Akademisi Hermanto J Siregar tak habis pikir dengan 'ancaman' tempur dari Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Ramdhani.
Menurut Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) tersebut, 'ancaman' itu tidak pantas untuk diucapkan oleh seorang pejabat negara. Dia mempertanyakan alasan Benny mengeluarkan ancaman itu.
Hermanto J Siregar menilai ucapan Benny yang diduga disampaikan di sela acara relawan Presiden Jokowi tersebut bisa berpotensi menimbulkan dan mempertajam perpecahan di masyarakat.
"Sebagai pejabat tinggi negara kok bicara “tempar-tempur” seperti mau perang, ataukah kurang kerjaan? Itu potensial mempertajam perpecahan," cuit Hermanto seperti dikutip Yoursay dari akun jejaring sosial Twitter @hermantoregar, Rabu (30/11/2022).
Selain itu, Hermanto menyarankan Benny lebih baik fokus meningkatkan perlindungan dan pelayanan terhadap pekerja migran RI sesuai dengan tanggung jawab yang diemban.
"Lebih baik fokus meningkatkan perlindungan dan pelayanan terhadap pekerja migran RI sesuai tanggung jawab yang diemban," tulis Hermanto.
Sebelumnya, ucapan Benny Ramdhani yang siap bertempur melawan rival Jokowi mendadak viral di media sosial. Ucapan tersebut dilontarkan Benny ketika berbincang dengan Presiden Jokowi.
Diduga, ucapan Benny di video diambil di sela-sela acara Nusantara Bersatu, di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Sabtu, 26 November 2022. Acara diinisiasi relawan Jokowi. Jokowi juga hadir langsung di acara tersebut.
Dalam video itu, Benny meminta izin Jokowi untuk melawan -pihak yang berseberangan dengan pemerintah. Dia meminta ada penegakan hukum bagi mereka yang berseberangan dengan Jokowi.
“Pak, kita ini pemenang Pak di Pilpres. Kita ini besar, tapi serangan lawan ini masih terus. Sarannya adalah amplifikasi program-program dan keberhasilan Bapak melalui Kemenko. Kedua, kita gemes ingin melawan mereka, kalau mau tempur lapangan kita lebih banyak."
"Nah, kalau Bapak tidak mengijinkan kita tempur di lapangan melawan mereka maka penegakan hukum yang harus. Misalnya setiap yang selama ini mencemarkan nama naik menyerang pemerintah adu domba hasut penyebaran kebencian semua bisa dijerat dengan hukum."
"Nah, penegakan hukum itu Pak yang harusnya dilakukan. Karena ketika tidak, kami hilang kesabaran ya sudah kita yang melawan mereka di lapangan.”
Demikian ucapan Benny Ramdhani saat berbincang dengan Jokowi sambil duduk di sebuah ruangan.
Menanggapi video tersebut, Benny Ramdhani berdalih video tersebut disebarkan secara tidak utuh. Menurut Benny, durasi video utuh omongannya dengan Jokowi tersebut kurang lebih 40 menit.
“Jadi, itu bukan acara tertutup. Tetapi, saya yakin video itu adalah video yang tidak utuh. Kalau utuh kan seharusnya keseluruhan dong. Dari mulai pertama sampai selesai kurang lebih 40 menit harusnya dimuat secara utuh," kata Benny saat dikonfirmasi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 28 November 2022.
Baca Juga
-
Rekomendasi Tone Up Sunscreen SPF 50 Mulai Rp23 Ribuan: Glowing Tanpa Foundation!
-
Review Film Home Sweet Home: Menonton Kenyataan Pahit Profesi Caregiver di Denmark
-
Antara Idealisme dan Realita: Susahnya Hidup Less Waste di Era Serba Cepat
-
Toko Kenangan yang Tertukar
-
Mengapa Menonton Film 'Pesta Babi' dan Membagikannya di Medsos Tidak Akan Mengubah Apa pun
Artikel Terkait
-
CEK FAKTA: Pasca Izin Tempur ke Jokowi, Benny Rhamdani Digeruduk Massa dan Dipecat Sebagai Kepala BP2MI, Benarkah?
-
Tolak Wacana Jokowi Tiga Periode, PKS: Abuse of Power, Secara Etika Salah dan Sesat!
-
Imbas Kegiatan Relawan Jokowi dan Larangan Konser, Menpora Kini Dinilai Tak Konsisten soal Penggunaan GBK
-
Ganjar Sendirian Tak Cukup Kuat Buat Jadi Backing Jokowi, Alasan Mau Gandeng Prabowo Juga?
-
Orang Pro Istana Ngomong Seenak Udelnya Saja Kata Refly Harun Menyikapi Kepala BP2MI Benny Rhamdani yang 'Ngejilat' di Hadapan Jokowi
News
-
Secangkir Kopi: Antara Jeda, Ambisi Anak Muda, dan Dompet yang Kritis
-
Bukan Sekadar Objek Politik: Saatnya Anak Muda Jadi Mitra Strategis Kawal Isu Daerah
-
IHR: Perebutan Piala Raja Mangkunegaran dan Laga Krusial Triple Crown di Tegalwaton
-
Berburu Hidden Gem Modest Fashion di Tengah Kota: Last Stock Sale 2026 Resmi Dibuka!
-
Main Karet di GBK Bareng Komunitas Bermain: Nostalgia Seru yang Kadang Terbentur Ribetnya Izin
Terkini
-
Rekomendasi Tone Up Sunscreen SPF 50 Mulai Rp23 Ribuan: Glowing Tanpa Foundation!
-
Review Film Home Sweet Home: Menonton Kenyataan Pahit Profesi Caregiver di Denmark
-
Antara Idealisme dan Realita: Susahnya Hidup Less Waste di Era Serba Cepat
-
Toko Kenangan yang Tertukar
-
Mengapa Menonton Film 'Pesta Babi' dan Membagikannya di Medsos Tidak Akan Mengubah Apa pun