Sudah saatnya kita mengucapkan selamat tinggal pada kebiasaan lama mengetikkan deretan huruf dan angka untuk masuk ke akun digital. Microsoft, salah satu pemimpin industri teknologi, secara resmi memutuskan untuk menghentikan penggunaan metode verifikasi berbasis pesan singkat (SMS) serta kata sandi konvensional. Kantor pusat mereka di Redmond menilai bahwa teknologi lawas tersebut sudah usang, rawan disusupi, dan kerap menjadi biang keladi aksi kejahatan siber.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis, Microsoft menyatakan komitmennya untuk bermigrasi penuh ke sistem keamanan tanpa kata sandi. Sistem ini dinilai lebih sulit ditembus dan lebih nyaman bagi pemakainya. Meski pihak perusahaan belum merinci jadwal pasti penyelesaian masa transisi ini, langkah tegas tersebut menjadi penanda bahwa ekosistem digital global tengah memasuki babak baru dalam hal perlindungan data pribadi.
Sebagai gantinya, Microsoft bersama sejumlah perusahaan teknologi besar lainnya memperkenalkan solusi bernama passkey atau kunci akses digital. Berbeda dengan kata sandi biasa yang wajib dihafal atau dicatat, passkey menggunakan teknologi enkripsi modern. Ia bekerja dengan sepasang kode unik yang tersimpan langsung di gawai pengguna, misalnya ponsel pintar atau komputer jinjing.
Proses masuk ke akun pun tidak lagi mengirimkan kode rahasia ke pusat data. Perangkat hanya perlu membuktikan bahwa ia memiliki kunci yang cocok, biasanya melalui pengenalan sidik jari, pemindaian wajah, atau cukup dengan memasukkan PIN pribadi. Metode ini disebut-sebut lebih aman lantaran kunci rahasia tidak pernah keluar dari perangkat pengguna.
Akibatnya, passkey dianggap kebal terhadap serangan phishing dan kebocoran data dari sisi server. Pengguna pun terbebas dari beban mengingat puluhan kata sandi yang rumit. Tak heran jika banyak pihak menyebut passkey sebagai jalan keluar terbaik untuk menggantikan kata sandi.
Namun, tidak semua pihak sependapat bahwa teknologi ini tanpa cela. Sebuah riset dari lembaga keamanan siber SquareX pada tahun 2025 menemukan adanya potensi kelemahan dalam sistem passkey. Peneliti bernama Shourya Pratap Singh mengungkapkan bahwa pelaku kejahatan yang cerdik bisa saja memalsukan proses pendaftaran maupun verifikasi passkey dengan cara menyusupi alur kerja passkey di peramban (browser).
Menurut Singh, hampir seluruh aplikasi baik untuk perusahaan maupun konsumen, termasuk layanan perbankan dan tempat menyimpan dokumen penting, berpotensi terkena dampak dari celah tersebut. Jadi, meskipun passkey terbukti lebih unggul dibanding kata sandi tradisional, kita tetap harus sadar bahwa tidak ada sistem keamanan yang sempurna. Kewaspadaan pengguna dan lapisan perlindungan berlapis tetap diperlukan.
Intinya, peralihan dari kata sandi ke passkey adalah lompatan besar dalam menjaga identitas kita di jagat maya. Tapi jangan lupa, teknologi hanyalah alat; kecermatan kita sendiri adalah benteng terakhir.
Artikel Terkait
-
Perusahaan Raksasa Ramai 'Tinggalkan' AI Gegara Biaya Mahal, Kecerdasan Buatan Terancam?
-
Pesaing MacBook, Microsoft Surface Laptop 2026 Meluncur dengan Fitur AI
-
Microsoft Surface Laptop 8 dan Surface Pro Terbaru Resmi Meluncur, Usung Intel Core Ultra Series
-
Kaspersky Ungkap 234 Ribu Serangan Password Stealer Ancam Perusahaan di Indonesia
-
Investasi SDM, Pengajar Indonesia Akselerasi Kompetensi AI Bersama Microsoft
News
-
Mengintip Dapur Redaksi Suara.com: Saat Anak-Anak SD VIS Kelapa Gading Belajar Jadi Jurnalis Cilik!
-
SIGUMI Diluncurkan di Karangasem, Dorong Kesiapsiagaan Bencana di Kawasan Wisata
-
Bisakah Limbah Sawit Gantikan Plastik Sekali Pakai? Studi Ungkap Hal Ini
-
Membedah Luka Lewat Sastra dan Psikologi di Communitimes: Book Talk and Community Support Circle
-
Gandeng Tiga Mitra Industri, SaIG UPI Gelar GEOCAB untuk Bincang Karier
Terkini
-
4 Pelembap Anti-Aging Bebas Pewangi agar Wajah Tetap Kencang Tanpa Iritasi
-
Pro dan Kontra Vasektomi: Pengentasan Kemiskinan atau Otonomi Tubuh?
-
Lagu 'Tutur Batin': Pelukan Hangat untuk yang Ingin Bangkit dari Kegagalan
-
5 Fakta Gerakan I Am Jane Doe, dari Doxxing hingga Aksi Solidaritas
-
Sinopsis River, Film Horor Slasher Pembunuh Bertopeng di Sungai Terpencil