Seorang emak-emak kembali berulah hingga menjadi sorotan dan viral di media sosial. Terkini, emak-emak tersebut menolak untuk membayar belanjaannya sendiri di minimarket.
Dalam video yang beredar, emak-emak itu telah naik dan hendak pergi mengendarai sepeda motornya tanpa helm.
Akan tetapi, aksi tersebut berhasil diberhentikan oleh salah satu pegawai minimarket saat emak-emak tersebut masih di tempat parkir.
Pegawai minimarket tersebut lantas membawa masuk kembali barang belanjaan yang hendak dibawa kabur oleh emak-emak tersebut.
Emak-emak itu lalu marah kepada para pegawai minimarket yang berkumpul di dekat area parkir.
Disebutkan, emak-emak itu menolak membayar barang belanjaan tersebut karena ia mengaku telah membayar pajak.
Pegawai minimarket yang menilai alasan tersebut tak masuk akal langsung membawa masuk belanjaan tersebut.
Setelah itu, emak-emak tersebut ikut menyusul masuk kembali ke minimarket dan kini malah ngamuk ke pegawai minimarket.
Emak-emak itu marah dan meminta belanjaannya dikembalikan meski tak mau membayarnya.
Akan tetapi, para pegawai minimarket tentu menolak permintaannya. Merasa tak terima, emak-emak tersebut mengancam akan lapor polisi dengan dalih telah dilecehkan serta dirugikan.
"Si ibunya kembali masuk Alfamart marah-marah kepada pegawai Alfamart meminta belanjaannya dikembalikan, dengan dalih dilecehkan dan apabila nggak dikasih belanjaannya akan lapor polisi," tulis keterangan dalam video yang diunggah oleh akun @video_medsos di Instagram, dikutip pada Jumat (14/04/2023).
Berdasarkan keterangan, kejadian tersebut terjadi di Tana Batue, Bone, Sulawesi Selatan.
Tak pelak, unggahan video tersebut seketika viral dan menuai beragam tanggapan di kolom komentar.
"Ras terkuat ini emang suka di luar nalar ya," komentar @tan***.
"Dia yang aneh dia pula yang lapor polisi," imbuh @fad***.
"Gue lihat emak-emak jaman sekarang banyak yang begini. Terus lihat emak gue bersyukur banget dah ga begitu walaupun kalau marah kadang nyakitin hati hahah," timpal @moj***.
Baca Juga
-
Ulasan Film Seni Merayu Tuhan: Refleksi Sunyi Anak Muda Mencari Arah Hidup
-
Dentuman Sound Horeg di Kuburan dan Masjid: Hiburan atau Sudah Kelewat Batas?
-
Review Kung Fu Soccer: Terlalu Absurd Disebut Film Tentang Sepak Bola, Apakah Layak Ditonton?
-
Bli Nyoman dan Desa Les: Ketika sebuah Desa Tumbuh tanpa Kehilangan Akarnya
-
Dari Party ke Padel, Cara Gen Z Mengubah Arti Nongkrong
Artikel Terkait
-
Usai Ngamuk ke Pengunjung RSUD Pirngadi Medan, Dokter Muda Minta Maaf
-
Viral! Pesan Berantai Raja Salman Telah Meninggal Dunia, Benarkah? Cek Faktanya
-
Keluarga TikToker Awbimax Kena Imbas Pasca Viral Video Lampung 'Dajjal', Netizen: Otoriter dan Anti Kritik!
-
Sebut Lampung Dajjal, Tiktoker Awbimax Dilaporkan Tim Hukum Gubernur Lampung, Netizen: Kelihatan Buzzer!
-
Heboh Aksi Emak-emak Bawa Celurit Nyaris Bacok Tetangga, Netizen: Anak STM Ketar-ketir Melihatnya
News
-
Dentuman Sound Horeg di Kuburan dan Masjid: Hiburan atau Sudah Kelewat Batas?
-
Bli Nyoman dan Desa Les: Ketika sebuah Desa Tumbuh tanpa Kehilangan Akarnya
-
Nyoman Nadiana dan Perjuangan Menghidupkan Desa Les untuk Masa Depan
-
Kang Edai, Sosok di Balik Warisan Budaya Desa Kemiren
-
Nelayan Kecil Merugi, Mengapa Penangkapan Ikan Ilegal Terus Merajalela?
Terkini
-
Ulasan Film Seni Merayu Tuhan: Refleksi Sunyi Anak Muda Mencari Arah Hidup
-
Review Kung Fu Soccer: Terlalu Absurd Disebut Film Tentang Sepak Bola, Apakah Layak Ditonton?
-
Dari Party ke Padel, Cara Gen Z Mengubah Arti Nongkrong
-
Merayakan Kemerdekaan?
-
Bukan Sekadar Desa Wisata, Ini Rahasia Osing Kemiren Merawat Lingkungan Tetap Lestari