Beredar unggahan di media sosial yang mengklaim bahwa Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya melarang ibadah Natal umat Kristen di Kecamatan Maja, Lebak, Banten.
Klaim narasi tersebut dibagikan oleh akun Twitter @tch0077 yang mengunggah foto dengan narasi Bupati Kabupaten Lebak melarang orang Kristen merayakan Natal di wilayahnya.
BACA JUGA: Nyesek! Pria di Palembang Batal Nikah H-1, Keluarga Wanita Ogah Mahar Kurang Rp 700 Ribu
Unggahan itu mendapatkan 663 suka dan 226 retweet hingga artikel ini ditulis serta mendapatkan berbagai komentar dari netizen Indonesia. Lantas benarkan jika Bupati Lebak melarang perayaan Natal di wilayahnya?
PENJELASAN
Berdasarkan penelusuran turnbackhoax.id - jaringan Cek Fakta Suara.com, klaim unggahan foto yang menyebut Bupati Kabupaten Lebak yang melarang orang Kristen merayakan Natal di wilayahnya, tidak benar.
Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya membantah kabar larangan ibadah Natal umat Kristen di Kecamatan Maja, Lebak, Banten.
Iti Octavia Jayabaya hanya meminta warga Kristen untuk beribadah di kawasan Rangkasbitung karena Maja belum ada gereja. Ia mengatakan bahwa Lebak adalah rumah bagi semua golongan agama.
Iti berharap apabila masalah tersebut jangan sampai memecah bangsa. Ia menginformasikan dirinya juga akan menghadiri perayaan Natal bersama pada 27 Desember nanti.
BACA JUGA: Jaksa Pertimbangkan Motif Rasisme Pelaku Penembakan di Paris
KESIMPULAN
Unggahan dengan narasi Bupati Kabupaten Lebak yang melarang orang Kristen merayakan Natal di wilayahnya ternyata tidak benar alias hoaks.
Maka dari itu, narasi tersebut masuk dalam kategori misleading content atau konten yang menyesatkan.
Cek berita dan artikel yang lain di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Review Voicemails for Isabelle: Sebuah Arti Ketulusan Cinta yang Sejati
-
Ulasan Novel Tuan Besar Gatsby: Saat Kekayaan Tak Mampu Membeli Cinta
-
Ketimpangan Relasi Kerja: Mengapa Loyalitas Hanya Berlaku Satu Arah?
-
Leave No One Behind Membawa Napas Baru Lewat Aksi Bertema Perdagangan Orang
-
Samakdo: Film Horor Korea Selatan Terbaik dengan Misteri Sekte yang Sesat!
Artikel Terkait
News
-
Di Balik Gerakan Tanpa Kata, Bagaimana Pantomim Jadi Ruang Memulihkan Diri?
-
Di Balik Jendela TransJakarta: Ada Cerita Perjuangan yang Sering Kita Lewatkan
-
Paradoks Transportasi Jakarta: Penumpang Naik Pesat, Kenapa Macet Makin Parah?
-
In This Economy: Gengsi Nggak Bisa Bayarin Bensin, Naik Transum Is The New Flex!
-
90 Mahasiswa Indonesia Lanjut S2 Lewat Erasmus Mundus, Uni Eropa Perkuat Investasi pada Talenta Muda
Terkini
-
Review Voicemails for Isabelle: Sebuah Arti Ketulusan Cinta yang Sejati
-
Ulasan Novel Tuan Besar Gatsby: Saat Kekayaan Tak Mampu Membeli Cinta
-
Ketimpangan Relasi Kerja: Mengapa Loyalitas Hanya Berlaku Satu Arah?
-
Leave No One Behind Membawa Napas Baru Lewat Aksi Bertema Perdagangan Orang
-
Samakdo: Film Horor Korea Selatan Terbaik dengan Misteri Sekte yang Sesat!