Gerai makanan cepat saji terkenal McDonald's mendadak diboikot beberapa negara karena secara sukarela menyumbang makanan untuk tentara Israel yang saat ini sedang berkonflik dengan kelompok militan Hamas di Palestina.
Melansir dari News Week, seruan boikot McDonald's bermula saat akun Instagram McDonald's Israel mengunggah serangkaian postingan yang mengatakan pihaknya mendonasikan ribuan makanan gratis kepada tentara Pasukan Pertahanan Israel serta rumah sakit.
Dalam keterangan di salah satu postingannya yang diterjemahkan oleh Instagram, McDonald's Israel menulis, "Update bahwa kemarin kami telah menyumbangkan 4.000 makanan ke rumah sakit dan unit militer," katanya.
"Kami bermaksud untuk menyumbangkan ribuan makanan setiap harinya kepada para tentara di lapangan dan di daerah wajib militer, dan ini lebih dari sekadar diskon bagi tentara yang datang ke restoran," demikian bunyi postingan tersebut seperti dikutip dari News Week pada Sabtu (14/10/2023)
Dengan alasan tersebut, berbagai pihak menyerukan untuk memboikot McDonald's di berbagai negara, terutama negara-negara yang mayoritas beragama muslim.
Salah satu akun X atau Twitter bahkan memperlihatkan salah satu gerai McDonald's di kota Saida, Lebanon digeruduk warga sekitar yang memaksa untuk melakukan boikot pada gerai makan cepat saji tersebut.
"Kerumunan besar warga berkumpul di depan restoran cepat saji terkenal #McDonald's di #Saida sebagai protes terhadap dukungannya terhadap Israel dalam perangnya terhadap #Palestina," tulis akun @ThisIsBeirut pada Sabtu (14/10/2023)
Akun X lainnya juga terlihat melakukan hal yang sama dengan menyuruh orang-orang memboikot McDonald's.
"Dear Pakistan, mari boikot McDonald's, sebarkan sebanyak yang kau bisa," tulis akun @attockonians.
Ternyata tidak hanya McDonald's di negara lain saja yang terkena imbas ancaman pemboikotan, Instagram McDonald's Indonesia juga menjadi sasaran netizen di Indonesia.
Kebanyakan netizen melampiaskan kekesalannya dalam unggahan Instagram @mcdonaldsid hingga terpantau sudah ada ribuan komentar terkait kekecewaan netizen atas dukungan McDonald's pada Israel.
"Seminggu bisa 3x ke McD, tapi mulai saat ini stop dan gatau kapan kembali," tulis akun @ann***
"Mulai sekarang berhenti makan McD, unfollow akun McD," sambung akun @moch***
"Boycott McD, Free Palestine!" komen akun @uma***
Lalu apa tanggapan kamu?
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Terungkap! Motif Armor Toreador Lakukan KDRT ke Cut Intan Nabila, Polisi Dalami Kasus
-
Video Detik-detik Penangkapan Armor Toreador Usai Viral Lakukan KDRT pada Cut Intan Nabila
-
Armor Toreador Terlilit Utang Miliaran Rupiah, Alvin Faiz Jadi Korban
-
Kartika Putri Murka Disebut Hijrah karena Takut Ketahuan Prostitusi: Fitnahan Terkejam!
-
Selebgram Cut Intan Nabila Alami KDRT, Unggahan Sebelumnya Diduga Jadi Kode
Artikel Terkait
-
Perang Israel Vs Hamas Bikin Pasar Khawatir, Rupiah Kian Terkapar
-
19 Warga Prancis Tewas Dalam Serangan Hamas, 13 Lainnya Hilang Diduga Disandera
-
Di Sela P20 Summit, Puan Bahas Isu Kemerdekaan Palestina dengan Ketua Majelis Agung Nasional Turki
-
DPR RI Sampaikan Keberatan Tak Ada Isu Perdamaian Palestina di Sidang ke-9 P20 India
-
Situasi Terkini Kota Gaza: Makanan, Air Dan BBM Habis, Palestina Diambang Bencana Kemanusiaan
News
-
Psikologi Belanja Lebaran: Beli Baju Baru Hingga Dekorasi Rumah Jadi Alasan Orang Padati Mal
-
Pakai Baju Adat Jawa ke Sekolah, Siswa SMAN 4 Yogyakarta Bangga Kenakan Gagrak
-
Nobar Pelangi di Mars, Yoursay Kumpulkan 250 Anggota Komunitas Parenting Yogyakarta
-
Arkadia Digital Media Luncurkan Aura Research, Layanan Riset dan Analisis Isu Media Digital
-
Diskusi Geopolitik, UPN Veteran Jakarta Gelar Program Adjunct Professor Bersama Akademisi Malaysia
Terkini
-
5 Film Terbaru Sambut Akhir Pekan, Ada Number One
-
4 Acne Spot Penyelamat Kulit Sehat Bebas Jerawat Sebelum Lebaran Idulfitri
-
Flower Power 2026: Upgrade Dress Motif Bunga Lamamu Biar Lebih Chic dan Dewasa!
-
Manga JM Dapat Adaptasi Anime: Kala Assassin dan Gadis Sekolah Tukar Tubuh
-
Undertone, Film Horor Atmosferik dari A24 yang Meneror Lewat Rekaman Suara