Suasana Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Kamis (28/8/2025) kontras dengan hiruk pikuk ribuan buruh yang diperkirakan bakal menggelar aksi di depan gedung DPR RI.
Di luar pagar, aparat kepolisian lengkap dengan kendaraan taktis hingga water canon sudah disiagakan. Namun di dalam gedung parlemen, suasana justru senyap.
Seperti dari Suara.com sejak pagi memperlihatkan kawasan Senayan yang biasanya padat kendaraan pegawai DPR nyaris kosong.
Sejumlah gedung utama, mulai dari Nusantara I hingga Nusantara III yang menjadi kantor pimpinan DPR, tampak tertutup rapat dan minim aktivitas. Hanya segelintir pegawai terlihat lalu lalang, sementara pos penjagaan dijaga ketat oleh Pamdal.
Kesunyian itu bukan kebetulan. Berdasarkan informasi yang diterima Suara.com, Sekretariat Jenderal DPR telah mengeluarkan surat edaran agar pegawai tanpa agenda mendesak bekerja dari rumah (WFH).
Praktis, hanya staf dan tenaga ahli yang punya kegiatan penting yang tetap masuk. Selebihnya, parlemen beroperasi dalam mode “senyap” di tengah ancaman gelombang demonstrasi.
Agenda rapat juga sepi. Hingga siang, hanya dua kegiatan resmi tercatat: diskusi tentang Pidato Perdana Prabowo di PBB dan rapat Baleg membahas RUU PPRT. Sementara biasanya, pukul 10.00 WIB gedung sudah ramai dengan agenda komisi dan pertemuan.
Suasana Kontras
Di luar pagar DPR, suasana sebaliknya. Polisi dan TNI menurunkan 4.531 personel gabungan untuk mengawal aksi buruh yang diprediksi melibatkan sekitar 10 ribu orang dari Jabodetabek dan Karawang. Tuntutan mereka mencakup enam hal, mulai dari penghapusan sistem outsourcing hingga mendesak pengesahan RUU Ketenagakerjaan tanpa konsep Omnibus Law.
Kontras inilah yang mengemuka. Saat ribuan buruh siap bersuara di jalanan, sementara parlemen justru sunyi lantaran WFH massal.
Baca Juga
-
Wanderers: Perjalanan Panjang Manusia Menaklukkan Jarak dan Waktu
-
Tetsuya Chiba, Kreator Ashita no Joe, Meninggal Dunia pada Usia 87 Tahun
-
Gantikan Alan Ritchson, Keanu Reeves Bintangi Film Aksi Netflix Maelstrom
-
Kemiskinan vs Menstruasi: Saat Kebutuhan Dasar Perempuan Tak Terjangkau
-
Pergeseran Bahasa Indonesia di Era Gen Z: Evolusi atau Ancaman Identitas?
Artikel Terkait
News
-
Bingung Mulai Investasi? New BIONS by BNI Sekuritas Bikin Semua Jadi Mudah
-
Dalih Buka Lahan Bikin Satwa Mati Terpanggang, Jangan Biarkan Korporasi Cuci Tangan
-
Kasta Sosial Lewat Caption: Fenomena Gen Z yang Takut Terlihat Terlalu Indonesia
-
Terdesak Pakan Mahal, Peternak Gunungkidul 'Jual Sapi Demi Sapi'
-
Mengenal New BIONS, Langkah Awal Mahasiswa Memahami Dunia Investasi
Terkini
-
Wanderers: Perjalanan Panjang Manusia Menaklukkan Jarak dan Waktu
-
Tetsuya Chiba, Kreator Ashita no Joe, Meninggal Dunia pada Usia 87 Tahun
-
Gantikan Alan Ritchson, Keanu Reeves Bintangi Film Aksi Netflix Maelstrom
-
Kemiskinan vs Menstruasi: Saat Kebutuhan Dasar Perempuan Tak Terjangkau
-
Pergeseran Bahasa Indonesia di Era Gen Z: Evolusi atau Ancaman Identitas?