Ketahuilah bahwa dalam setiap ciptaan Allah Swt. terkandung keberkahan, keseimbangan, dan manfaat yang telah Dia titipkan dalam setiap makhluk-Nya. Karena itu, setiap yang dikonsumsi seharusnya disertai kesadaran dan pujian atas kebesaran-Nya.
200 Resep Sehat JSR karya dr. Zaidul Akbar merupakan buku yang sempat viral karena menawarkan konsep pengobatan berbasis bahan alami. Buku ini berisi kumpulan ramuan herbal untuk membantu mengatasi berbagai macam penyakit, dengan pendekatan yang lebih alami dan relatif terjangkau dibandingkan pengobatan medis berbahan kimia yang sering kali memerlukan biaya besar. Namun, buku ini tidak sekadar memuat resep, melainkan juga menawarkan cara pandang tentang kesehatan.
Sebelum memasuki bagian resep, penulis menjelaskan bahwa rasa sakit dapat menjadi karunia dari Allah sebagai penghapus dosa. Meski demikian, manusia tetap diwajibkan berikhtiar menjaga kesehatan. Tubuh yang sehat, menurutnya, berawal dari hati yang sehat. Pola makan yang halal dan thayyib, serta gaya hidup yang seimbang seperti olahraga dan pengelolaan emosi, menjadi fondasi utama. Di sinilah konsep JSR—Jurus Sehat Rasulullah—berakar: kembali pada pola hidup yang selaras dengan Al-Qur’an dan sunah.
Bahan-bahan yang digunakan dalam resep JSR berasal dari alam, mulai dari rempah-rempah, madu, zaitun, dan delima, hingga aneka buah seperti pepaya, alpukat, jeruk, semangka, nanas, jambu biji, lemon, dan kurma. Sayuran seperti bayam, kangkung, kecambah, kolang-kaling, dan kelapa muda pun turut menjadi bagian dari ramuan. JSR sendiri merupakan singkatan dari Jurus Sehat Rasulullah, yakni konsep kesehatan yang menekankan keselarasan antara pola makan alami, kebersihan hati, dan tuntunan sunah.
Isi buku ini dibagi ke dalam dua belas bab berdasarkan sistem tubuh manusia. Pembagian sistematis ini menunjukkan bahwa buku tidak hanya menyajikan resep, tetapi juga mencoba memetakan kesehatan secara menyeluruh. Bab pertama membahas infeksi dan alergi, memuat berbagai resep untuk alergi, amandel, radang, cacar air, DBD, eksim, herpes, influenza, osteoporosis, sakit tenggorokan, hingga sinusitis. Bab kedua berfokus pada sistem pencernaan, mulai dari penguatan fungsi cerna hingga penanganan batu empedu, diare, hepatitis B, gangguan liver, tukak lambung, sembelit, dan wasir.
Pada bab ketiga, pembahasan bergeser ke sistem reproduksi, mencakup keluhan haid, kesehatan ibu hamil, ASI booster, program hamil, serta vitalitas pria dan wanita. Bab keempat membahas sistem endokrin seperti asam urat, diabetes, hormon, kolesterol, dan obesitas. Bab kelima menyoroti sistem saraf dengan resep untuk kesehatan otak, sakit kepala, pemulihan stroke, vertigo, dan insomnia.
Bab keenam mengulas sistem pernapasan seperti asma, bronkitis, TBC, dan batuk. Bab ketujuh membahas sistem rangka dan otot, termasuk keletihan, keseleo, kesehatan sendi, serta pemulihan tulang belakang. Bab kedelapan berfokus pada sistem jantung dan pembuluh darah, termasuk penguatan jantung serta pendampingan pemulihan tumor dan leukemia.
