M. Reza Sulaiman
Saleh Husin, mantan Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) UI. (Dok. Istimewa)

Bagi banyak orang, berlari di tengah kota besar sering kali berarti harus bergelut dengan polusi dan bisingnya kendaraan. Namun, Universitas Indonesia (UI) menawarkan oase yang berbeda melalui area kampus seluas lebih dari 300 hektare yang rimbun oleh pepohonan hijau. Di sinilah, suasana pagi yang teduh dan kicauan burung menciptakan ilusi seolah sedang berada di tengah hutan, bukan di pinggiran Jakarta.

Daya tarik alam inilah yang membuat Saleh Husin, mantan Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) UI, jatuh cinta pada olahraga jalan cepat dan lari di lingkungan kampus tersebut. Namun, sebuah panggilan telepon baru-baru ini dari Rektor UI, Prof. Heri Hermansyah, memberikan "kejutan" yang mengubah rutinitas olahraganya menjadi sebuah tantangan besar.

Kejutan 42 Kilometer dari Sang Rektor

Saleh Husin mengaku tersentak ketika diminta secara langsung oleh Rektor dan Wakil Rektor UI, Nia Ayu Ismiati, untuk meramaikan ajang UI Green Marathon. Bukan tanpa alasan ia merasa kaget; selama ini, agenda lari di lingkungan UI biasanya terbatas pada kategori 5K, 10K, hingga half marathon.

"Saya tersentak dan kaget ketika dihubungi Rektor UI dan Wakil Rektor Nia ngajak untuk ikut ramaikan UI Green Marathon yang 42 kilometer," ujar Saleh.

Tantangan untuk menempuh jarak full marathon (42 km) pada Minggu, 9 Agustus 2026 mendatang ini memaksa Saleh untuk segera merombak pola latihannya. Ia menyadari bahwa jarak sejauh itu memerlukan disiplin tinggi agar bisa mencapai garis finis dengan performa terbaik.

Berlari untuk Masa Depan Mahasiswa

Di balik keringat dan persiapan fisik yang melelahkan, ada misi mulia yang menjadi bahan bakar semangat Saleh Husin. UI Green Marathon bukan sekadar ajang unjuk kebugaran, melainkan jembatan untuk membantu sesama melalui penggalangan Dana Abadi UI.

Dana yang terkumpul dari ajang ini nantinya akan dialokasikan untuk mendukung mahasiswa UI yang memiliki keterbatasan ekonomi, terutama mereka yang datang dari berbagai pelosok daerah di Indonesia.

"Saya semakin semangat karena dana yang terkumpul akan menjadi dana abadi UI untuk membantu mahasiswa yang kurang mampu," tambah pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perindustrian tersebut.

Menggerakkan Kolega dan Komunitas

Agar misi kemanusiaan ini semakin berdampak luas, Saleh Husin mulai gencar mengajak jaringannya untuk ikut berkeringat di bawah keteduhan pohon-pohon UI. Nama-nama dari kalangan menteri, mantan menteri, anggota DPR, hingga jajaran direksi BUMN dan swasta mulai ia hubungi. Tak ketinggalan, para celebrity runner juga diajak untuk menambah keseruan acara.

Meski sebelumnya sempat menolak ajakan pakar ekonomi Aviliani untuk berlari di ajang internasional seperti London atau Berlin Marathon, panggilan dari almamaternya kali ini terasa berbeda. Dengan persiapan matang, Saleh Husin siap membuktikan bahwa berlari seiring detak jantung alam bisa menjadi cara paling indah untuk memberi kembali kepada dunia pendidikan.