Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kembali terjadi, kali ini seorang istri di Jember, Jawa Timur, dianiaya dan disekap oleh suaminya sendiri di kandang sapi.
Diketahui peristiwa itu terjadi di Dusun Krajan, Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan, Jember, yang beberapa hari lalu informasinya telah beredar luas di berbagai pemberitaan media sosial.
Melansir pada video yang diunggah melalui akun Instagram @lambe_turah, terlihat perempuan yang dianiaya suaminya sendiri itu berada dalam kondisi memprihatinkan, pada Kamis (7/3/2024) lalu.
Video itu mulanya memperlihatkan seorang pria yang diduga warga setempat mendatangi lokasi. Ia dikabarkan mendengar perempuan tersebut disekap dalam kandang sapi.
Pria itu pun mulai memperlihatkan kondisi si wanita yang disekap dengan tangan yang terikat tali. Setelah itu, ia mewawancarai wanita tersebut sembari memberikannya segelas air.
“Penemuan wanita di desa Glundengan, istrinya Tohir,” ucap seorang pria sambil memperlihat kondisi wanita yang disekap itu, dikutip dari Instagram @lambe_turah pada Selasa (19/3/2024).
“Ini ditaliin sampai kapan?” tanya pria itu sambil menunjukkan kondisi tangan wanita yang diikat.
Wanita yang memakai baju warna hitam itu hanya bisa terdiam dan tampak seperti trauma atas kejadian yang menimpa dirinya. Wajah si wanita terlihat memar dan diduga bekas dari penganiayaan yang dilakukan oleh suaminya.
Melansir dari berbagai sumber, suami yang tega menyekap istrinya itu bernama Toheri (53). Tohire dengan tega melakukan penganiayaan kepada istrinya sampai babak belur. Sementara istri yang disekap itu berinisial SP (48).
Akibat dari perbuatannya itu, Toheri pun kini telah ditahan pihak kepolisian dan sedang dilakukan pemeriksaan dari Polsek Wuluhan. Terungkap bahwa Toheri dengan tega menganiaya dan menyekap istrinya sendiri karena tak izin atau tak pamit ketika pergi kerja.
Sontak dari unggahan akun Instagram @lambe_turah itu pun menjadi viral di media sosial dan menuai banyak komentar dari warganet.
“Astagfirullah usut tangkap, kekerasan dengan alasan apapun tidak dibenarkan,” komentar netizen.
“Pulangin aja ke rumah orang tuanya, kenapa harus dianiaya dan disekap di kandang sapi? Gak usah dibuat sakit pak seorang ibu, mereka sudah cukup merasakan sakit bertaruh nyawa demi bisa melahirkan seorang anak yang memanggil kamu ‘ayah’,” sahut yang lain.
“Gantian aja, sekap balik di kandang sapi. Ini suami kurang kerjaan ya,” tulis netizen lainnya.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Mengembalikan Akal Sehat di Meja Keputusan Pelayanan Publik
-
Politisi Baperan: Dikit-dikit Somasi, Lama-lama Lupa Cara Diskusi
-
Mengapa Kampus Lebih Sibuk Kejar Akreditasi daripada Jaga Nyawa Mahasiswa?
-
Gen Z, Kopi, dan Mundurnya Alkohol dari Panggung Pergaulan
-
WNA Rasis di Medsos: Bisa Nggak Sih Dijerat Hukum Indonesia?
Artikel Terkait
-
Istri Hamil Anak Pertama, Joshua Suherman Berubah Jadi Lebih Protektif
-
Profil Leon Agusta Yasin, Musisi Ini Digugat Cerai Jelita Callebaut Gegara Hanya Beri Nafkah Rp300 Ribu
-
Ari Wibowo Bangun Rumah Buat Orang Kurang Mampu, Sikap ke Inge Anugrah Diungkit: Tapi Mantan Istri Ditelantarkan?
-
Oknum TNI Aniaya 2 Warga di Aceh, Kodam Iskandar Muda Minta Maaf ke Korban
-
Menantu Presiden, Tarif Konten Eksklusif Instagram Erina Gudono Merakyat Banget
News
-
Pakai Baju Adat Jawa ke Sekolah, Siswa SMAN 4 Yogyakarta Bangga Kenakan Gagrak
-
Nobar Pelangi di Mars, Yoursay Kumpulkan 250 Anggota Komunitas Parenting Yogyakarta
-
Arkadia Digital Media Luncurkan Aura Research, Layanan Riset dan Analisis Isu Media Digital
-
Diskusi Geopolitik, UPN Veteran Jakarta Gelar Program Adjunct Professor Bersama Akademisi Malaysia
-
Sholat Ied atau Khutbah Dulu? Ini Hukum jika Tidak Mendengarkan Ceramah
Terkini
-
Sajak Rindu: Belajar Memaafkan Masa Lalu dari Perspektif Remaja Bugis
-
Menjinakkan Hantu di Kepala: Cara Berdamai dengan Kemarin dan Nanti
-
5 Pilihan Tinted Sunscreen Niacinamide Agar Kulit Makin Bersinar saat Lebaran
-
The Privileged Ones: Memahami Makna Privilese dan Isu Kesehatan Mental
-
Review Film Robot Dreams: Kisah Kehilangan dan Harapan dalam Sebuah Animasi