Balum lama ini, telah beredar sebuah video di media sosial yang memperlihatkan diskusi di televisi oleh salah satu jurnalis populer Najwa Shihab bersama dengan selebritis Raffi Ahmad dan Atta Halilintar.
Akan tetapi, video diskusi tersebut malah tidak menampilkan yang fakta sebenarnya. Faktanya, video percakapan antara Najwa Shihab dengan dua selebritis terkenal itu telah diedit dengan bantuan teknologi canggih.
Video itu langsung menjadi viral karena berisi promosi situs judi online dan dapat dipastikan bahwa video tersebut hoaks.
Tak sedikit yang mempertanyakan video itu di Twitter atau X mengenai kebenarannya, mengingat para narasumber dan juga sosok Najwa Shihab sendiri tak biasanya mempromosikan hal ilegal seperti dalam tayangan yang beredar.
Dalam video itu, terlihat Najwa Shihab, Raffi Ahmad, dan Atta Halilintar tengah berdiskusi yang mengenakan masker bercerita soal Kobe1**, yang terlacak sebagai situs judi online.
“Baik saya sudah bersama Raffi dan Atta,” tutur Najwa Shihab yang memulai diskusi dengan suara mirip suara aslinya walau nada datar ala bot atau kecerdasan buatan (AI), dikutip dari unggahan akun X @kafiradikalis pada Rabu (17/1/2023). .
“Tujuan Anda bergabung dengan kobe138 untuk apa sih, bahkan Anda berani suntik dana besar-besaran untuk Kobe. Tolong bantu jelaskan, mas Raffi dulu ya,” lanjut suara Najwa Shihab.
Raffi Ahmad menjawab dengan suara yang mirip dengan sosok aslinya, meskipun memiliki nada yang juga datar.
“Jadi begini, Kobe1** kemarin sempat kerjasama dengan saya, terus saya minta mereka untuk wajib memberikan kemenangan yang besar untuk para penggunanya,” tutur suara Raffi Ahmad.
“Karena kalau tidak begitu saya tidak mau mengakui bahwa situs Kobe itu situs yang mudah menang. Saya minta ke pusat untuk kasih 90 persen kemenangan ke pengguna,” lanjutnya.
Sementara, Atta Halilintar berbicara dengan suara yang serupa. Ia mengaku sudah menyuntik dana kurang lebih Rp100 miliar.
Melansir pada situs TurnBackHoax, diketahui kalau video tersebut palsu, di mana menggunakan suara Najwa Shihab yang dibuat oleh kecerdasan buatan (AI, Artificial Intelligence). Faktanya, video yang asli berasal dari episode “Vaksin Siapa Takut”, tayang pada tahun 2021 lalu.
Sontak kemudian, video yang beredar itu pun banyak mendapatkan komentar dari warganet, dan menilai kalau video itu memang hasil editan.
“Anj*r ini udah termasuk pelanggaran nih bisa dipidana. Menggiring opini. Itu video dan audio berbeda. Audio pakai AI itu sehingga suaranya mirip. Waduh, waduh. Bahayanya AI mulai muncul,” komentar netizen.
“Baru mainin videonya 3 detik juga udah ketauan banget kok itu AI. Bisa dilaporin ini mah gila banget iklannya nyeret orang sembarangan,” sahut yang lain.
“Dari suara “Najwa” di situ, ketahuan digenerate AI,” timpal lainnya.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Tertimpa Kasus Bukan Kiamat: Cara Perusahaan Bangkit dari Krisis
-
PPN Naik, UMKM Diuji: Disuruh Kuat atau Dibiarkan Sekarat?
-
Stop Bilang "Bukan Saya": Mengapa Masbro Juga Bertanggung Jawab Atas Budaya Pelecehan
-
Bukan Generasi Stroberi yang Rapuh, Mungkin Kita yang Terlalu Cepat Menilai
-
Dilema WFH Sehari: Bukti Kita Masih Dinilai dari Absen Kehadiran, Bukan Hasil Kerja
Artikel Terkait
-
Bocoran Samsung Galaxy S24 yang Meluncur Malam Ini: Harga, Spesifikasi, hingga Fitur AI
-
Atta Halilintar Melotot Lihat Ameena Pakai Baju Minim, Cara Didik Anak Tuai Pro Kontra
-
Pacar Ngambek Lantaran Beda Pilihan Capres dengan Pasangannya, Sampai Blokir WA
-
Geger Nagita Slavina Party hingga Joget Vulgar, Etikanya Tuai Pro Kontra
-
Horor! Viral Tanah Kuburan Dijual di E-commerce, Tercantum Wetonnya
News
-
Rekor Baru! Sabastian Sawe Jadi Manusia Pertama Lari 42 Km di Bawah 2 Jam
-
Kurangi Ketergantungan Diesel, IESR Desak Prioritaskan PLTS di Daerah Terpencil
-
Dari Gubuk Seng di Pinggir Rawa ke Universitas Glasgow: Perjalanan Hengki Melawan Keterbatasan
-
5 Moisturizer Paling Sering Direkomendasikan Dermatolog, Andalan untuk Skin Barrier Sehat
-
Jawab Wacana Gerbong Perempuan ke Tengah, Dirut KAI: Semua Berhak Selamat
Terkini
-
Tumpukan di Balik Senyum Desa Tambakromo
-
Sekolah Gratis Tapi Tak Setara: Hidden Cost yang Menyaring Status Siswa
-
Ilusi Sekolah Gratis: Biaya Tersembunyi yang Membungkam Mimpi Anak Bangsa
-
Sedekah yang Berubah Jadi Tagihan: Tradisi atau Tekanan Sosial?
-
Review The Price of Confession: Saat Ketenangan Terlihat Lebih Mencurigakan