Kaesang Pangarep dan Erina Gudono beberapa waktu lalu diketahui menumpangi pesawat jet pribadi Gulfstream G650ER saat pelesiran ke Amerika Serikat.
Penggunaan jet pribadi yang ditumpangi Kaesang dan Erina menjadi perbincangan ramai di media sosial hingga menimbulkan kontroversi. Kaesang lalu dilaporkan kepada KPK oleh Boyamin Saiman (Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia) dan Ubaidillah Badrun (Dosen Universitas Negeri Jakarta) atas dugaan gratifikasi jet pribadi.
Sebagai tindak lanjut, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia yang dipimpin oleh Nawawi Pomolango, menangani laporan atas dugaan penerimaan gratifikasi jet pribadi yang menyeret nama Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tersebut.
Baru-baru ini, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pomolango menyampaikan kata-kata yang dianggapnya tak bijak. Ia menyinggung soal pesawat jet pribadi dan tiket gratifikasi.
Hal itu ia katakan saat menjadi pembicara dalam sebuah diskusi bertajuk "Konflik Kepentingan sebagai Pintu Masuk Korupsi" yang digagas oleh ICW, Selasa (24/9/2024).
Mulanya Nawawi Pomolango menyatakan bahwa sesuatu yang akan disampaikannya bukanlah pantun, tetapi merupakan pesan tak bijak.
"Ini bukan pantun, tapi lebih ke pesan tak bijak, gitu. Jadi, bukan pantun, tapi pesan tak bijak," ucap Nawawi Pomolango dilansir dari media sosial X @BangPino__, Rabu (25/9/2024).
Nawawi menjelaskan, jika pantun pada umumnya setiap bait diikuti dengan lontaran kata 'cakep', pada kesempatan tersebut ia meminta audiens untuk tidak melakukan hal yang sama dengan mengulangi kata 'cakep'.
"Kalau pantun itu biasanya setiap bait diikuti dengan kata 'cakep', ini jangan diikutkan dengan kata 'cakep'. Ini sudah pada cakep semua, ngapain kita ulangi pernyataan cakep," paparnya.
Lalu, Nawawi meminta setiap bait yang disampaikannya disambut dengan kata COI sebagai akronim dari Conflict of Interest.
"Tapi, diganti kata 'COI'. Itu artinya Conflict of Interest. Jadi, selalu mengingatkan kita bahwa Conflict of Interest itu sangat hati-hati untuk mengelolanya,” sambung Ketua KPK RI.
Berikutnya, Nawawi membacakan dua pantun yang disambut kata 'COI' audiens. Pantun pertama ini terkait dengan tiket gratifikasi.
Sang anak jualan pisang
Si bapak pengusaha terasi
Jangan naik pesawat terbang
Kalau tiketnya dari gratifikasi
Sementara untuk pantun kedua, Ketua KPK ini menyinggung soal nebeng pesawat jet pribadi.
Burung pipit burung merpati
Bersiul riang di atas dahan
Jangan mimpi nebeng jet pribadi
Kalau cuma jualan pisang
Setelah membacakan dua pantun tersebut, Nawawi Pomolango meminta agar dua pantun hasil karyanya itu tidak diviralkan. Sambil bergurau ia menyebut, bagi orang yang memviralkannya akan ditetapkan royalti.
"Saya minta pesan tak bijak ini tetap menjadi konsumsi di sini. Kalau ada yang sampai memviralkan, saya akan menetapkan royalti. Royalti itu akan saya gunakan paling tidak buat jaga-jaga diri gitu," terangnya.
Usai acara, sebelum masuk ke mobil berwarna hitam, awak media meminta izin kepada Nawawi Pomolango untuk mengutip dua pantunnya.
"Nggak masalah, Kawan-kawan. Ya, ujung-ujung begini kan nggak ada masalah," tandasnya.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Humor Jurnalistik: Belajar Menulis Tajam Tanpa Harus Mengernyitkan Dahi
-
Samsung Galaxy A07s Resmi Meluncur, Bawa Helio G99+, Baterai 5.000 mAh dan Update OS 6 Tahun
-
Ingin Beli Galaxy S26 FE Lebih Hemat? Ini Cara Dapat Potongan Rp500 Ribu
-
Redmi Note 17 Series Siap Hadir di Indonesia, Apa yang Membuatnya Istimewa?
-
Ponsel Lipat Harga Mulai Rp30 Juta! Apa Saja Kehebatan iPhone Duo?
Artikel Terkait
-
Niat Kaesang Di Balik Rompi 'Putra Mulyono' Jadi Pertanyaan, Bercanda Atau Nantangin Rakyat?
-
Rans Nusantara Hebat Sepi Pembeli? Ini 5 Fakta Dibalik Bisnis Kuliner Kaesang Pangarep dan Raffi Ahmad
-
Hasil Klarifikasi Kaesang Numpang Jet Pribadi, Ketua KPK: Nggak Penting Amat Pimpinan Umumkan Itu
-
Adu Style Erina Gudono Vs Annisa Pohan Pakai Tas Mewah, Ada yang Disebut Norak
-
Uang Rakyat Rp 1,3 Triliun untuk Kerapuhan? Akademisi UNJ Kritik Sikap KPK Soal Kasus Kaesang
News
-
Pikirannya Nggak Bisa Diam? Kenali 4 Jenis Overthinking dan Cara Mengatasinya
-
Bukan Sekadar Belajar Bahasa Inggris, Ini Cerita Dua Ibu Merawat Kewarasan di Tengah Kesibukan
-
Indonesias Horse Racing: 45 Kuda Raih Posisi Podium di IHR Merdeka Cup 2026
-
Kisah Juni Bangun Fun English for Ladies, Bukti Nyata Semangat Women Support Women
-
Mengenal Proyeksi Gall-Peters: Mengungkap Distorsi Geografis di Peta Mercator
Terkini
-
Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho
-
Bad Memory Eraser: Eksperimen Menghapus Ingatan Demi Mengubah Kehidupan
-
Kisah Orang Tua yang Berjuang untuk Pendidikan Anak di Novel Ibuk
-
Membongkar Ketimpangan Patriarki Tanpa Harus Membenci Laki-Laki, Bisakah?
-
Review Film Get Out: Saat Rasisme Dikemas Menjadi Teror yang Mencekam