Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) baru-baru ini merilis 50 daftar obat tradisional dan suplemen kesehatan yang mengandung bahan kimia. Tentu saja dengan dirilisnya daftar obat berbahaya tersebut membuat kita bisa lebih aware dengan obat yang beredar di pasaran.
Menurut BPOM dalam laman Instagram resminya, penambahan bahan kimia obat dalam produk obat tradisional dan suplemen kesehatan yang telah dirilis tersebut dilakukan tanpa memperkirakan dosis atau aturan pakai, sehingga bisa berbahaya bagi kesehatan khususnya hati, ginjal, dan jantung.
Lalu apa saja daftar 50 obat tradisional dan suplemen kesehatan yang mengandung bahan kimia yang telah dirilis BPOM pada Senin (18/12/2023) lalu? simak rinciannya berikut ini.
- Tricapect
- Super Sehat Gemuk Sehat 1
- New Guna Sari Gemuk Sehat
- Gemuk Sehat 151
- Gemuk Sehat - Flu Tulang Asam Urat
- Sirandi (Botol plastik)
- Sirandi (Botol kaca
- Jamu Jawa Asli Kembar Sari
- Kembar Putih
- Jamu Jawa Asli Dua Singa (Botol singa)
- Jamu Jawa Asli Dua Singa (Botol kaca)
- Racik Remari
- Sari Buah Tin
- Serbuk Guna Sehat Encok GS No 2
- Sari Buah Naga Kapsul
- Sari Binahong
- Tusuk Jari Asam Urat
- Ramuan Madura Asam Urat, Flu Tulang, Pegal Linu Sakit Pinggang, Rheumatik, Kolesterol
- Ekstrak Buah Cherry
- Muntalinu
- Jamu Racik Spesial Jawa Asli Tangkur Ginseng - Asam Urat (Label merah)
- Godong Ijo
- Jamu Racik Spesial Jawa Asli Tangkur Ginseng - Pegal Linu (Label hitam)
- Redak-Sam
- Daun Madu
- Osagi Gajah Kuat
- Beauslim
- Slim Strong
- U-One Slimming Herbal
- Moya Slimming
- Rube
- Amk Madu Tonik Cap Kuda
- Doxba
- Dienxco
- Jhi On
- Urat Madu Extra Ginseng
- Power Sex
- Urat Naga
- Singa Barong
- Ramuat Urat Naga Super
- Strong Man Coffee Kopi Jantan Semulajadi
- Cula Mas Asli
- Beruang Emas
- Jakarta Bandung Plus
- Kopi Jantan +++
- Madu Manggis
- Jamu Urat Kuda Formula Plus
- Hercules X
- Kopi Harimau Hari Hari Mau
- Natural Herbs Coffee Kopi Panggung Al-Ambiak
BPOM menghimbau agar masyarakat bisa membagikan daftar obat tradisional dan suplemen kesehatan yang mengandung bahan kimia itu kepada teman dan keluarga agar kita semua bisa terhindar dari bahaya yang mengintai dari obat-obatan berbahaya tersebut. Sharing si caring!
Baca Juga
-
Kisah Desa Kemiren Banyuwangi Mendunia Berkat Komitmen Jaga Budaya Lokal
-
No Na Rilis Single Honk! Tampilkan Kearifan Lokal Indonesia, Ada Om Telolet Om!
-
5 Film dan Serial Netflix Agustus 2026, Komedi hingga Horor
-
Film Animasi Venom Resmi Dikembangkan, Digarap Sutradara Final Destination: Bloodlines
-
Maling Ayam Dikeroyok hingga Tewas, Mengapa Koruptor Tak Diperlakukan Sama?
Artikel Terkait
-
Kasus Covid-19 Meningkat, Pedagang Beberkan Ketersediaan Stok Masker dan Obat di Pasar Pramuka
-
Fuji Mengaku Berat Badannya Turun 2 Kilo dalam 5 Hari karena Pengobatan ADHD
-
4 Tempat Makan Dimsum Terbaik di Jakarta yang Wajib Kamu Kunjungi
-
Obat Hexymer Jadi Satu Barang Bukti Ammar Zoni Ditangkap Narkoba Lagi, Apa Kegunaan dan Fungsinya?
-
Janji Anies Saat Berdialog dengan Warga Pasar Sail: Hidupkan Pasar Tradisional yang Bersih dan Nyaman
News
-
Disuruh Jajan demi Selamatkan Negara? Dompet Kita: Giliran Gue Lagi?
-
Konsolidasi Kaderisasi di Tanah Papua, UNIMUTU Gelar Baitul Arqam Pertama Kali
-
Bakar Semangat Belajar Siswa Desa, KKN Unisri Sukses Gelar Aksi Inspiratif di SDN 1 Slogo Tanon
-
Mengenal 'Heat Dome' dan Bahaya Arsitektur Kuno: Alasan Gelombang Panas di Eropa Sangat Mematikan
-
Dari Rp500 Ribu Jadi Skandal Rp24,5 Miliar: Begini Cara "Orang Dalam" Bobol BPJS Ketenagakerjaan
Terkini
-
Makna Lagu 'Petal' Ariana Grande: Luka Jadi Bahan Bakar untuk Tumbuh
-
Akses Pendidikan Perempuan: Sudahkah Merdeka Belajar Benar-benar Setara?
-
Intip 4 OOTD Y2K Pop-Punk ala Choi Yena, Gaya Lebih Cute dan Rebel!
-
Mengapa The Yellow Wallpaper Dianggap Karya Sastra dengan Kritik Feminisme?
-
Rilis Surfin' Boy, Red Velvet Warnai Musim Panas dengan Suasana Romantis