Bulan purnama menjadi pemandangan langit yang dapat kamu lihat setiap bulannya. Ternyata, penduduk Amerika punya nama penting yang berbeda untuk bulan purnama dalam satu tahun. Mengutip laman Evening Standard, bulan purnama yang terjadi pada bulan Juli disebut Buck Moon.
Buck Moon, nama tersebut berkaitan dengan rusa muda yang mulai menumbuhkan tanduknya pada masa ini. Bulan purnama pada bulan Juli juga dikenal sebagai Thunder Moon dan Hay Moon.
Buck Moon pada 2023 juga dapat kamu amati dari berbagai wilayah di Indonesia, selama langit tidak terhalang awan. Bulan purnama tersebut akan terjadi pada 3 Juli dan menjadi supermoon pertama pada musim panas tahun ini. Buck Supermoon akan mencapai iluminasi puncaknya pada 7:39 ET pada Senin, 3 Juli 2023 menurut Almanac.
Menurut Youthopia, di Singapura, bulan purnama akan mulai terbit setelah matahari terbenam pada pukul 19.13 pada tanggal 3 Juli dari arah Tenggara, dan akan berada pada ketinggian yang sesuai untuk dilihat mulai pukul 21.00 dan seterusnya. Supermoon akan mencapai titik tertinggi pada pukul 01.25 keesokan harinya dan akan ditetapkan beberapa jam kemudian pada pukul 07.40.
Supermoon berikutnya tahun ini, akan terjadi pada 1 Agustus, 31 Agustus, dan 29 September.
Bulan purnama terjadi saat Bulan tepat berseberangan dengan Matahari, sedangkan Bumi di antara keduanya. Sehingga, permukaan Bulan yang menghadap Bumi mendapatkan sinar Matahari sepenuhnya.
Supermoon dapat terjadi karena perigee dan fase purnama. Perigee merupakan bulan setiap 27 hari sekali, sedangkan fase purnama setiap 29,5 hari sekali. Pada saat inilah bulan tampak lebih terang, lebih besar, dan lebih dekat dari Bumi.
Saat bulan purnama, rata-rata berjarak 238.900 mil dari Bumi. Sedangkan supermoon akan lebih dekat, pada Buck Moon kali ini diperkirakan menjadi 224.895 mil. Namun, perubahan ukurannya tidak akan terlihat signifikan.
Supermoon kali ini diperkirakan lebih terang 30 persen dan tampak 14 persen lebih besar dari bulan purnama biasanya. Sayangnya, kamu tidak akan semudah itu melihat perbedaannya saat mengamati tanpa menggunakan teleskop maupun alat bantu lainnya.
Supermoon tidak menimbulkan efek berbahaya, tapi tidak menutup kemungkinan mempengaruhi pasang surut air laut. Gravitasi bulan dapat menyebabkan air laut yang menghadap bulan pasang. Saat supermoon, gravitasi bulan dapat semakin kuat daripada bulan purnama biasanya.
Sudah siap untuk menyaksikan supermoon 3 Juli 2023 nanti?
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Ustadz Dhanu Bahas LGBT: Jangan Salahkan Orang yang Seperti Itu! Tapi...
-
Singgung soal Rumput GBK, Jokowi di HUT Bhayangkara: Tidak Boleh Rusak, Makanya Saya Cek Pasukan Tak Naik Mobil
-
Kapan Puasa Muharram 2023? Cek Jadwal dan Keutamaannya di Sini
-
Daftar 30 Besar Brand Reputation Idol Kpop Bulan Juni: Ada Jimin dan Jungkook BTS hingga Jisoo dan Lisa BLACKPINK!
-
Tes Kepribadian: Siapa Anda Sebenarnya dan Apa yang Anda Inginkan dalam Hidup dapat Terungkap dengan Memilih Simbol Bulan
News
-
Ritel Adalah Cermin Sosial: Membaca Karakter Pelanggan dari Gaya Belanja Mereka
-
Urban Eco Journey: Cara Seru Trash Ranger Rayakan Ulang Tahun Sambil Menyelamatkan Bumi
-
FH UNY Berdayakan UMKM Desa Galuhtimur Lewat Legalitas Hukum & Inovasi Produk
-
Tim FIP UNY Bekali Guru PCM Tonjong Modul Ajar Berbasis Deep Learning
-
FH UNY Gelar PkM di MIM Tonjong, Kenalkan Pendekatan 'Deep Learning' untuk Guru Muhammadiyah
Terkini
-
Menelisik Sisi Gelap Kejiwaan Manusia dalam Film Obsession
-
Jelajahi Jakarta Lewat Stamp Hunting MRT, Seru dan Ramah di Kantong
-
Mengejar Koruptor Tak Perlu ke Antartika! Cukup Penegakan Hukum Konsisten
-
Argentina ke Semifinal! Rating Pemain Jadi Sorotan Usai Tumbangkan Swiss
-
Budaya 'Kondangan Akademik' Mahasiswa: Bentuk Dukungan atau Tekanan Sosial?