Dua anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) yang juga dikenal publik sebagai selebritas, Nafa Urbach dan Primus Yustisio, belakangan dibandingkan masyarakat karena gaya hidup mereka yang dinilai berbeda.
Pemicunya adalah pernyataan Nafa Urbach terkait tunjangan rumah sebesar Rp50 juta yang diberikan kepada anggota DPR. Menurutnya, tunjangan tersebut wajar mengingat banyak wakil rakyat yang harus mengontrak tempat tinggal di sekitar Senayan demi memudahkan aktivitas kerja.
“Dewan itu tidak dapat rumah jabatan, dikarenakan banyak sekali anggota dewan yang dari luar kota, banyak sekali anggota dewan yang kontrak di dekat Senayan, supaya memudahkan mereka untuk ke DPR, ke kantor,” ujar Nafa.
Nafa juga menyinggung pengalamannya pribadi yang tinggal di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan, dengan akses jalan yang macet. “Saya aja yang tinggalnya di Bintaro, itu macetnya luar biasa,” tambahnya.
Primus Pilih Transportasi Umum
Pernyataan Nafa tersebut mengingatkan publik kepada sosok Primus Yustisio, mantan aktor yang kini juga duduk sebagai anggota DPR RI. Berbeda dengan Nafa, Primus justru kerap terlihat menggunakan kereta rel listrik (KRL) saat berangkat kerja.
Foto-foto Primus duduk di dalam KRL beberapa kali viral di media sosial, memperlihatkan gaya hidupnya yang dianggap sederhana. Kebiasaan ini juga dibenarkan oleh istrinya, Jihan Fahira.
“Kalau Primus itu malas kena macet. Nah kalau ke dapilnya itu ada yang 3 jam, kan Kabupaten Bogor itu besar. Jadi ada yang enak dilewati mobil, ada yang enak pakai kereta,” jelas Jihan.
Primus sendiri menilai KRL adalah moda transportasi paling efektif, apalagi rumahnya berlokasi sangat dekat dengan stasiun. “Rumah kami sama stasiun kereta itu dekat banget, cuma 3 sampai 5 menit sampai. Jadi naik kereta itu memang paling efektif,” ungkap Jihan menirukan sang suami.
Dua Gaya, Satu Kursi DPR
Meski sama-sama berstatus anggota DPR RI, cara Nafa Urbach dan Primus Yustisio menjalani keseharian mereka tampak cukup kontras. Dari tunjangan rumah hingga pilihan transportasi, keduanya mencerminkan pendekatan yang berbeda dalam menjalankan peran sebagai wakil rakyat.
Publik pun menyoroti perbedaan tersebut dengan kacamata kritis. Pada akhirnya, sikap sederhana, transparan, dan dekat dengan rakyat tetap menjadi harapan utama masyarakat terhadap para pejabat dan legislator di Senayan.
Baca Juga
-
Polemik Kurban 1.098 Sapi dari APBN Rp100 Miliar: Uang Presiden atau Rakyat?
-
Senja dan Cinta yang Berdarah: Ketika Sastra Jadi Cara Melawan Pembungkaman
-
Mahoni: Lelaki yang Mengajakku Mencuri Jambu dan Berkeliling Naik Sepeda
-
Tahan dan Tenang, Nanti Datang Senang: Pelukan Hangat saat Hidup Berat
-
Plang Larangan Membuang Sampah Sembarangan: Masihkah Jadi Solusi Efektif?
Artikel Terkait
-
Viral Video Bongkar Rahasia Gedung DPR, Inilah Mengapa Suara Rakyat Tak Didengar Saat Demo
-
Menilik Jam Kerja Anggota DPR: Ahmad Dhani Sebut Gak 9 to 5, Jadi Masih Bisa Manggung
-
Riwayat Pendidikan Nafa Urbach Dikuliti Usai CV Miliknya Viral, Ternyata Belum Lulus Kuliah
-
Pasha Ungu Tak Tahu, Cerita Sewa Rumah Rp3 Juta Per Hari Datang dari Wakil Ketua DPR Sendiri
-
Beda dari Nafa Urbach, Ini Alasan Primus Yustisio Lebih Pilih Naik KRL untuk Berangkat Kerja
News
-
Bekal Penting Sebelum ke Luar Negeri: Cara Calon Pekerja Migran Hindari Jeratan Love Scam
-
Di Balik Viral Novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati, Ada Psikiater yang Ikut Mengawal Cerita
-
Lewat Lensa Kamera, APC Angkat Cerita Kaum Marginal dalam Pameran Fotografi
-
Dari Novel ke Layar Lebar, Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Bawa Pesan Penting soal Kesehatan Mental
-
25 Tahun Berdiri, Apa Rahasia Komunitas Indo Harry Potter Tetap Eksis di Era Gen Z?
Terkini
-
Polemik Kurban 1.098 Sapi dari APBN Rp100 Miliar: Uang Presiden atau Rakyat?
-
Senja dan Cinta yang Berdarah: Ketika Sastra Jadi Cara Melawan Pembungkaman
-
Mahoni: Lelaki yang Mengajakku Mencuri Jambu dan Berkeliling Naik Sepeda
-
Tahan dan Tenang, Nanti Datang Senang: Pelukan Hangat saat Hidup Berat
-
Plang Larangan Membuang Sampah Sembarangan: Masihkah Jadi Solusi Efektif?