Dibalik kisah mencekam kasus Itaewon, ada kisah mengharukan dari salah seorang korban selamat. Kisah ini diceritakan oleh salah satu kanal berita di Korea Selatan, V. Daum. Berikut rangkuman kisahnya dalam Bahasa Indonesia.
Sekitar pukul 23.23 malam waktu setempat, seorang ayah bernama pak Jang mendapatkan panggilan dari sang putri yang berusia sekitar 20 tahunan. Pria berusia 62 tahun ini mendapatkan kabar mengejutkan dari putrinya.
"Saya baru saja hidup kembali, saya pikir kaki saya patah, ada kerusuhan dan kerumunan di Itaewon. Saya ingin pulang ke rumah namun saya tergencet. Semua orang meninggal di sini. Tolong selamatkan saya, saya sangat ketakutan"
Sang ayah segera bergegas dengan taxi untuk sampai ke Itaewon, namun kondisi sangatlah tak kondusif. Ada pemblokiran jalan, dan sang ayah berlari sejauh 1.5 km ke kantor polisi untuk bertemu dengan anaknya (lokasi terkini anaknya di kantor polisi)
Setibanya di sana, ada 4 orang lainnya terbaring dengan kondisi sangat buruk. Kondisi putrinya juga parah, kakinya patah. Melihat tak mungkin ia mendapatkan bantuan dari kepolisian (korban dengan luka parah dan meninggal lebih diproritaskan). Sang ayah memutuskan untuk membawa putrinya dalam gendongannya.
Berlari sejauh 1 km untuk mendapatkan taxi dan tumpangan ke rumah sakit, namun ia tak kunjung mendapat pertolongan. Beruntung ada pasangan baik hati yang membawa mereka ke rumah sakit. Namun beberapa rumah sakit sedang penuh, sehingga tidak menerima pasien.
Pasangan tersebut menawarkan untuk mengantar ayah dan anak ini ke rumah sakit dekat rumah mereka. Bahkan kedua pasangan ini membantu membawakan kursi roda untuk putrinya. Pasangan itu membantu dengan tulus, bahkan mereka berkendara 3 hingga 4 jam untuk sampai ke rumah sakit. Sang ayah mencoba memberikan sejumlah uang sebagai rasa terima kasih, namun pasangan itu menolaknya.
Setelah diobati, putrinya dipindahkan ke rumah sakit umum setelah kondisinya membaik. Cedera yang dialami sang putri lumayan serius, ginjalnya terluka karena tergencet begitu lama, begitu pula dengan kaki kanannya yang patah.
Ayah dan anak ini mengucapkan terima kasih di sosial media kepada orang baik yang membantunya di hari kejadian tersebut. Kisah ini membuktikan, rasa sayang Ayah kepada anak melebihi segalanya.
Baca Juga
-
Sinopsis Don't Touch My Gang: Kisah Anak Kampung Hadapi Kerasnya Bangkok!
-
Profil Nonnie Pitchakorn, Bintang Baru di Only Friends, Adik Nanon Korapat!
-
Angkat Kisah Kehidupan setelah Kematian, Ini Sinopsis Death is All Around!
-
Relate dengan Guru Muda, Ini Sinopsis Drama Thailand "Thank You Teacher"
-
Sinopsis Serial '6ixtynin9', Dus Mie Instan Berisi Uang yang Berakhir Petaka
Artikel Terkait
-
Banyak Penonton Jatuh Pingsan di Konser Berdendang Bergoyang, Sandiaga Uno Beri Peringatan Keras!
-
Sejarah Halloween hingga Tradisi Pesta Kostum, Begini Awal Mulanya
-
Selain Halloween Itaewon, Ini Sederet Pesta yang Berujung Maut Menelan Banyak Nyawa
-
Usai Tewaskan Ratusan Orang, Ini 5 Kejanggalan dari Tragedi Itaewon
-
Rayakan Halloween, Deddy Corbuzier dan Sabrina Chairunnisa Pilih Cosplay Sosok Ini
News
-
Bekal Penting Sebelum ke Luar Negeri: Cara Calon Pekerja Migran Hindari Jeratan Love Scam
-
Di Balik Viral Novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati, Ada Psikiater yang Ikut Mengawal Cerita
-
Lewat Lensa Kamera, APC Angkat Cerita Kaum Marginal dalam Pameran Fotografi
-
Dari Novel ke Layar Lebar, Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Bawa Pesan Penting soal Kesehatan Mental
-
25 Tahun Berdiri, Apa Rahasia Komunitas Indo Harry Potter Tetap Eksis di Era Gen Z?
Terkini
-
Cinta Gila Sampai Dikejar ke Dunia Manusia dalam For Your Perfect Ending
-
Anime Maebashi Witches Resmi Dapat Film Kompilasi, Tayang Musim Gugur 2026
-
Chemistry Dennis Adhiswara & Ayushita di Cocote Tonggo: Pasutri yang Bikin Senyum-senyum Sendiri
-
Sampah dan Dosa Kecil yang Dianggap Biasa
-
Ulasan Novel "Raya", Ketika Malam Lebaran Berubah Menjadi Tragedi Berdarah