Sebagai warga Kelapa Gading, Jakarta Utara, salah satu tempat yang sering saya kunjungi adalah Mal Kelapa Gading (MKG). Ada banyak alasan mengapa saya menjadikan Mal Kelapa Gading sebagai tempat liburan saya.
Dari Gramedia sebagai toko buku tempat saya melihat-lihat buku, Timezone mal yang sering menjadi tempat bermain saya, hingga restoran-restoran unik dengan pengalaman tersendiri di dalamnya, sebagian besar tempat di sana membentuk masa muda saya sejak sekolah dasar (SD) hingga sekarang.
Sekarang, saya ingin mengajak pembaca sekalian mengamati apa saja yang berubah dari Mal Kelapa Gading dari tahun 2010-an hingga kini. Apa yang saya tulis di sini adalah beragam hal yang saya ingat dan mungkin saja ada yang terlewat. Namun, harapan saya, tulisan ini mampu memberikan gambaran besar mengenai perubahan mal tersebut dari masa ke masa.
Ada tiga perubahan yang akan saya bahas dari Mal Kelapa Gading: restoran, Gramedia, dan La Piazza.
Restoran-Restoran Food Temptation dari Masa ke Masa
Hal pertama yang ingin saya bahas adalah tempat makan yang ada di lantai 3 Mal Kelapa Gading 3 dan 5, yaitu Food Temptation. Tempat ini bisa dibilang merupakan "pusat makan" di Mal Kelapa Gading karena terdapat banyak sekali restoran.
Mau makanan Indonesia? Cari saja Soto Betawi Dudung Roxy atau Bakmi GM yang melegenda. Hotplate? Ada Yammie Hotplate. Doner Kebab pun tersedia, dan Koi Teppanyaki masih berdiri hingga sekarang. Pokoknya, banyak pilihan.
Food Temptation Mal Kelapa Gading pada tahun 2010-an memiliki beberapa perbedaan. Dahulu, Anda dapat menemukan Timezone di sini. Sekarang, Timezone lantai 3 MKG tersedia di lorong yang mengarah menuju Bioskop XXI Kelapa Gading.
Tempat ini juga punya dua kedai es krim yang dulu buka pada tahun 2010-an, namun sayangnya sudah tutup sekarang: Minimelts yang es krimnya berbentuk bola-bola kecil beragam rasa dan New Zealand Natural yang menjual smoothies, es cookies and cream yang jadi favorit saya, serta jus dingin. Sekarang, dunia es krim di Food Temptation dikuasai oleh Dairy Queen dan McDonald's. Saat ini, strategi McDonald's adalah menjual es krim cone dalam bentuk stand kecil.
Food Temptation pada tahun 2010-an, bagi saya, sedikit lebih mewah namun lebih sempit daripada zaman sekarang. Penyebabnya satu: Food Temptation zaman itu memiliki LCD bulat yang bentuknya seperti pilar bangunan. Entah ke mana layar tersebut sekarang. Namun, saya suka Food Temptation sekarang yang terasa lebih luas.
Tempat ini di masa sekarang juga terasa lebih "hijau". Ada banyak tanaman hias yang ditaruh di beberapa titik dan menghiasi atap kumpulan restoran. Restoran di Food Temptation sekarang juga lebih beragam; sajian Jepang dan Korea pun tersedia. Ada CoCo Ichibanya sang spesialis kari, Chadol Gujeolpan dan RedDog yang bernuansa Korea, Fiesta Steak, The Halal Guys, hingga Gokana Ramen.
Toko Buku Gramedia, Dulu dan Kini
Bisa dibilang, Gramedia menjadi tempat dengan perubahan yang mencolok. Dulunya, Gramedia Mal Kelapa Gading berada di lantai 1, tepat di atas Farmers Market. Pada tahun 2010-an, Gramedia ini lebih banyak menjual buku-buku kisi-kisi Ujian Nasional. Fokus utama Gramedia kala itu adalah buku-buku ilmiah.
Sekarang, Gramedia berada tepat di lantai 3 Mal Kelapa Gading 5, bersebelahan dengan Din Tai Fung. Tokonya pun lebih kecil. Namun, tenang saja, toko buku ini sekarang punya lebih banyak benda yang dijual selain buku. Ada boneka tangan, kartu Pokémon, dan beragam board game atau permainan papan seperti catur dan ludo. Komik dan novel Jepang yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia terbitan Phoenix Gramedia Indonesia juga mulai banyak dijual.
