Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi (FKIK UNJA) menggelar kegiatan pengabdian masyarakat internasional di Pusat Pendidikan Warga Negara Indonesia (PPWNI) Klang, Malaysia, Selasa (23/09/2025). Acara yang bertajuk “Sehat dan Cerdas di Era Digital: Health Awareness and Youth Empowerment Program” ini dipimpin oleh Dr. dr. Fitriyanti, Sp.KK selaku ketua tim, dengan anggota Riska Amalya Nasution, Budi Aswin, Puspa Dwi Pratiwi, Ummi Kalsum, dr. Huntari Harahap, Nofrans Eka Saputra dan Rion Nofrianda.
Kegiatan berlangsung di pelataran PPWNI disulap menjadi pos pemeriksaan kesehatan gratis yang diperuntukkan bagi para orang tua murid. Meja-meja berderet rapi, dengan tim medis FKIK UNJA yang sigap melayani satu per satu peserta. Beberapa orang tua tampak lega setelah tekanan darah mereka diperiksa, ada pula yang berkonsultasi langsung mengenai masalah kesehatan ringan.
“Rasanya seperti pulang ke rumah, dilayani dokter dari tanah air,” ujar salah seorang peserta dengan wajah sumringah.
Sementara itu, di dalam aula sekolah, puluhan siswa duduk rapi mengikuti sosialisasi yang dibawakan tim dosen FKIK. Riska Amalya menjelaskan materi anti bullying, Rion Nofrianda menjelaskan materi kecanduan gadget sedangkan Annisa Dianesti memberikan pemaparan terkait perilaku hidup bersih dan sehat.
Dalam sambutannya, Dr. dr. Fitriyanti, Sp.KK menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari kepedulian FKIK UNJA untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia di luar negeri.
“Kami ingin anak-anak Indonesia di Malaysia tetap sehat, cerdas, dan percaya diri menghadapi era digital. Kegiatan ini bukan sekadar layanan kesehatan atau sosialisasi, tetapi wujud nyata kepedulian kami kepada generasi penerus bangsa,” ujarnya.
Hadir pula Dekan FKIK Universitas Jambi, Dr. dr. Humaryanto, Sp.OT, M.Kes, yang datang bersama jajaran dosen Indri Maharini, dr. Fairuz, Yun Nina Ekawati, dan Annisa Dianesti, serta tim kerjasama FKIK UNJA yang dipimpin Dewi Syafitriani. Dalam sambutannya, Dekan FKIK menegaskan bahwa pengabdian masyarakat adalah bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang tidak mengenal batas negara.
“Universitas Jambi berkomitmen hadir untuk memberi manfaat, baik di dalam maupun luar negeri. Kami bangga dengan dosen-dosen muda yang telah bekerja dengan dedikasi, dan kami berharap kegiatan ini menjadi awal kerjasama yang lebih luas di masa depan,” tuturnya.
Apresiasi juga datang dari pihak tuan rumah. Shohehuddin, M.Ed., perwakilan PPWNI Klang, mengaku bangga atas kolaborasi ini.
“Kami sangat terhormat Universitas Jambi mau datang jauh-jauh ke Klang untuk berbagi ilmu dan memberikan layanan kesehatan. Anak-anak kami merasa diperhatikan, meski mereka berada jauh dari tanah air. Semoga kerjasama ini bisa terus terjalin ke depannya,” ujarnya.
Kesan serupa disampaikan salah seorang orang tua murid, Ibu Astiana, yang merasa sangat terbantu dengan adanya pemeriksaan kesehatan gratis serta edukasi yang diberikan.
“Saya senang sekali anak-anak mendapat pemahaman tentang bullying dan gadget, karena itu masalah yang nyata di keseharian mereka. Kami sebagai orang tua juga merasa diperhatikan dengan adanya pemeriksaan kesehatan. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut,” katanya.
Kegiatan pengabdian masyarakat internasional ini ditutup dengan penuh keakraban. Senyum anak-anak yang baru saja belajar mencuci tangan dengan benar, wajah lega para orang tua yang selesai diperiksa kesehatannya, serta kehangatan interaksi antara dosen FKIK UNJA dengan warga Indonesia di Klang menjadi penanda bahwa acara sehari itu telah meninggalkan kesan yang mendalam.
Dengan mengusung semangat Sehat dan Cerdas di Era Digital, FKIK Universitas Jambi membuktikan komitmennya untuk tidak hanya mendidik di ruang kelas, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat. Di Malaysia, pengabdian ini bukan hanya menghadirkan layanan medis, melainkan juga menguatkan jalinan emosional antara masyarakat Indonesia di rantau dengan tanah air. Sebuah pesan kuat dipetik dari Klang: bahwa pengabdian dan cinta kepada bangsa tidak pernah mengenal batas geografis.
Baca Juga
-
Miswan Tek Mina, Rahasia Kuah Segar di Balik Syahdunya Jambi Seberang
-
Pindang Bikcik Way Mayang: Kuah Segar Meresap, Makan Enak Gak Pake Tapi
-
Pesona Air Terjun Lembah Anai, Sambut Wisatawan di Jalur Padang Bukittinggi
-
Cahaya Malam dan Romantisme Muara: Menikmati Denyut Kehidupan di Jembatan Siti Nurbaya
-
Gentala Arasy, Simbol Kejayaan Islam Kebanggaan Negeri Sepucuk Jambi
Artikel Terkait
-
Kronologis Indonesia Dibawa Malaysia saat Kena Hukuman FIFA
-
Pengamat Malaysia Anggap Hukuman FIFA Lebih Besar dari Skandal Suap 1994
-
Ucapan Blunder Facundo Garces Kembali Jadi Sorotan usai Malaysia Disanksi FIFA
-
Kisah Timor Leste saat Palsukan Dokumen seperti Malaysia, Sanksinya Sangat Berat
-
Suporter Vietnam Tunggu Sanksi Timnas Malaysia, Berharap Menang WO 3-0
News
-
Masih Banyak yang Menganggap Sama, Apa Bedanya Paskah dan Kenaikan Yesus Kristus?
-
Membawa Ruh Yogyakarta ke Bandung: Sinergi Budaya dan Bisnis LBC Hotels Group
-
Upacara Adat Majemukan Desa Glagahan: Merajut Syukur dan Menjaga Warisan Leluhur
-
Mahasiswa UBSI Gelar Penyuluhan Toleransi Beragama di TPQ Aulia
-
Living Walls: Saat Dinding Hotel di Yogyakarta Berubah Jadi Galeri Seni dengan Sentuhan Naive Art
Terkini
-
Drama Spring Fever, Drama Romcom yang Memberikan Banyak Pelajaran Kehidupan
-
Stylish buat Traveling, Intip 4 Ide OOTD Warna Hitam ala Kazuha LE SSERAFIM
-
Tayang 2027, Anime GATE 2 Rilis Key Visual Baru dan Proyek Lagu Penutup
-
Menanam Cahaya di Negeri Kelelawar
-
4 Tone Up Cream SPF 50 untuk Wajah Glowing dan Terproteksi ala Eonni Korea