Resign! merupakan novel karya Almira Bastari yang mengangkat cerita tentang kehidupan para pekerja kantoran di sebuah perusahaan konsultan di Jakarta. Novel bergenre romance dan komedi ini diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada 29 Januari 2018 dengan tebal 288 halaman.
Cerita berpusat pada Alranita dan tiga rekan kerjanya yaitu Carlo, Karenina, dan Andre yang tergabung dalam kelompok bernama The Cungpret, kependekan dari kacung kampret. Keempatnya punya alasan masing-masing untuk meninggalkan kantor. Alran sudah merasa tertekan dengan pekerjaan dan atasannya, Carlo ingin mencari pekerjaan dengan gaji lebih tinggi setelah menikah, Karenina terus mendapat proyek meski sering dianggap tidak becus, sedangkan Andre ingin memiliki kehidupan keluarga yang lebih seimbang.
Keinginan resign itu kemudian berubah menjadi taruhan di antara mereka. Siapa yang berhasil meninggalkan kantor lebih dulu akan memenangkan taruhan dan mendapatkan traktiran makan dari yang lainnya. Sejak saat itu, mereka mulai saling mencurigai. Cuti mendadak, izin tidak masuk, sampai perubahan kecil dalam rutinitas kantor bisa membuat anggota Cungpret lainnya bertanya-tanya apakah salah satu dari mereka sedang menjalani wawancara kerja di perusahaan lain.
Masalahnya, mencari pekerjaan baru diam-diam bukan perkara gampang ketika bos mereka adalah Tigran. Setiap kali Alran berusaha mengatur jadwal wawancara, selalu ada saja pekerjaan atau tugas kantor yang muncul. Tigran juga seperti bisa membaca gerak-gerik bawahannya sehingga Alran harus pintar mencari waktu agar rencana mencari pekerjaan baru tidak ketahuan. Di tengah kesibukan tersebut, kehidupan kantor mereka tetap dipenuhi percakapan dan gosip antara anggota Cungpret ketika sedang tidak berhadapan dengan sang bos.
Sementara itu, hubungan Alran dengan Tigran perlahan mengalami perubahan. Alran yang awalnya hanya melihat Tigran sebagai bos yang membuatnya ingin segera pergi dari kantor mulai menemukan sisi lain dari pria tersebut. Tigran sendiri mulai menunjukkan perhatian yang berbeda kepada Alran.
Namun, keadaan menjadi lebih rumit karena ada Arya, teman Alran sejak masa kuliah di Australia, yang juga memiliki tempat tersendiri dalam kehidupan Alran. Tigran bahkan memberikan informasi kepada Alran mengenai Arya yang kemudian menimbulkan persoalan ketika kebenarannya terungkap.
Di tengah taruhan untuk menentukan siapa yang paling cepat resign, hubungan antarkaryawan, urusan pekerjaan, dan persoalan pribadi mereka terus berjalan bersamaan. Alran harus menghadapi keinginan untuk meninggalkan pekerjaannya, sementara hubungannya dengan Tigran justru bergerak ke arah yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Cerita kemudian mengikuti perjalanan Alran dan anggota Cungpret lainnya dalam menghadapi pekerjaan, rencana resign, persaingan taruhan, serta hubungan yang berkembang di antara mereka.
Secara keseluruhan, novel ini menurut aku adalah tipe buku yang bisa diselesaikan dalam sekali duduk karena ceritanya mengalir. Bahasanya kasual dan memakai istilah khas anak kantor Jakarta, jadi kita tidak perlu mikir keras saat membacanya. Jujur, buku ini cocok buat pelarian kalau kita lagi butuh hiburan setelah seharian lelah bekerja.
Hal paling juara dari buku ini adalah komedinya yang terasa sangat organik dan tidak dipaksakan. Aku pribadi paling suka bagian interaksi antar-anggota Geng Cungpret saat mereka asyik menggosipi bos di pantri kantor atau lewat grup WhatsApp khusus tanpa bos. Bagian itu bikin senyum-senyum sendiri karena suasananya mirip sekali dengan realitas di dunia nyata.
Meski dibungkus dengan genre komedi romantis, buku ini tetap berhasil menyelipkan potret dunia kerja yang jujur. Ada drama lembur tanpa akhir, politik kantor tipis-tipis, sampai realitas berburu kerja baru yang ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan. Penulisnya pintar sekali mengemas isu sensitif ini menjadi sesuatu yang menghibur.
Buku ini juga memberikan pelajaran penting bahwa mencari pekerjaan baru atau memutuskan resign itu butuh strategi, bukan cuma modal emosi sesaat. Bertahan di bawah tekanan bos yang menuntut seperti Tigran memang melelahkan, tapi sadar atau tidak, mental dan skill kerja Geng Cungpret justru jadi ikut terasah.
Pada akhirnya, sebal apa pun kita dengan kantor sekarang, kedewasaan kita dalam menghadapi masalah di sanalah yang sebenarnya membentuk karier kita ke depan.
Baca Juga
-
Makna Lagu Training Season: Untuk Kamu yang Sering Salah Pilih Pasangan
-
Review The Weight: Saat Misi Membawa Emas Jadi Taruhan Nyawa
-
Dianggap Belokkan Sejarah, Tim Produksi Film The Assassin(s) Dipolisikan
-
Jadwal MotoGP Jepang 2026: Sengitnya Rivalitas Jorge Martin dan Marc Marquez
-
Perjuangan Leo/Daniel di Asian Games 2026: Sembuh Cedera hingga Raih 2 Emas
Artikel Terkait
Ulasan
-
The Love Hypothesis: Cinta Tumbuh Karena Sering Bersama
-
Review Milk & Mocha Our Little Moments, Komik Hangat yang Bikin Gemas
-
Menemukan Arti Rumah yang Sesungguhnya dalam Novel Kosan Griya Wacana
-
Ulasan Memburu Pemangsa: Drama Horor Mencekam dengan Pesan Moral yang Kuat
-
Makna Lagu Training Season: Untuk Kamu yang Sering Salah Pilih Pasangan
Terkini
-
Jangan Tunggu Burnout: Pentingnya Ambil Ruang Jeda Sebagai Kebiasaan Rutin
-
Bikin Makeup Flawless dan Tahan Lama: 5 Primer Serum Pengunci Kelembapan
-
Akun Cenblu Menjamur di X, tapi Kenapa Kontennya Justru Makin Tak Bermutu?
-
Alya Sometimes Hides Her Feelings in Russian 2 Rilis PV Baru, Tayang 2027
-
Dari Sebentar Saja Jadi Berjam-jam: Jebakan Doomscrolling Sebelum Tidur?