Sebuah toko roti di Pattaya, Thailand, mendadak menjadi sorotan internasional setelah memperkenalkan croissant dengan tampilan yang tak biasa. Kue tersebut dihiasi topping menyerupai rambut kemaluan dan langsung viral di TikTok, Instagram, hingga Facebook.
Toko roti bernama Sai Waan Bake House ini memang dikenal sebagai tempat favorit wisatawan karena menawarkan berbagai jenis croissant dan pastry unik. Menariknya, kafe ini bukan sekadar toko roti biasa. Tempat tersebut dikelola oleh seorang pastry chef profesional yang juga bekerja sebagai instruktur dan konsultan pembuatan kue untuk berbagai kafe lain di Thailand.
Meski berpengalaman di dunia kuliner, kreasi terbaru mereka memicu perdebatan karena desainnya dianggap terlalu provokatif. Croissant viral itu diberi nama Mor Aoi Croissant. Dalam bahasa gaul Thailand, istilah mor aoi merujuk pada rambut kemaluan, sehingga nama tersebut sudah lebih dulu menarik perhatian bahkan sebelum pelanggan melihat bentuk kuenya.
Inspirasi di Balik Topping Rambut
Pemilik toko, Arthit Chomsawat, menjelaskan bahwa ide tersebut terinspirasi dari kreasi sebelumnya yang juga sempat populer, yaitu “kue berbulu”. Ia ingin menghadirkan sesuatu yang lucu dan berbeda dari pastry pada umumnya.
Tampilan croissant ini memang cukup mencolok. Croissant mentega yang renyah diisi dengan krim segar, lalu bagian atasnya ditaburi topping yang menyerupai rambut. Banyak warganet awalnya mengira topping tersebut benar-benar rambut. Namun, bahan yang digunakan ternyata adalah fat choy, sejenis ganggang hitam yang dapat dimakan dan sering digunakan dalam hidangan penutup fusion Asia.
Teksturnya yang tipis dan memanjang membuat tampilannya sangat mirip rambut asli. Kombinasi warna hitam pekat di atas krim putih itulah yang membuat croissant ini mudah dikenali dan cepat menyebar di internet.
Picu Perdebatan
Reaksi publik pun terbagi dua. Sebagian orang menganggap desain tersebut tidak menghormati Prancis sebagai negara asal croissant dan menilai kreativitas kuliner seharusnya ditampilkan dengan cara yang lebih elegan.
Namun, banyak juga yang melihatnya sebagai lelucon ringan dan bentuk inovasi pemasaran yang cerdas. Mereka menilai tampilannya memang aneh, tetapi justru itulah yang membuat orang penasaran untuk mencobanya. Di sisi lain, banyak pula yang mengatakan bahwa dunia kuliner modern memang terus berkembang dan kreativitas menjadi salah satu faktor penting yang membuat sebuah produk menonjol di tengah persaingan.
Terlepas dari pro dan kontra yang muncul, satu hal yang sulit dibantah adalah keberhasilan strategi pemasaran kue tersebut. Dalam hitungan hari, Mor Aoi Croissant berhasil menarik perhatian global tanpa perlu promosi iklan besar-besaran. Di Indonesia sendiri, beberapa food vlogger bahkan tak ketinggalan ikut me-review kuliner viral tersebut.
Harga Terjangkau
Meski tampilannya kontroversial, harganya ternyata cukup terjangkau. Mor Aoi Croissant dijual sekitar 65–70 baht Thailand, atau sekitar Rp30 ribuan per buah. Dengan harga yang relatif murah, banyak wisatawan maupun warga lokal yang penasaran dan datang langsung ke Sai Waan Bake House untuk melihat serta mencoba kue yang sedang ramai diperbincangkan tersebut.
Sebagian datang karena penasaran dengan rasanya, sementara yang lain sekadar ingin mengabadikan momen bersama salah satu tren kuliner paling viral tahun 2026.
Persoalan apakah croissant ini terlihat menjijikkan atau justru kreatif, semuanya kembali pada selera masing-masing. Namun satu hal yang pasti, Sai Waan Bake House berhasil membuktikan bahwa di era media sosial, tampilan makanan kadang bisa lebih viral daripada rasanya sendiri. Kini, tinggal keputusan Anda, apakah berani untuk mencicipi kuliner unik yang satu ini.
Baca Juga
-
Sinopsis Whalefall, Kisah Mencekam Bertahan Hidup di Perut Paus
-
FOMO Beli HP Mahal: Rela Utang Demi Gengsi
-
Mulai Rp21 Jutaan, iPhone 18 Pro dan Pro Max Resmi Meluncur dengan Kapasitas Tembus 2TB!
-
Apple Resmi Luncurkan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max, Segini Harganya
-
Trailer Film Artificial Dirilis, Tampilkan Sisi Gelap Teknologi AI
Artikel Terkait
-
10 Biksu Tewas Ditabrak Mobil Pikap yang Dikendarai Anak Kecil
-
Sadis Kasus Mayat Dalam Koper di Thailand, Warga Australia Bunuh Perempuan 17 Tahun
-
Gagal Sembunyi! Penyelundup 325 Kg Sabu Thailand Gunakan Chat Enkripsi Militer Ditangkap Bareskrim
-
Nonton Pee Nak 5: Siap-siap Ketawa di Antara Jump Scare yang Bikin Jantungan!
-
Berpisah, Bangkok United Tak Perpanjang Kontrak Pratama Arhan
News
-
Pikirannya Nggak Bisa Diam? Kenali 4 Jenis Overthinking dan Cara Mengatasinya
-
Bukan Sekadar Belajar Bahasa Inggris, Ini Cerita Dua Ibu Merawat Kewarasan di Tengah Kesibukan
-
Indonesias Horse Racing: 45 Kuda Raih Posisi Podium di IHR Merdeka Cup 2026
-
Kisah Juni Bangun Fun English for Ladies, Bukti Nyata Semangat Women Support Women
-
Mengenal Proyeksi Gall-Peters: Mengungkap Distorsi Geografis di Peta Mercator
Terkini
-
Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho
-
Bad Memory Eraser: Eksperimen Menghapus Ingatan Demi Mengubah Kehidupan
-
Kisah Orang Tua yang Berjuang untuk Pendidikan Anak di Novel Ibuk
-
Membongkar Ketimpangan Patriarki Tanpa Harus Membenci Laki-Laki, Bisakah?
-
Review Film Get Out: Saat Rasisme Dikemas Menjadi Teror yang Mencekam