Sekar Anindyah Lamase | zahir zahir
Cuplikan Laga Prancis vs. Paraguay di Babak 16 Besar Ajang Piala Dunia 2026. (fifa.com)
zahir zahir

Di babak 16 besar ajang Piala Dunia 2026, Paraguay resmi harus mengakhiri langkah mereka di turnamen tersebut setelah takluk dari Prancis dengn skor akhir 0-1. Melansir dari laman Instagram @_infinityfootball, laga yang digelar pada Minggu (05/07/2026) tersebut sukses dimenangkan oleh Prancis dengan skor tipis 0-1 melalui gol dari penyerang andalan mereka, yakni Kyllian Mbappe di menit ke-70.

“Pertarungan yang berat berakhir dengan Perancis mengalahkan Paraguay 1-0 berkat gol lainnya dari Kylian Mbappé. “Les Bleus” sekarang akan menghadapi Maroko untuk mendapatkan tempat di semifinal Piala Dunia. Apakah Perancis sedang menuju ke final Piala Dunia lagi?,” tulis laman Instagram @_infinityfootball.

Dalam laga tersebut, Paraguay yang tidak diunggulkan mampu menang atas Prancis bermain dengan pola bertahan ketat. Sepanjang laga, para penyerang Prancis yang dimotori oleh Ousmane Dembele dan Kyllian Mbappe berulang kali mencoba menjebol gawang Paraguay yang tampil dengan skema bertahan total. Namun, sepanjang 45 menit babak pertama skor 0-0 tetap bertahan untuk kedua kesebelasan.

Di babak kedua, Paraguay kembali dengan skema pertahanan berlapis mereka guna menahan gempuran serangan Prancis yang tampil lebih mendominasi. Petaka datang bagi Paraguay di pertengahan babak kedua. Salah satu pemain bertahannya melakukan pelanggaran di kotak terlarang yang membuahkan hadiah pinalti bagi Prancis.

Kyllian Mbappe yang maju sebagai eksekutor sukses melaksanakan tugasnya dan membuat skor menjadi 1-0 bagi keunggulan Prancis di menit ke-70. Di sisa laga, Prancis mencoba menambah keunggulan dengan terus menerus menggempur lini pertahanan Paraguay. Namun, hingga akhir laga tak ada gol lagi yang tercipta dan Prancis berhak lolos ke babak perempat final ajang Piala Dunia 2026 menghadapi Maroko yang di laga lainnya sukses mengalahkan tuan rumah, Kanada dengan skor akhir 0-3.

Dengan hasil ini, langkah Paraguay harus terhenti di babak 16 besar setelah sebelumnya tampil mengejutkan di babak 32 besar dengan mampu mengalahkan Jerman. Melansir dari laman resmi FIFA (fifa.com), di babak 32 besar kemarin Paraguay sukses mengalahkan Jerman melalui drama adu pinalti setelah bermain imbang di waktu normal dan di babak perpanjangan waktu.

Gagal ke Perempat Final, Paraguay Tak Mampu Ulangi Sejarah Indah Edisi 2010

Timnas Paraguay menjadi salah satu tim yang menjadi kejutan di ajang Piala Dunia 2026 kali ini. Melansir dari laman berita suara.com, mereka mampu menaklukkan tim kuat, yakni Jerman melalui babak adu pinalti. Sebelumnya, di waktu normal dan babak perpanjangan waktu mereka hanya mampu bermain imbang 1-1.

Di fase grup sendiri mereka lolos dengan predikat salah satu tim peringkat ke-3 terbaik dalan turnamen setelah finish di posisi ke-3 di grup D dengan raihan 4 poin di bawah tuan rumah Amerika Serikat dan Australia. Mereka mampu melewati babak grup dengan sekali meraih kemenangan, sekali hasil seri dan sekali menelan kekalahan.

Di babak 16 besar mereka yang mengusung target lolos ke perempat final ternyata harus takluk dari Prancis dengan skor tipis 0-1. Hasil ini membuat tim berjuluk “The White and Reds” tersebut gagal mengulang prestasi seperti yang mereka catatkan di ajang Piala Dunia 2010 silam di Afrika Selatan.

Kala itu, mereka mampu tampil luar biasa di babak grup dengan menjadi pemuncak klasemen grup F dengan raihan lima poin. Bahkan, mereka mampu menahan imbang timnas Italia yang kala itu berpredikat sebagai juara Piala Dunia edisi 2006 di Jerman.

Di babak 16 besar, mereka mampu mengalahkan Jepang melalui drama adu pinalti setelah bermain imbang 0-0 di waktu normal dan sukses menembus babak perempat final pertama kalinya sepanjang keikutsertaan mereka di ajang Piala Dunia. Namun, di babak perempat final mereka harus takluk dari Spanyol dengan skor tipis 0-1. Spanyol sendiri kala itu juga sukses menjadi juara ajang Piala Dunia 2010.

Akankah di edisi Piala Dunia selanjutnya Paraguay akan mampu kembali menembus babak perempat final seperti edisi Piala Dunia 2010?