Tempat di lantai 1 yang menjadi lokasi Gramedia dahulu sekarang menjadi toko perabot rumah Jepang bernama Nitori. Tak hanya itu, Gramedia juga memiliki tambahan satu tempat lagi sebagai bentuk kerja sama dengan NIKA: Prose & Petals Book-café di Gafoy.
La Piazza, Tempat Berkumpul yang Tetap Ramai
Pada tahun 2010-an, saya mengingat La Piazza sebagai tempat berkumpulnya restoran-restoran. Kala itu, restoran di sana berbentuk lapak dan ruko. Sate Afrika H. Ismail Coulibaly dulu ada di sini sebelum akhirnya berpindah ke dekat gedung parkir La Piazza.
Lalu, ada pula sejenis dingdong yang menggunakan koin untuk bermain. Motor mainan pun dulu ada di sekitar La Piazza. Bersebelahan dengan dingdong tersebut, ada beberapa restoran boga bahari dan makanan ringan. Restoran Mi Jempol juga sempat ada di sini sebelum akhirnya berdekatan dengan Sate Afrika H. Ismail Coulibaly.
Satu-satunya hal yang nyaris tidak berubah dari La Piazza adalah ruang terbuka luas yang dilengkapi bangku besi dan layar lebar, panggung untuk band, serta bangunan tiga lantai yang menjadi wajah Mal Kelapa Gading di depan taman jogging.
Ruang luas La Piazza memiliki fungsi yang berbeda antara dulu dan sekarang. Dulu, tempat itu dipakai untuk menonton pertandingan sepak bola. Sekarang, tempat itu dipakai untuk menonton artis dan band favorit. La Piazza dulu juga memiliki akses langsung ke Mal Kelapa Gading yang tersambung dengan tempat biliar dan Bioskop 21 MKG (sekarang sudah tidak ada). Sekarang, di tahun 2026, La Piazza terhubung langsung dengan Stasiun LRT Jakarta Boulevard Utara Mal Kelapa Gading.
La Piazza zaman sekarang memiliki beberapa fasilitas baru. Ada Paradigm Gym untuk berolahraga, MST Golf di lantai 1 untuk perlengkapan golf, toko Oh!Some dan Uniqlo di lantai 2, serta Timezone dan refleksi Thailand Chien Khang Thang di lantai 3.
Hampir lupa, ada sebuah ruko ukuran sedang yang dulunya merupakan tempat Starbucks Coffee pada tahun 2010-an. Sekarang, tempat itu menjadi milik SaladStop!. Ada pula ruko-ruko bernama "Pasar Mandiri" di dekat La Piazza pada tahun 2010-an yang sekarang digantikan dengan lapangan padel.
Selama belasan tahun saya berkunjung ke Mal Kelapa Gading, ada banyak hal yang berubah menjadi lebih modern dan modis. Mal ini telah menjadi bagian dari masa kecil saya yang takkan pernah terlupakan.
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Nostalgia Moiland: Mengenang Era "Dufan Mini" di Mall of Indonesia
-
Pramono Meradang Pelajar Siram Air Keras Acak di Cempaka Putih: Tindak Tegas, Tak Ada Kompromi!
-
Perbandingan Banjir Jakarta Dulu dan Sekarang: Cerita Warga Kelapa Gading Timur
-
Sejumlah Ruas Jalan di Jakarta Terendam Banjir
-
Begundal Kambuhan, Penjambret Sikat iPhone 16 di Kelapa Gading Baru Sebulan Keluar Lapas
News
-
Krisis Air Bersih di Indonesia: Masalah Tahunan yang Belum Usai
-
Ramadan 2026: Mencari Makna Kesederhanaan Saat Tekanan Ekonomi Menghimpit
-
Kemenag Umumkan Jadwal Sidang Isbat 2026, Ini Jadwal Lengkapnya!
-
Blind Box dan Paylater: Mengapa Gen Z Mencari Bahagia Lewat Belanja, dan Apa Risikonya?
-
Merasa Bersalah Saat Istirahat? Kenali 7 Kebiasaan yang Menandakan Terjebak Survival Mode