Wabah permainan keterapilan lato-lato atau yang di sebagian daerah dikenal dengan nama nok-nok tampaknya tak hanya menyerang anak-anak dan kalangan kebanyakan. Orang-orang dewasa dan para pejabat pun ternyata tak luput dari rasa penasaran untuk mencoba permainan yang satu ini.
Hal ini terlihat di unggahan instagram Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil beberapa waktu lalu. Dalam unggahannya di akun instagram @ridwankamil, Gubernur yang juga merupakan mantan walikota Bandung tersebut membagikan momen saat bermain lato-lato atau nok-nok bersama Presiden Joko Widodo.
Dalam video unggahannya, terlihat kegiatan Ridwan Kamil dan Presiden Joko Widodo yang tengah meninjau sebuah pasar di daerah Subang, Jawa Barat. Dalam keterangannya, suami dari Atalia Praratya tersebut menuliskan bahwa anak-anak di Subang tengah bermain nok-nok bareng Presiden dan Gubernur.
BACA JUGA: Ngakak! Kumpulan Meme Shin Tae Yong Gemas Witan Sulaeman Gagal Cetak Gol
Dalam penjelasannya, Kang Emil juga memperkenalkan Nok-nok yang dimilikinya adalah model terbaru, bolanya ada 4, dan nama tipenya adalah Pakujut Nok-Nok. Tak lupa, Ridwan Kamil juga menuliskan doa untuk sang presiden. "Sehat-sehat selalu Pak @jokowi , yang hari ini datang ke 2 pasar dan meresmikan bendungan Sadawarna. Mood Pak Presiden begitu gembira hari ini. Mungkin karena didampingi Ibu Iriana," tulisnya.
Dalam video yang diunggah tersebut, tampak Kang Emil tengah menjelaskan kepada Presiden Joko Widodo cara untuk memainkan lato-lato. Sesaat kemudian, Presiden Jokowi pun mencoba untuk memainkan lato-lato sesuai dengan yang diarahkan oleh Kang Emil. Namun sayangnya, orang nomor satu di Indonesia tersebut gagal memainkannya. Sontak saja hal tersebut mengundang gelak dari yang hadir, terlebih, sang Presiden tetap memberikan senyum yang lebar meskipun tak bisa memainkan lato-lato.
Tak mau kalah, Kang Emil pun menunjukkan kepiawaiannya dan mencoba memainkan lato-lato. Tak hanya berbola 2, Kang Emil langsung memainkan dua nok-nok sehingga bolanya menjadi empat. Bisa ditebak, hal itu tentu saja berujung pada kegagalan.
Unggahan dari Gubernur Jawa Barat tersebut tampaknya menarik perhatian para warganet. Hingga saat ini terpantau unggahan tersebut telah mendapatkan lebih dari 306 ribu tanda hati, dan dijubeli lebih dari 5 ribu komentar warganet. Isinya komentarnya pun bervariasi, mulai dari pujian kepada kedua abdi negara tersebut, hingga keluhan karena sekarang hampir di semua daerah terdapat suara bising nok-nok.
"Salut ka bapak-bapak abdi nagara ieu mah.. masih keneh tiasa sumringah di balik kapuding mikiran rakyat nu masih loba nu sok nyalahkeun kana kabijakan bapak-bapak," tulis akun @didinipankwahy***.
"Ya Allah... Dirumah, kuping saya rasanya tiap hari denger cetak cetok cetak cetok melulu," tulis akun werdike***.
"Katto-katto/latto-latto yg sering di sebut di Makassar sampe di tangan presiden dan gubernur," tulis @vida.aa***.
"Wahhh tambah viral ini mainan. Tapi bagus lah dari pada anak anak pegang HP terusss. Tambah pusing saya lihatnya," komentar akun @mega_mustika_texti***.
Namun, ada juga yang berkomentar bernada komersil seperti akun @heryy_3*** yang menuliskan "Lato-latonya mahal tuh kalo di jual karna ada sejarahnya dipegang Pak Presiden."
Kira-kira, lato-lato yang habis dipegang Pak Jokowi dan Kang Emil kalau dijual harganya berapa ya?
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
Artikel Terkait
-
Fakta-fakta Perppu Cipta Kerja yang Diterbitkan Jokowi, Dikeluarkan karena Alasan Mendesak
-
Indonesia Amat Bergantung Kepada Investor Pada 2023, Jadi Alasan Jokowi Terbitkan Perppu Cipta Kerja
-
Hadiri Peresmian Masjid Raya Al-Jabbar, Ambu Anne Memukau Dengan Kostum Serba Putih, Dedi Mulyadi Tak Terlihat
News
-
Menanti Kejelasan Laporan Insiden Prambanan, PSHT Minta Adil dan Transparan
-
Dugaan Cacat Prosedur Tersangka Insiden Prambanan, Kuasa Hukum Buka Suara
-
Menyelamatkan Nyawa di Ujung Perbatasan: Akhir Tragis Pelarian Kapal Penyelundup di Bintan
-
Perkuat Jejaring Pers, Forum Wartawan Kebangsaan Bentuk Koordinator di DIY
-
Petani di Tengah Perubahan Iklim: Mengapa Kemitraan Inklusif Menjadi Penting?
Terkini
-
7 Dekade Berlalu, Ini 4 Alasan Mengapa Kritik Novel '1984' Makin Relevan Hari Ini
-
Tujuh Hari Sebelum Aku Menghilang
-
Terorisme Ekologi Bernama Karhutla: Saat Rakyat Terpaksa Berhenti Bernapas
-
Tidak Semua Luka Terlihat, Ini Pentingnya Menjadi Pendengar Tanpa Menghakimi
-
Tak Harus Nunggu Teman: Seni Menemukan Ketenangan Lewat Solo Date