Perayaan Hari Kenaikan Yesus Kristus kembali diperingati umat Kristiani pada Kamis kemarin. Namun di tengah peringatannya, masih banyak masyarakat yang menganggap Hari Kenaikan Yesus sama dengan Paskah.
Padahal, keduanya merupakan peristiwa berbeda dalam tradisi Kristen meski masih berada dalam satu rangkaian kisah kehidupan Yesus Kristus.
Dalam ajaran Kristen, Paskah memperingati kebangkitan Yesus setelah wafat di kayu salib. Momen tersebut dipercaya terjadi tiga hari setelah Jumat Agung dan menjadi simbol kemenangan atas maut serta harapan baru bagi umat Kristiani.
Sementara itu, Hari Kenaikan Yesus memperingati peristiwa naiknya Yesus ke surga setelah kebangkitan-Nya. Perayaan ini diperingati tepat 40 hari setelah Paskah dan menjadi salah satu hari besar penting dalam kalender gereja.
Melansir Vatican News pada Jumat (15/5/2026), kenaikan Yesus dipahami bukan sebagai “perpisahan”, melainkan cara kehadiran baru Yesus bagi umat Kristen. Dalam tradisi gereja, peristiwa tersebut juga dipahami sebagai penyempurnaan misi Yesus di dunia sekaligus awal tugas para murid untuk menyebarkan ajaran Kristen.
Tak sedikit masyarakat yang masih menyamakan kedua perayaan tersebut karena sama-sama berkaitan dengan kisah Yesus. Padahal, fokus utama yang diperingati memiliki makna yang berbeda.
Paskah berpusat pada kebangkitan Yesus setelah kematian-Nya di kayu salib. Sedangkan Kenaikan Yesus lebih menyoroti peristiwa ketika Yesus naik ke surga di hadapan para murid setelah menyelesaikan misi-Nya di dunia.
Melansir Katolisitas.org, Hari Kenaikan Yesus diperingati setelah masa kebangkitan yang dirayakan dalam Paskah. Karena itu, kedua perayaan tersebut tetap saling berkaitan dalam tradisi Kristen, tetapi memiliki pesan spiritual yang berbeda.
Urutan perayaannya pun berbeda dalam kalender gereja. Jumat Agung diperingati sebagai hari wafatnya Yesus, lalu dilanjutkan Paskah sebagai simbol kebangkitan, sebelum akhirnya Hari Kenaikan Yesus diperingati 40 hari kemudian.
Selain menjadi hari besar keagamaan, kedua perayaan tersebut juga sering dimaknai sebagai momentum refleksi bagi umat Kristiani. Paskah identik dengan kemenangan, harapan, dan kehidupan baru, sementara Kenaikan Yesus dimaknai sebagai pengharapan serta keyakinan bahwa penyertaan Tuhan tetap hadir bagi umat-Nya.
Perbedaan makna inilah yang membuat gereja memperingati Paskah dan Kenaikan Yesus secara terpisah. Meski berada dalam satu rangkaian kisah kehidupan Yesus, keduanya memiliki pesan spiritual dan makna iman yang berbeda dalam tradisi Kristen.
Baca Juga
-
Fakta Menarik Trofi Emas Piala Dunia: Pernah Dicuri, Bukan Milik Sang Juara
-
Timberland Boots: Berawal Dari Sepatu Tukang Jadi Ikon Rapper Dunia Hip Hop
-
JisuLife Ultra 2: Kipas Portable Premium dengan Berbagai Fungsi Menarik!
-
ROG Zephyrus Duo, Laptop Dua Layar dengan RTX 5090 Seharga Mobil Bekas!
-
Bawa Argentina Menang 3-0, Messi Cetak Hattrick Pertama di Piala Dunia 2026
Artikel Terkait
-
Stasiun Tugu dan Lempuyangan Membeludak, Okupansi KA Daop 6 Melejit di Libur Kenaikan Yesus Kristus
-
Kawal Ibadah Kenaikan Yesus Kristus, Polda Metro Jaya Jaga Ketat 860 Gereja Hari Ini
-
35 Link Twibbon Ucapan Kenaikan Yesus Kristus 2026, Cocok Dibagikan ke Media Sosial
-
Apakah 15 Mei 2026 Bank Buka? Cek Jadwal Operasional BRI hingga BCA
-
30 Ucapan Kenaikan Yesus Kristus 2026 dalam Bahasa Inggris, Penuh Makna dan Menyentuh
News
-
Bukan Lagi Kejadian Langka: Suhu 41,7C Lumpuhkan Eropa dan Renggut 1.300 Nyawa
-
Menemukan Makna Wellbeing dari Hal Sederhana Lewat Just Appreciate Today
-
Tak Lagi Asal Jalan: Standar Keamanan Jip Bromo Akan Segera Diperketat
-
Dolar AS Menguat, Haruskah Kita Mulai Mengencangkan Ikat Pinggang Sekarang?
-
Menjaga Nostalgia, Merangkul Semua: Upaya Orutaku Club Agar Tetap Inklusif
Terkini
-
Afrika Selatan Gagal, Kanada Lolos 16 Besar Siap Lawan Belanda atau Maroko?
-
Piala Dunia 2026 dan Seni Melupakan Masalah Selama 90 Menit
-
Debut Sensasional, Cape Verde Jadi Tim Anomali di Ajang Piala Dunia 2026
-
Membaca Doorstoot naar Djokja: Menyelami Hari-Hari Paling Genting Indonesia
-
Syarat Berpenampilan Menarik di Lowongan Kerja, Bentuk Beauty Privilege?