Banyaknya tempat bersejarah islam di Arab Saudi menjadikan negara ini ramai menjadi tempat ziarah bagi umat muslim sedunia. Selain menapaki jejak perjuangan Islam, ziarah juga menjadi sarana untuk memperdalam iman dan merenungi kehidupan akhirat. Namun, tahukah kamu bahwa pemerintah Arab Saudi telah menetapkan panduan resmi dalam berziarah?
Salah satu contohnya dapat ditemukan di kawasan Makam Syuhada Uhud, yang berlokasi di dekat Jabal Uhud, Madinah. Menariknya, di area ini berdiri papan panduan ziarah resmi yang diterbitkan langsung oleh pemerintah Arab Saudi dalam empat bahasa yakni: Arab, Inggris, Turki, dan Indonesia.
Panduan ini tidak hanya bersifat informatif, tapi juga menjadi rambu bagi jamaah agar tetap menjaga kemurnian akidah selama berziarah. Berikut penjelasan rinci dari empat poin utama dalam papan panduan tersebut.
1. Ziarah Kubur Tidak Perlu Melakukan Safar Jauh
Poin pertama menegaskan bahwa ziarah kubur sebaiknya dilakukan tanpa melakukan safar (perjalanan jauh) yang diniatkan semata-mata untuk berziarah. Prinsip ini didasarkan pada ajaran syariat Islam yang menganjurkan agar perjalanan ibadah hanya ditujukan ke tiga masjid utama: Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjid Al-Aqsa. Artinya, ziarah ke makam atau situs bersejarah boleh dilakukan bila bersamaan dengan ibadah utama, bukan sebagai tujuan utama perjalanan.
2. Dua Tujuan Utama Ziarah Kubur
Dalam poin kedua, dijelaskan bahwa ziarah kubur memiliki dua tujuan utama.
Pertama, untuk mengucapkan salam dan mendoakan ahli kubur. Hal ini sesuai dengan hadis riwayat Muslim:
“Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur, dari golongan orang-orang beriman dan orang-orang Islam. Kami, insya Allah, akan menyusul kalian. Aku memohon keselamatan kepada Allah untuk kami dan kalian.”
Kedua, ziarah kubur bertujuan untuk mengingatkan diri pada kehidupan akhirat. Melihat makam para sahabat dan syuhada seharusnya menumbuhkan kesadaran bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara. Rasa haru dan introspeksi ini menjadi nilai utama dari ziarah itu sendiri, bukan sekadar ritual tanpa makna.
3. Larangan Mengusap atau Menyentuh Kubur
Poin ketiga berisi peringatan agar tidak mengusap, mencium, atau menyentuh makam dengan tujuan mencari berkah. Tindakan ini termasuk dalam kategori bid’ah alias amalan yang diada-adakan dalam islam, karena tidak diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW dan dapat berpotensi mengarah pada syirik. Pemerintah Arab Saudi sangat menekankan prinsip tauhid bahwa segala bentuk ibadah dan permohonan hanya ditujukan kepada Allah SWT, bukan melalui benda atau makam.
4. Tidak Mencari Berkah di Gunung Uhud dan Bukit Rumat
Poin keempat mengingatkan agar tidak mendaki Gunung Uhud atau Bukit Rumat dengan tujuan mencari berkah. Begitu pula dengan mengambil tanah, batu, atau pasir dari kedua tempat tersebut. Meski tempat ini memiliki nilai sejarah tinggi dalam Perang Uhud, menjadikannya sebagai objek pencarian berkah justru bertentangan dengan ajaran Islam.
Hal ini juga menjadi pengingat bagi kita semua bahwa masih banyak saudara semuslim kita melakukan hal seperti ini. Tak hanya di Arab Saudi, tapi di Indonesia sendiri banyak yang menziarahi makam wali demi "ngalap berkah" pada orang yang telah meninggal. Juga mendaki gunung tertentu yang dianggap sakral untuk memberikan kekayaan.
Makna Penting di Balik Panduan Ini
Ziarah ke tempat-tempat bersejarah di Arab Saudi menjadi salah satu pengalaman spiritual paling berkesan bagi jamaah umrah maupun haji. Panduan empat poin ini menunjukkan upaya pemerintah Arab Saudi dalam menjaga kemurnian praktik ibadah para jamaah. Ziarah seharusnya menjadi momen refleksi spiritual, bukan ajang ritual simbolik yang keluar dari tuntunan syariat.
Dengan memahami panduan ini, jamaah dapat berziarah dengan penuh kesadaran: berdoa untuk para syuhada, mengambil pelajaran dari perjuangan mereka, dan memperkuat keimanan tanpa melanggar batas-batas tauhid. Karena sejatinya, ziarah bukan sekadar perjalanan lahiriah, melainkan perjalanan hati yang menuntun manusia untuk semakin dekat dengan Sang Pencipta.
Baca Juga
-
Dipaksa Cukup untuk Segala Hal, Ironi Pendidikan Masyarakat Menengah
-
Merayakan Luka Tanpa Sensor: Catatan Patah Hati di Buku Arman Dhani
-
Menggugat Kesadaran Sosial di Buku Malam Terakhir karya Leila S. Chudori
-
Belajar Tenang ala Buddhis di Buku Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya 3
-
Jadi Guru Gak Boleh Nanggung! Seni Menjadi Guru Keren ala J. Sumardianta
Artikel Terkait
-
Gila! Arab Saudi Bakal Bangun Stadion di Atas Pencakar Langit untuk Piala Dunia 2034
-
Pesawat Haji Tak Lagi Terbang Kosong? Begini Rencana Ambisius Pemerintah...
-
Cristiano Ronaldo Cetak Gol Ke-950, Al-Nassr Kokoh di Puncak Klasemen Saudi Pro League
-
Di Balik Layar Kementerian Haji dan Umrah, Presiden Prabowo Ungkap Alasan Sebenarnya
-
AFC Rilis 6 Gol Terbaik! Dua di Antaranya Terjadi ke Gawang Timnas Indonesia
News
-
Rekor Baru! Sabastian Sawe Jadi Manusia Pertama Lari 42 Km di Bawah 2 Jam
-
Kurangi Ketergantungan Diesel, IESR Desak Prioritaskan PLTS di Daerah Terpencil
-
Dari Gubuk Seng di Pinggir Rawa ke Universitas Glasgow: Perjalanan Hengki Melawan Keterbatasan
-
5 Moisturizer Paling Sering Direkomendasikan Dermatolog, Andalan untuk Skin Barrier Sehat
-
Jawab Wacana Gerbong Perempuan ke Tengah, Dirut KAI: Semua Berhak Selamat
Terkini
-
Tumpukan di Balik Senyum Desa Tambakromo
-
Sekolah Gratis Tapi Tak Setara: Hidden Cost yang Menyaring Status Siswa
-
Ilusi Sekolah Gratis: Biaya Tersembunyi yang Membungkam Mimpi Anak Bangsa
-
Sedekah yang Berubah Jadi Tagihan: Tradisi atau Tekanan Sosial?
-
Review The Price of Confession: Saat Ketenangan Terlihat Lebih Mencurigakan