Lantunan takbir sebagai penanda berakhirnya Ramadan lirih terdengar dari masjid Islamic Community Center di kota Kyiv. Sejumlah muslim melaksanakan salat idul fitri di masjid tersebut. Berbeda dari perayaan Idul Fitri tahun-tahun sebelumnya, tahun ini muslim Ukraina merayakannya di bawah bayang-bayang perang.
Di Ukraina, sekitar satu persen penduduknya memeluk agama Islam. Lebih dari 20.000 warga negara Turki dan Tatar Krimea tinggal di Ukraina. Mereka hidup aman dan menjalankan ibadahnya dengan tenang.
Akan tetapi semua berubah saat Rusia datang menginvasi pada 24 Februari lalu. Seyran Arifov, Presiden Dewan Muslim Ukraina, kepada Anadolu Agency (02/05/22) menyampaikan bahwa invasi Rusia ke Ukraina telah menyebabkan banyak Muslim harus meninggalkan rumah-rumah mereka. Sebagian dari mereka mengungsi ke negara lain dan sebagiannya lagi menyelamatkan diri ke lokasi lebih aman di dalam negeri.
Hari-hari Ramadan mereka lalui dengan sulit. Mereka menahan haus dan lapar di tenda-tenda pengungsi. Saat terdengar suara sirine, mereka bergegas lari bersembunyi ke hutan. Ketika berbuka, mereka makan dan minum seadanya. Jam malam diberlakukan. Momen berkumpul keluarga saat berbuka puasa juga dibatasi.
Di tengah keterbatasan dan tekanan psikis, Muslim Ukraina tetap memanfaatkan Ramadan untuk memohon ampun dan memaksimalkan doa agar perang segera usai. Mereka tetap bertekad melalui hari-hari Ramadan dengan sebaik-baiknya. Uraza Bayram pun dilakukan sederhana, tanpa mengurangi maknanya.
Tidak ada persiapan Uraza Bayram
Uraza Bayram adalah hari berbuka puasa setelah Ramadan. Hari Raya Idul Fitri atau lebaran, demikian bila di Indonesia. Seperti umat Islam lainnya, di Ukraina pun, Uraza Bayram merupakan salah satu perayaan paling penting bagi setiap Muslim. Mereka selalu menyiapkannya dengan baik.
Tradisi yang tidak terpisahkan dari Uraza Bayram adalah membeli baju baru untuk setiap anggota keluarga. Selain itu perabotan usang, bantal, selimut, dan sofa harus dipastikan dalam kondisi bersih dan rapi. Mereka juga mempersiapkan manisan, kurma, dan kukis. Semua persiapan ini dilakukan sebagai bentuk syukur telah melalui Ramadan, juga agar nyaman saat menerima tamu dari kerabat dekat. Namun tidak ada ragam persiapan itu tahun ini. Uraza Bayram tahun 2022 tidaklah sama. Uraza bayram tahun ini berselimut duka.
Baca Juga
Artikel Terkait
News
-
Secangkir Kopi: Antara Jeda, Ambisi Anak Muda, dan Dompet yang Kritis
-
Bukan Sekadar Objek Politik: Saatnya Anak Muda Jadi Mitra Strategis Kawal Isu Daerah
-
IHR: Perebutan Piala Raja Mangkunegaran dan Laga Krusial Triple Crown di Tegalwaton
-
Berburu Hidden Gem Modest Fashion di Tengah Kota: Last Stock Sale 2026 Resmi Dibuka!
-
Main Karet di GBK Bareng Komunitas Bermain: Nostalgia Seru yang Kadang Terbentur Ribetnya Izin
Terkini
-
Flexible Working Hour dan Batas Hidup Pekerja yang Semakin Kabur
-
Dunia Koas yang Mencekam: Mengapa Gudang Merica Jadi Film Horor Paling Ditunggu di 2026?
-
Ketika Jurnalisme Bertemu Konspirasi Kelas Dunia di Buku The Sky is Falling
-
Membaca di Era Digital: Masih Penting atau Mulai Dilupakan?
-
Sinopsis Nameless, Film Action Thriller Jepang yang Dibintangi Jiro Sato