M. Reza Sulaiman | Bintang Samudra
Ilustrasi ram komputer, ram PC, random access memory. (Photo by Valentine Tanasovich/Pexels)
Bintang Samudra

Bagi banyak orang yang berencana melakukan upgrade PC atau membeli laptop baru pada tahun 2026, satu hal yang cukup mengejutkan adalah harga RAM yang terasa semakin mahal. Komponen yang dulu sering dianggap “standar” ini, kini justru menjadi salah satu faktor terbesar dalam menentukan total biaya perangkat.

Kenaikan harga RAM pada tahun 2026 bukanlah kejadian yang berdiri sendiri atau sekadar fluktuasi musiman. Fenomena ini berkaitan erat dengan perubahan besar di industri teknologi global, mulai dari melonjaknya kebutuhan komputasi untuk kecerdasan buatan (AI), pergeseran standar teknologi memori, hingga dinamika industri semikonduktor yang semakin kompleks.

Bagi pengguna umum, profesional IT, maupun pelaku industri, memahami alasan di balik kenaikan harga RAM menjadi penting agar bisa mengambil keputusan yang lebih rasional, baik saat merakit PC, memperbarui (upgrade) perangkat lama, maupun membeli laptop baru.

Lonjakan Kebutuhan RAM Akibat AI dan Data Center

Salah satu faktor paling dominan di balik naiknya harga RAM pada 2026 adalah perkembangan teknologi kecerdasan buatan. Dalam beberapa tahun terakhir, AI tidak lagi terbatas pada riset atau perusahaan teknologi besar saja. Kini, AI digunakan hampir di semua sektor—mulai dari layanan cloud, analisis data, pendidikan, kesehatan, hingga pemerintahan.

Teknologi AI modern, terutama yang berbasis machine learning dan model bahasa berskala besar, membutuhkan kapasitas memori yang sangat besar. Server yang menjalankan beban kerja AI membutuhkan RAM jauh lebih banyak dibandingkan dengan server konvensional. Akibatnya, data center global menyerap pasokan RAM dalam jumlah besar dan konsisten.

Produsen memori pun cenderung memprioritaskan pasar enterprise karena margin keuntungan yang lebih tinggi dan kontrak jangka panjang. Dampaknya, ketersediaan RAM untuk pasar konsumen menjadi lebih terbatas. Ketika permintaan meningkat tajam sementara pasokan tidak bisa bertambah dengan cepat, kenaikan harga menjadi konsekuensi yang hampir tak terhindarkan.

Transisi Teknologi dari DDR4 ke DDR5

Tahun 2026 juga menandai fase penting dalam peralihan teknologi RAM. DDR5 kini menjadi standar utama untuk PC dan laptop generasi terbaru. Dibandingkan dengan DDR4, DDR5 menawarkan bandwidth lebih tinggi, efisiensi daya yang lebih baik, serta dukungan kapasitas yang lebih besar.

Namun, keunggulan tersebut datang dengan tantangan produksi. Proses manufaktur DDR5 lebih kompleks dan membutuhkan teknologi fabrikasi yang lebih canggih. Tingkat kegagalan produksi pun lebih tinggi dibandingkan dengan DDR4 sehingga biaya produksi per unit masih relatif mahal.

Di sisi lain, produksi DDR4 mulai dikurangi secara bertahap. Meskipun demikian, masih banyak perangkat yang bergantung pada DDR4, terutama PC dan laptop generasi sebelumnya. Ketidakseimbangan antara permintaan yang masih ada dan pasokan yang menurun justru membuat harga DDR4 ikut terdorong naik. Akibatnya, baik pengguna DDR4 maupun DDR5 sama-sama merasakan dampak kenaikan harga.

Konsolidasi Industri Semikonduktor

Industri memori global saat ini dikuasai oleh segelintir produsen besar. Konsolidasi ini membuat pasar menjadi lebih terkendali, namun di sisi lain mengurangi fleksibilitas harga. Pada tahun 2026, beberapa produsen memori memilih untuk mengatur volume produksi secara lebih ketat. Strategi ini bertujuan menjaga stabilitas keuntungan di tengah biaya produksi yang tinggi dan ketidakpastian global. Akibatnya, meskipun permintaan pasar tinggi, pasokan RAM tidak melimpah.

Bagi konsumen, kondisi ini berarti harga RAM cenderung bertahan di level tinggi dan tidak mudah turun dalam waktu singkat. Tidak seperti beberapa tahun lalu ketika harga RAM bisa turun drastis dalam hitungan bulan, tren tersebut kini semakin jarang terjadi.

Kebutuhan RAM Perangkat Konsumen yang Terus Meningkat

Di sisi pengguna, standar kebutuhan RAM juga mengalami pergeseran. Jika beberapa tahun lalu RAM 8 GB masih dianggap cukup untuk penggunaan harian, kini kapasitas tersebut mulai terasa terbatas. Sistem operasi modern, aplikasi produktivitas, browser dengan banyak tab, gim, serta software kreatif membutuhkan memori yang lebih besar. Pada tahun 2026, RAM 16 GB mulai dianggap sebagai standar minimum untuk pengalaman penggunaan yang nyaman.

Peningkatan standar ini mendorong permintaan modul RAM berkapasitas besar. Semakin besar kapasitas RAM yang dibutuhkan pasar, semakin tinggi pula tekanan terhadap harga, terutama untuk modul dengan kecepatan dan kapasitas tinggi.

Dampak Langsung bagi Pengguna dan Industri

Kenaikan harga RAM pada 2026 berdampak langsung pada biaya perakitan PC. Bagi pengguna yang gemar merakit PC sendiri, RAM kini memakan porsi anggaran yang lebih besar dibandingkan dengan sebelumnya. Harga laptop dan perangkat mobile juga ikut terdampak. Produsen harus menyesuaikan harga jual untuk menutup biaya produksi yang meningkat.

Namun, ada juga dampak tidak langsung yang menarik. Mahalnya harga dan terbatasnya pasokan RAM mendorong pengembang perangkat lunak untuk lebih fokus pada efisiensi. Banyak aplikasi mulai dioptimalkan agar tidak terlalu boros memori, terutama untuk menjangkau pengguna dengan perangkat kelas menengah.

Strategi Menghadapi Harga RAM yang Tinggi

Di tengah kondisi ini, pengguna tetap bisa mengambil langkah cerdas. Menentukan kapasitas RAM berdasarkan kebutuhan nyata menjadi semakin penting. Membeli perangkat dengan RAM besar sejak awal sering kali lebih ekonomis dibandingkan dengan melakukan upgrade di kemudian hari. Selain itu, memanfaatkan promo musiman dan mengelola penggunaan aplikasi dengan baik dapat membantu memaksimalkan performa tanpa harus menambah RAM secara berlebihan.

Kenaikan harga RAM pada tahun 2026 merupakan hasil dari kombinasi berbagai faktor: lonjakan kebutuhan AI, transisi teknologi memori, konsolidasi industri semikonduktor, serta dinamika geopolitik global. Meski harga RAM kini lebih tinggi, pemahaman yang baik terhadap kondisi pasar memungkinkan pengguna tetap membuat keputusan yang tepat.

Baca Juga