Bab kesembilan membahas sistem kekebalan tubuh melalui resep antioksidan untuk mencegah penyakit degeneratif dan membantu penanganan autoimun. Bab kesepuluh mengulas sistem ekskresi dan urinaria seperti kesehatan ginjal dan gangguan prostat. Bab kesebelas membahas darah dan gangguan darah, termasuk anemia. Sementara itu, bab kedua belas memuat berbagai resep tambahan untuk beragam kondisi seperti ADHD, gangguan fisik dan mental, depresi, kesehatan gigi dan mulut, kesehatan mata, perawatan kulit, rambut rontok, peningkatan daya tahan tubuh, hingga membantu menaikkan berat badan.
Dengan pembagian yang terstruktur ini, pembaca dapat dengan mudah menemukan resep sesuai keluhan yang dialami. Meski demikian, penulis menegaskan bahwa semua resep ini bukan jaminan kesembuhan, melainkan bentuk ikhtiar. Tujuan utama sehat dalam konsep JSR bukan sekadar bebas penyakit, melainkan agar manusia mampu menjalankan ketaatan kepada Allah secara optimal.
Buku ini juga dilengkapi ilustrasi bahan-bahan alami melalui foto estetik karya fotografer Ismailia Shara dan Heru Erlangga, sehingga tampilannya menarik dan tidak sekadar informatif, tetapi juga visual. Secara keseluruhan, 200 Resep Sehat JSR bukan hanya buku resep herbal, melainkan juga refleksi tentang hubungan antara kesehatan jasmani dan kebersihan hati. Buku ini mengajak pembaca kembali pada kesederhanaan alam, kesadaran spiritual, dan tanggung jawab menjaga tubuh sebagai amanah.
Identitas Buku
- Judul: 200 Resep Sehat JSR
- Penulis: dr. Zaidul Akbar
- Co-writer: Ahmad Adriana
- Penerbit: PT Sygma Media Inovasi
- ISBN: 978-623-95697-1-9
Baca Juga
-
Dari Marie Curie hingga Dinosaurus: Bagaimana Buku Ini Membuka Pintu Dunia Sains untuk Anak-Anak?
-
Sebelum Membaca Supernova, Kenali Dulu Kisah Cinta yang Rumit Ini
-
Rahasia Manjali, Mitos Jawa, dan Bayang-Bayang 1965
-
Majalah Trubus dan Cara Uniknya Membawa Agrikultur ke Meja Pembaca
-
Demi Meninggalkan Jalanan, Ia Menukar Namanya dengan Sebuah Petualangan
Artikel Terkait
-
Membunuh Literasi, Membunuh Demokrasi: Saat Akses Bacaan Dicekik Negara
-
Ulasan Buku Anya's Ghost,Persahabatan Beracun dari Alam Baka
-
Seni Memilah Prioritas di Buku Mencari Intisari Karya Sherly Annavita
-
Buku Pesan Cinta untuk Diriku: Sumber Cinta Terbesar Ada di Dalam Diri
-
Antara Idealisme dan Uang: Realita Pembajakan Buku dalam Selamat Tinggal
Ulasan
-
Jangan Asal Buka Kiriman Misterius! Review Paket Santet: Petaka Belanja Online Mistik yang Kejam
-
Dari Marie Curie hingga Dinosaurus: Bagaimana Buku Ini Membuka Pintu Dunia Sains untuk Anak-Anak?
-
Ulasan Film Operasi Pesta Copet: Aksi Komedi Heist Berlatar Festival Musik!
-
Mengulas Warisan Abadi Romcom Remaja dalam Film 10 Things I Hate About You
-
Sebelum Membaca Supernova, Kenali Dulu Kisah Cinta yang Rumit Ini
Terkini
-
Satu Ukuran untuk Semua: Mengapa Sistem Desil Tunggal Ancam Masa Depan?
-
Saatnya Ganti Provider agar Dunia dalam Genggaman
-
Harry Styles Bongkar Rutinitas Rahasia Usai Konser, Beneran Langsung Telanjang?
-
Sinopsis Unabomber, Kisah Nyata Mahasiswa Harvard Jadi Teroris Buronan FBI
-
Bukan Cuma RUU Perampasan Aset, Membaca Keresahan di Balik Demo 27 Agustus