Bimo Aria Fundrika | Fika Fatiha
Progress jembatan pemulihan di Aceh yang dilakukan oleh Bina Warga
Fika Fatiha

Kita tidak pernah tahu kapan bencana akan datang, bisa saja saat kita tertidur, sedang beraktivitas, atau bahkan sedang bersenda gurau dengan satu sama lain. Ada dua hal yang bisa kita pilih saat terjadi bencana, kembali termenung dan menyalahkan takdir, atau terus melangkah maju dan berupaya bangkit untuk terus menjadi lebih baik.

Kita tahu bahwa bencana Sumatera menyisakan pilu yang amat dalam, apalagi saat ini teknologi semakin berkembang, banya video warga terdampak banjir di luar sana yang tersebar, betapa perihnya kita melihat orang yang terdampak banjir Sumatera harus bergelantungan di atas tali untuk menyeberang dan masalah lainnya.

Kembali kita termenung, akankah kita terus seperti ini tanpa ada aksi yang memberikan sedikit harapan dan warna untuk warga Sumatera agar kembali sembuh, terus bertumbuh dan menjadi lebih baik? Ternyata harapan itu masih ada, harapan itu masih kita dapatkan melalui upaya-upaya briliant yang kita tahu.

Terbangunnya Jembatan Melanjutkan sebuah Harapan

Salah satu contoh konkrit pulihnya Sumatera adalah dibangunya kembali akses jembatan Krueng Meureudu yang merupakan akses lintas Timur Aceh. Hal ini merupakan harapan nyata yang konkrit bagi warga setempat, akses jembatan ini merupakan kerja nyata Bina Marga untuk memberikan hal positif bagi warga setempat. Tidak hanya menghubungkan pasokan makanan, tapi juga menghubungkan akses transportasi untuk warga bisa kembali beraktivitas normal seperti biasanya. 

Kita tidak akan melihat lagi ada warga yang bergelantungan untuk menyebrangi sungai, karena ide kerja nyata Kementerian PU melalui Bina Marga ini adalah salah satu wujud nyata mengembalikan harapan warga Sumatera yang harapannya kembali tumbuh.

Kini, pasca bencana di Sumatera, warganya bisa memiliki harapan karena upaya pembangunan ini adalah salah satu upaya paling nyata yang dampaknya langsung dirasakan warga sekitar, terutama masyarakat lintas timur Aceh.

Pemerintah dan masyarakat saling bergotong royong, untuk membuat Sumatera pulih kembali. Setelah diperbaikinya akses jalan dan jembatan aktivitas warga bisa kembali normal untuk pergi bekerja, bersekolah, akses ke rumah sakit, dll. 

Setelah Sumatera pulih, harapan warga pun kembali bisa diraih, walaupun semua kembali ke titik semula, namun dengan semangat dan harapan baru dari warga yang terdampak, terutama wilayah terdampak seperti Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Pengalaman ini patut menjadi pembelajaran, bukan untuk memaki, tapi untuk saling intropeksi diri, untuk Sumatera yang pulih dan Indonesia yang lebih baik. 

Bina Marga Harapan Warga

Nafaspun kembali terhirup segar, sesak didada sedikit menjadi lebih baik karena upaya pemulihan itu nyata adanya. Bina Marga menjadi angin segar bagi warga terdampak banjir sumatera yang saat ini ingin kembali merajut asa, melanjutkan harapan yang nyata yang saat ini sempat tertunda. Lekukan senyuman itu kembali terukir diwajah masyarakat Sumatera, pelan-pelan mengukir kembali harapan warga yang selama ini terpendam tanpa arah.

Masa depan tidak hanya milik anak kecil maupun remaja, orang tua-pun tetap harus memiliki masa depan yang baik di sisa umurnya. Dengan perbaikan akses jalan, akses jembatan dan pembangunan lainnya di Sumatera, tentu ini membawa harapan yang baik bagi masyarakat Sumatera.

Dari hati yang paling dalam, penulis mengucapkan deras terima kasih bagi masyarakat maupun pemerintah yang sama-sama kita tahu upayanya begitu luar biasa untuk membantu Sumatera pulih. Penulis sangat meyakini bahwa, Pasca Bencana, Sumatera pulih, segala harapan akan kita raih.

Baca Juga