Presiden Joko Widodo atau Jokowi resmi memberikan kenaikan pangkat kerhormatan Jenderal bintang empat kepada Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Dengan begitu, Prabowo kini menyandang pangkat Jenderal.
Pemberian pangkat Jenderal bintang empat kepada Prabowo ini menimbulkan pro kontra. Pakar hukum, Zainal Arifin Mochtar ikut menyoroti.
BACA JUGA: Demi Bergulirnya Hak Angket Pemilu 2024, Pertemuan Surya Paloh-Megawati Ditunggu
Zainal Arifin Mochtar diduga menyindir keputusan Jokowi tersebut. Ia mengajak warganet untuk memberikan ide yang bisa presiden lakukan meski harus memalukan.
"Selain bintang empat, ayo kita kasih ide buat si bapak, kira-kira apalagi yang bagus diberikan? Biar 'malu tak gentar'-nya makin mantap..." cuit akitivis tersebut pada Rabu (28/2/2024).
Cuitan Zainal Arifin Mochtar ini menuai beragam balasan dari warganet terkait ide untuk presiden.
"Pahlawan nasional untuk mertua lessgooo," komentar @andik****reza.
"Mungkin nanti lama lama dikasih gelar Nabi baru," celetuk @mas****.
BACA JUGA: Digadang-gadang Bakal Lawan RK di Pilgub DKI, Ahmad Sahroni: Terlalu Mudah
"Jendral bintang toedjoe, biar mengandung paracetamol," ujar @tn****a.
"Pemberian bintang empat begini aja udah nggak masuk akal. Maka menganugerahi Suharto dengan gelar pahlawan nasional adalah hal sepele bagi rezim pelanggar HAM mendatang ini." tanggapan @jalur****_.
Sementara itu, alasan Jokowi memberikan kenaikan pangkat kehormatan terhadap Prabowo sebagai bentuk penghargaan dan peneguhan.
"Penganugerahan ini adalah bentuk penghargaan sekaligus peneguhan untuk berbakti sepenuhnya kepada rakyat, kepada bangsa dan kepada negara. Saya ucapkan selamat kepada Bapak Jenderal Prabowo Subianto," kata Jokowi.
Cek berita dan artikel yang lain di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Beda Kelas! Saat Steven Wongso Jadikan Obesitas Bahan Hinaan, Ade Rai Justru Bongkar Bahayanya
-
5 Ide Outfit Kantoran ala Song Hye Kyo, Elegan dan Formal Banget!
-
Sisi Gelap Bertahan dalam Luka yang Digambarkan Lagu Berkaca-kaca
-
Seni Bertahan Hidup dengan Gaji UMR yang Habis Sebelum Bulan Berganti
-
Ketika Bernadya Rela Pakai Kacamata Demi Satu Orang: Review Jujur Lagu "Rabun Jauh"
Artikel Terkait
News
-
Studi: Perluasan Ruang Hijau Kota Hanya Redam Sebagian Kecil Kenaikan Suhu, Bagaimana Solusinya
-
Harga Beras Bikin Jantungan? Di Penggilingan Turun, Eh di Pasar Malah Melambung!
-
Berkah Pion di Warung Kopi: Ketika Perang di Papan Hitam Putih Ternyata Bisa Lawan Pikun
-
Bukan Sekadar Melindungi Rakyat, Ini Alasan Pemerintah Menahan Kenaikan BBM
-
STY Hadir! Intip Keseruan Pacuan Kuda Triple Crown 2026 di Jogja Bareng 12 Ribu Penonton
Terkini
-
Beda Kelas! Saat Steven Wongso Jadikan Obesitas Bahan Hinaan, Ade Rai Justru Bongkar Bahayanya
-
5 Ide Outfit Kantoran ala Song Hye Kyo, Elegan dan Formal Banget!
-
Sisi Gelap Bertahan dalam Luka yang Digambarkan Lagu Berkaca-kaca
-
Seni Bertahan Hidup dengan Gaji UMR yang Habis Sebelum Bulan Berganti
-
Ketika Bernadya Rela Pakai Kacamata Demi Satu Orang: Review Jujur Lagu "Rabun Jauh"