agar bisa bertahan di tengah gejolak pandemi:
1. Memahami BUMDes secara kelembagaan hukum
BUMDes bukanlah kertas kosong tanpa rekam jejak. Ia merupakan badan usaha yang secara istimewa diberikan hak khusus oleh negara. Pengurus BUMDes harus memahami persoalan kelembagaan ini secara mendetail. Melalui training of trainer Pendamping BUMDes oleh Bumdes.id, para pengurus BUMDes diajak memahami tata persoalan kelembagaan BUMDes yang seringkali diabaikann dan dilewatkan.
Banyak pengurus BUMDes tak paham mekanisme kelembagaan yang diberikan negara melalui Undang-Undang Desa tahun 2014 maupun Peraturan Pemerintah No. 21 Tahun 2021. Jika pengurus BUMDes mampu memahami kelembagaan secara baik, dapat menyusun rancangan kepengurusan, memetakan potensi usaha, menciptakan usaha-usaha baru yang secara otomatis akan menciptakan lapangan pekerjaan untuk menyerap tenaga kerja produktif yang ada di desa.
2. Memahami Proses Pelaporan Keuangan BUMDes
Ini adalah masalah mentalitas, banyak orang tidak mau mengosongkan gelas untuk belajar dari kesuksesan orang lain. Banyak BUMDes sukses justru lahir dari ujian di tengah pandemi. Mereka bisa melakukan shifitng unit-unit usaha ke dalam sistem digital, membangun aplikasi penjualan online, menerapkan pendapatan berbasis online seperti PPOB (Payment Point Online Bank) dan bahkan membangun ekosistem digital baru berbasis UMKM. Pada pendampingan ToT Bumdes.id di Sleman yang diadakan setiap bulan, seluruh peserta diajak melakukan studi lapangan ke BUMDes-BUMDes yang telah sukses.
3. Mengosongkan Gelas Belajar dari BUMDes Sukses Lain
Slogan seperti ini sejatinya boleh juga diadopsi oleh pengurus BUMDes. Hadirnya pandemi mengharuskan pengelola BUMDes untuk banyak belajar hal-hal baru demi memajukan BUMDes dalam dunia yang serba cepat, banyak mendengarkan sharing pengalaman dari kepala desa dan direktur BUMDes yang berhasil melewati krisis pandemi.
Pada ToT Pendamping BUMDes, para peserta akan mendapat sharing pengalaman dari direktur dan kepala desa yang berhasil melewati badai pandemi seperti Desa Kemudo Prambanan Klaten dan Desa Sambisari yang memiliki lokasi wisata Tebing Breksi.
Nah, itulah kunci sukses pengurus BUMDes di tengah pandemi.
Artikel Terkait
News
-
Bukan Lagi Fiksi Ilmiah, Taksi Tanpa Sopir Asal China Kini Siap Kuasai Jalanan
-
Atasi Masalah Ini, Mahasiswa KKN Alternatif 104 UAD Sukseskan Program Bank Sampah di Sorosutan
-
Trakindo Gelar Misi Hijau Bersama Trash Ranger Indonesia, Edukasi Lingkungan Lewat Aksi Nyata
-
Ruang Bercakap #25: Belajar Menulis Artikel Sepak Bola yang Menarik Bersama Yoursay
-
Penelitian Ungkap Mikroplastik Kini Ditemukan di Awan, Berpotensi Pengaruhi Iklim
Terkini
-
Kulit Perih dan Kemerahan? Ini 5 Moisturizer Korea dengan Panthenol untuk Perbaiki Skin Barrier
-
Rahasia Batik Berdarah: Sisi Gelap Kota Pelajar yang Disembunyikan di Balik Kain Tradisional
-
Di Balik Kesuksesan Drama Korea: Standar Ganda yang Terus Berulang
-
Bikin Bangga! 5 Film Horor Indonesia Ini Siap Guncang Panggung Internasional di BIFAN 2026
-
Dihentikan Prancis di 16 Besar, Paraguay Gagal Ulang Sejarah Tahun 2010