Film dokumenter Netflix, Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso kini tengah menjadi perbincangan hangat publik. Vonis hukuman 20 tahun penjara yang diberikan kepada Jessica Kumala Wongso pun menimbulkan kontroversi.
Tak sedikit netizen yang mulai meragukan bahwa Jessica adalah pembunuh Wayan Mirna Salihin. Hotman Paris Hutapea turut mengomentari kasus kopi sianida yang menjerat Jessica Wongso.
BACA JUGA: 4 Fakta Menarik Tentang Ibunda Wayan Mirna Salihin, Sudah Maafkan Jessica Kumala Wongso?
Pengacara kondang ini mengungkap satu-satu cara yang bisa membebaskan Jessica Wongso dari hukuman yakni grasi presiden. Pihak Jessica harus mengajukan grasi ke Presiden Jokowi dengan mengakui kesalahan membunuh Mirna.
"Kalau benar anda mau menyelamatkan Jessica kasus kopi sianida. Satu-satunya cara adalah mengajukan grasi ke presiden. Tentu grasi ke presiden harus mengaku salah," ungkap Hotman Paris dalam akun TikTok @mangepatunruicecold dikutip Kamis (5/10/2023).
"Maka sebaiknya sebelum mengajukan grasi harus ada dulu pembicaraan dengan timnya presiden. Siapa tahu ada prospek grasi, siapa tahu ada prospek grasi tersebut dikabulkan. Grasi mengaku salah tapi langsung dibebaskan," sambungnya.
BACA JUGA: Kasus Kopi Sianida Ramai Lagi, Sosok Selebgram Jessica Wongso Jadi Sorotan: Namanya Mirip
Menurut Hotman Paris walau cara tersebut terkesan bodoh tetapi hanya ini yang bisa membuat Jessica Wongso bebas. Sebab, jika melakukan upaya hukum lewat persidangan sudah tidak bisa.
"Pendapat yang kelihatan bodoh karena mengaku salah tapi itulah satu-satunya upaya hukum. Karena upaya hukum melalui pengadilan sudah tertutup," tuturnya.
Hotman Paris menyarankan masyarakat yang menginginkan Jessica Wongso bebas agar ramai-ramai memohon grasi ke presiden.
"Jadi kalau Anda memang mau Jessica bebas, beramai-ramailah memohon ke presiden atau chat atau tag Instagramnya presiden dan istana. Itu satu-satunya," kata Hotman.
Cek berita dan artikel yang lain di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Di Balik Sekolah Gratis: Ada 'Hidden Cost' yang Luput dari Jangkauan Hukum
-
Antara Takut Daycare dan Realita Finansial: Haruskah Ibu Bekerja Resign?
-
Jadi Guru Gak Boleh Nanggung! Seni Menjadi Guru Keren ala J. Sumardianta
-
Dari Batagor Bang Agus Hingga Pindang Bandeng: Menelusuri Ragam Kuliner di Jakarta
-
Tragedi Stasiun Bekasi Timur: Evaluasi Lintasan Sebidang dan Sistem Sinyal
Artikel Terkait
News
-
Jawab Wacana Gerbong Perempuan ke Tengah, Dirut KAI: Semua Berhak Selamat
-
Kesaksian Korban Kecelakaan KRL: Nyawa Selamat Berkat Cooler Bag ASI
-
Dampak Tragedi KA di Bekasi Timur: PT KAI Batalkan Belasan Rute Jarak Jauh
-
Suara Siswa Sekolah Rakyat: Sekolah Gratis Beneran Tanpa Biaya Tersembunyi?
-
Silent Book Club Jakarta: Cara Baru Menuntaskan Buku di Tengah Keramaian
Terkini
-
Di Balik Sekolah Gratis: Ada 'Hidden Cost' yang Luput dari Jangkauan Hukum
-
Antara Takut Daycare dan Realita Finansial: Haruskah Ibu Bekerja Resign?
-
Jadi Guru Gak Boleh Nanggung! Seni Menjadi Guru Keren ala J. Sumardianta
-
Dari Batagor Bang Agus Hingga Pindang Bandeng: Menelusuri Ragam Kuliner di Jakarta
-
Tragedi Stasiun Bekasi Timur: Evaluasi Lintasan Sebidang dan Sistem Sinyal